Supernova Diantara Dua Galaksi

Para astronom, dengan memanfaatkan teleskop Very Large Telescope (VLT) di European Southern Observatory (ESO) telah mengambil gambar sepasang galaksi yang berinteraksi, 87 juta tahun cahaya dari Bumi. Yang menarik perhatian para astronom adalah “jembatan” material yang menghubungkan keduanya. Sebuah supernova–dikenal sebagai SN 2005cf–meledak disekitarnya pada Mei 2005.

Dalam gambar terlihat galaksi spiral NGC 5917 menarik material dari galaksi spiral yang unik, MCG-01-39-003. Yang mengherankan, supernova tersebut terlihat berada di luar “jembatan” material tersebut. Posisi semacam itu menunjukkan bahwa supernova tersebut terdorong keluar dari salah satu galaksi dan meledak jauh dari tempatnya dilahirkan sebagai bintang.

Analisis lebih jauh menunjukkan supernova tersebut bertipe 1a–tipe yang dipakai untuk membuktikan bahwa alam semesta mengembang makin cepat. Para ilmuwan masih belum dapat memahami sepenuhnya mengenai pembentukan supernova, tetapi makin banyak supernova yang dipelajari akan membuat mereka makin memahami mekanisme yang bertanggung jawab terhadap pembentukannya. Bukti-bukti menunjukkan bahwa penggabungan galaksi akan meningkatkan pembentukan bintang-bintang didalamnya. Di mana ditemukan banyak bintang muda yang masif, para ilmuwan bisa berharap menemukan sebuah supernova disana. Oleh karena itu, galaksi yang berinteraksi bisa jadi mengandung lebih banyak supernova daripada galaksi tunggal.

Segera setelah penemuan SN 2005cf, European Supernova Collaboration (ESC), pimpinan Wolfgang Hillebrandt dari Max Planck Institute di Garching, Jerman, mempelajari supernova tersebut sepanjang hampir seluruh periode evolusinya. Para astronom menggunakan sejumlah teleskop yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari 10 hari sebelum objek tersebut mencapai luminositas puncaknya hingga lebih dari setahun setelah ledakan. Menjelang berakhirnya observasi, pada April dan Mei 2006, saat SN 2005cf telah sangat redup, para astronom beralih memanfaatkan VLT. Para astronom mempelajari tahap terakhir supernova (yang telah meredup) untuk mengamati ledakan dari material didalamnya. Berita selengkapnya


About this entry