Akhir Misi SMART-1

Wahana penyelidik bulan pertama milik Eropa, SMART-1, mengakhiri misi tiga-tahunnya pada Minggu 3 September kemarin, setelah para pengendali mengarahkan wahana tersebut jatuh menumbuk permukaan bulan. SMART-1 jatuh pada sebuah dataran vulkanis yang dikenal sebagai Lake of Excellence dengan kecepatan 1ΒΌ mil per detik.

Dengan mengamati debu dan material yang membubung akibat tumbukan itu, para ilmuwan berharap dapat memperoleh petunjuk mengenai komposisi geologis dataran tersebut. Satu menit setelah tumbukan, layar monitor di ruang kendali menunjukkan kilatan cahaya terang dari lokasi peristiwa. Sementara itu, Canada France Hawaii Telescope di Mauna Kea, Hawaii, mengambil citra inframerah dari sana.

Selama beroperasi, wahana SMART-1 telah memindai (scan) permukaan bulan dari orbitnya dan mengambil citra-citra beresolusi tinggi. Namun misi utama wahana tersebut sebenarnya adalah untuk melakukan pengetesan terhadap sistem propulsi ion yang baru yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam misi antar planet di masa mendatang, termasuk pada misi BepiColombo ke planet Merkurius yang direncanakan pada 2013.

SMART-1 diluncurkan pada September 2003 dengan roket Ariane-5 dari Kourou, Guyana Prancis. Wahana ini menggunakan mesin ion untuk menaikkan ketinggian orbitnya secara perlahan-lahan selama 14 bulan sebelum tertangkap oleh gravitasi bulan. Mesin tersebut memanfaatkan listrik yang dibangkitkan oleh panel matahari untuk menghasilkan aliran partikel bermuatan yang disebut ion. Walaupun daya dorong yang dihasilkan sangat sedikit, namun mesin tersebut hanya memerlukan 176 pound bahan bakar xenon. Berita selengkapnya


About this entry