Status Pluto Ditentukan Bulan Ini

Nasib Pluto sebagai planet akan ditentukan dalam konferensi yang berlangsung selama 12 hari sejak Senin (14/8) lalu di Praha, Republik Ceko. Dalam pertemuan ini, International Astronomical Union mengajukan beberapa alternatif: mencoret Pluto dari jajaran planet anggota tata surya, atau menetapkan satu planet baru–serta kemungkinan selusin objek lain melengkapi kesembilan planet lain di tata surya. Apapun alternatif yang dipilih, ini akan merubah pemahaman kita tentang tata surya, dan berbagai buku sains antariksa dipastikan harus ditulis ulang.

Debat tentang status keplanetan Pluto sebenarnya sudah muncul tidak lama setelah penemuannya pada 1930. Ini dikarenakan ukurannya yang terlampau kecil dan garis edarnya yang eksentrik apabila dibandingkan dengan planet-planet lain di tata surya. Debat ini semakin menghangat setelah penemuan objek Sabuk Kuiper tahun 1990-an. Adalah penemuan objek yang dikenal sebagai 2003 UB313 yang diketahui berukuran lebih besar dari Pluto yang kembali menyeret Pluto ke arah “krisis identitas”.

Keputusan apakah mengeluarkan Pluto dari jajaran planet ataukah memasukkan 2003 UB313 sebagai anggota baru tata surya tidak lepas dari kriteria planet yang juga akan ditentukan dalam konferensi ini. Kriteria yang bisa dipakai tentunya harus cukup masuk akal secara saintifik. Haruskah planet didefinisikan melalui posisi, ukuran, maupun penanda lainnya? Apabila planet ditentukan melalui ukurannya, apakah ukurannya harus lebih besar dari Pluto, atau menggunakan besaran tertentu yang disetujui bersama? Alternatif ini dapat menggelembungkan jumlah planet penghuni tata surya hingga 23, 39, atau bahkan 53 planet.

Di awal tahun ini, NASA sebenarnya telah meluncurkan wahana New Horizon menuju Pluto dan objek Sabuk Kuiper lainnya. Diharapkan wahana ini dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada para ilmuwan mengenai kondisi Pluto. Namun demikian, wahana ini masih harus menempuh perjalanan selama 9 setengah tahun sebelum mencapai Pluto.

___
Update: Pada akhir konferensi, IAU akhirnya memutuskan untuk mencabut status keplanetan Pluto. Pluto kini digolongkan sebagai planet kerdil (dwarf planet) bersama dengan Charon dan Ceres. Dengan demikian, jumlah anggota tata surya berkurang menjadi hanya 8 planet.


About this entry