Citra dari Cassini: Permukaan Mirip Bumi di Titan

Citra radar terbaru yang dikirim wahana antariksa Cassini menunjukkan fitur geologis yang mirip dengan Bumi di Xanadu, sebuah daerah terang, kurang lebih seukuran Australia di bulan Saturnus, Titan.

Citra radar yang mencakup wilayah sepanjang 2.796 mil (sekitar 4.500 km) tersebut menunjukkan bahwa Xanadu dikelilingi oleh oleh dataran yang lebih gelap yang mengingatkan kepada massa permukaan yang berdiri bebas (free-standing landmass). Di daerah pinggir sebelah barat, terlihat bukit-bukit pasir gelap yang disana-sininya didapati aliran sungai, lembah, dan pebukitan. Sungai-sungai sempit tersebut mengalir ke area yang lebih gelap, yang mungkin merupakan danau. Juga terlihat sebuah kawah yang terbentuk dari benturan dengan asteroid atau kegiatan vulkanik oleh cairan. Kanal-kanal lainnya menjulur melalui bagian timur dari Xanadu, berakhir pada sebuah dataran gelap dimana bukit pasir yang banyak terdapat di daerah lainnya justeru tidak terlihat, sementara gunung-gunung nampak menjulang disana.

Sebelumnya, para ilmuwan hanya bisa berspekulasi mengenai bentuk dataran terang yang misterius itu. Titan terlalu jauh untuk bisa dilihat secara detail melalui teleskop, baik yang berbasis di Bumi maupun di antariksa. Kini, dengan bantuan radar Cassini, diperoleh fakta baru yang menghapus segala spekulasi yang berkembang sebelumnya.

Permukaan Titan selalu tertutup oleh awan hidrokarbon yang menyelubunginya. Radar Cassini dapat menembus lapisan tersebut dengan memancarkan gelombang radio pada permukaannya dan mengukur waktu yang dibutuhkan gelombang tersebut untuk memantul. Dalam citra radar, area yang terang mengindikasikan fitur permukaan yang kasar atau material yang menyebar, sementara daerah yang lebih gelap menunjukkan permukaan yang lebih halus, atau lebih menyerap material sebagimana halnya cairan.

Daerah Xanadu pertama kali ditemukan pada 1994 oleh Teleskop Antariksa Hubble sebagai sebuah daerah terang yang tertangkap oleh citra dari kamera inframerah. Saat wahana Cassini mengambil citra radar dari daerah itu pada 30 April 2006, diketahui bahwa permukaannya berubah-ubah oleh angin, hujan, dan aliran cairan. Dalam kondisi Titan yang sangat dingin, cairan tersebut tidak mungkin berupa air, melainkan hampir pasti berupa metana atau etana.

Gambar-gambar terkait dapat dilihat di situs web www.nasa.gov/cassini. Berita selengkapnya


About this entry