Dua Bintang Tersuram di NGC 6397
Teleskop Antariksa Hubble baru-baru ini telah mengambil gambar apa yang diyakini para astronom sebagai bintang paling redup yang pernah terlihat dalam sebuah kelompok globular. Kelompok globular tersebut, NGC 6397, terbentuk pada masa awal terciptanya alam semesta, sekitar 13,7 miliar tahun lalu, dan merupakan salah satu kelompok globular yang terdekat dengan Bumi. Dengan meneliti bintang-bintang dalam kelompok tersebut, para astronom berharap dapat menentukan umur, asal, dan evolusinya.

Kiri: Bagian dari kelompok globular NGC 6397
Kanan-atas: Gambar close-up dari bintang kerdil putih (~28 Mag)
Kanan-bawah: Gambar close-up dari bintang kerdil merah (~26 Mag)
Kendati sejak Hubble dioperasikan para astronom sudah pernah melakukan observasi serupa, namun sebuah tim yang dipimpin oleh Harvey Richer dari University of British Columbia, Vancouver, melaporan bahwa penelitian mereka telah mampu menjangkau bintang yang paling redup. Richer beserta timnya telah mengumumkan penemuan mereka pada 17 Agustus 2006 lalu pada konferensi IAU yang tengah berlangsung di Praha, Republik Ceko serta jurnal Science terbitan 18 Agustus 2006.
Perangkat Advanced Camera for Surveys yang terpasang pada Teleskop Antariksa Hubble telah menyelesaikan pendataan terhadap dua populasi bintang di NGC 6397 yang berjarak 8.500 tahun cahaya dari Bumi. Hubble telah mengamati bintang kerdil merah paling redup yang masih masih aktif melakukan fusi hidrogen pada intinya sebagaimana pada Matahari kita, serta sebuah bintang kerdil putih paling suram yang merupakan sisa dari sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakar hidrogennya.
Cahaya yang diterima dari kedua bintang tersebut setara dengan nyala sebatang lilin di permukaan Bulan apabila dilihat dari permukaan Bumi. Pengamatan dengan Teleskop Antariksa Hubble terhadap bintang kerdil putih yang telah lama mati itu menunjukkan bahwa bintang tersebut memiliki temperatur sedemikian rendah sehingga memicu perubahan kimiawi pada atmosfirnya yang membuatnya terlihat berwarna kebiruan, alih-alih lebih merah saat ia mendingin. Walaupun fenomena ini telah diprediksi namun belum pernah teramati. Bintang kerdil putih tersebut setidaknya delapan kali lebih masif dibandingkan Matahari.
Para astronom telah menggunakan bintang kerdil putih dalam kelompok globular untuk mengukur usia alam semesta. Alam semesta kita setidaknya sama tua dengan bintang yang paling tua. Bintang kerdil putih mendingin dengan tingkatan yang bisa diprediksi–makin tua umurnya, makin rendah suhunya–membuatnya menjadi “jam” yang sempurna untuk menentukan seberapa tua umur alam semesta. Richer dan timnya telah menggunakan teknik tersebut untuk menentukan usia NGC 6397. Hasilnya, kelompok globular tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 12 miliar tahun. Berita selengkapnya
