Nix dan Hydra: Nama Bulan Baru Pluto

International Astronomy Union (IAU) mengumumkan Nix dan Hidra sebagai nama satelit (bulan) Pluto. Kedua satelit yang ditemukan pada November 2005 tersebut sebelumnya dikenal sebagai S/2005 P 2 dan S/2005 P 1, melengkapi Charon yang ditemukan pada 1978.

Nama Nix sebenarnya dilafalkan sebagai “Nyx”, nama Dewi Penguasa Kegelapan bangsa Yunani Kuno. Namun nama ini telah terpakai untuk sebuah objek lainnya, sehingga IAU memutuskan untuk mengubah penulisannya menjadi “Nix” untuk mencegah kerancuan. sementara itu, Hydra adalah nama seekor ular berkepala sembilan yang dalam mitologi Yunani kuno merupakan penjaga alam baka (underworld). Pluto sendiri merupakan Dewa penguasa alam baka dalam mitologi Yunani kuno.

Pemilihan nama ini juga didasari atas huruf-huruf awal dari kedua bulan tersebut, N, dan H, yang merupakan inisial untuk wahana New Horizon yang diluncurkan awal tahun ini dalam misi 9 tahun untuk mengunjungi Pluto dan objek-objek Sabuk Kuiper.

Status Pluto saat ini masih diperdebatkan, apakah tetap digolongkan sebagai planet ataukah objek Sabuk Kuiper. Perdebatan yang sudah berlangsung lama ini kembali meruncing sejak penemuan objek yang sedikit lebih besar dari Pluto (dikenal sebagai 2003 UB313). IAU berencana untuk membahasnya dalam pertemuan musim panas ini. Berita selengkapnya


About this entry