Venetia: Nama Baru untuk Instrumen New Horizon

Sebuah instrumen pada wahana antariksa New Horizon yang sedang dalam perjalanan menuju orbit Pluto kini dinamai ulang sebagai Venetia. Nama ini dipilih sebagai penghormatan terhadap Venetia Burney, seorang “gadis cilik” yang mengusulkan nama Pluto untuk planet kesembilan itu lebih dari 75 tahun lalu. Sepanjang sisa perjalanannya, instrumen tersebut akan dikenal sebagai Venetia Burney Student Dust Counter (VBSDC), atau “Venetia” saja.

Instrumen Venetia berupa sebuah detektor partikel debu yang didesain, dibuat, dan dioperasikan oleh selusin mahasiswa pilihan dari University of Colorado, Boulder dengan dibantu oleh para dosen mereka. Instrumen ini bertugas menghitung dan mengukur tumbukan partikel debu pada wahana New Horizon dalam perjalanannya ke Pluto. Di orbit Pluto kelak, instrumen ini akan dipakai untuk mencari partikel debu yang mungkin dihasilkan oleh hantaman benda angkasa kecil di permukaan Pluto maupun bulan-bulannya.

Perangkat Venetia terdiri dari dua elemen dasar: sebuah detektor yang terpasang di luar wahana, dan sebuah kotak elektronik didalamnya yang bertugas mengukur massa dan kecepatan partikel yang menumbuk wahana tersebut. Peralatan ini diharapkan bisa melakukan pengukuran yang akurat tentang besaran dan distribusi partikel debu di tata surya bagian luar. Perangkat ini mulai dioperasikan pada Juli mendatang setelah melewati serangkaian uji coba dan pengecekan pasca peluncuran.

Pemilihan nama Venetia untuk instrumen ini sangat relevan karena Venetia juga merupakan instrumen wahana antar-planet pertama yang dirancang, dibuat, dan dioperasikan oleh mahasiswa. Di sisi lain, saat mengajukan nama Pluto untuk planet kesembilan itu, Venetia masih seorang pelajar SD berusia 11 tahun. Kini Venetia telah berusia 87 tahun dan tinggal di Epsom, Inggris. Berita selengkapnya

Keterangan gambar: Venetia Burney di usia 11 tahun (atas); instrumen “Venetia” (bawah)


About this entry