Planet atau Bintang Gagal?
Para astronom, memanfaatkan Teleskop Antariksa Hubble, telah mengambil gambar salah satu objek terkecil yang pernah terlihat di sekeliling sebuah bintang selain matahari. Dengan massa 12 kali massa Jupiter, objek ini cukup kecil untuk bisa dikatagorikan sebagai planet. Namun objek tersebut juga cukup besar untuk digolongkan sebagai sebuah objek kerdil coklat–sebuah bintang yang gagal membentuk.
Pengamatan terhadap objek kecil yang mengitari sebuah bintang kerdil merah bermassa rendah, CHRX 73, ini menyadarkan para astronom bahwa mereka masih belum memiliki konsensus untuk memutuskan apakah sebuah objek yang mengorbit sebuah bintang adalah betul-betul planet, walaupun mereka telah mencapai kesepakatan mengenai definisi planet di tata surya.
Penemuan ini mulai membuka perdebatan, apakah sebuah objek seukuran planet yang mengorbit sebuah bintang sudah pasti merupakan planet? Sebagian astronom menyarankan bahwa kriteria planet ekstrasolar (planet yang mengelilingi bintang selain matahari) dapat ditentukan dari massanya. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa sebuah objek bisa saja dianggap sebagai planet apabila ia terbentuk dari cakram gas dan debu yang mengedari sebuah bintang yang baru lahir. Sebagai catatan, planet-planet di tata surya kita terbentuk melalui proses ini pada sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Di sisi lain, objek kerdil coklat terbentuk sebagaimana halnya sebuah bintang: berasal dari keruntuhan gravitasional awan gas hidrogen yang besar dan menyebar. Namun tidak seperti bintang pada umumnya, kerdil coklat tidak memiliki massa yang cukup untuk memicu reaksi fusi hidrogen pada intinya. Padahal, fusi hidrogen inilah yang memberi energi kepada sebuah bintang sebagaimana halnya pada Matahari kita.
Objek ini, yang dinamai CHRX 73 B, terletak 19,5 miliar mil dari bintang induknya. Jarak tersebut sekitar 200 kali lebih jauh daripada jarak yang memisahkan Bumi dengan Matahari. Dengan usia sekitar 2 juta tahun, objek ini tergolong masih sangat muda apabila dibandingkan dengan Matahari kita yang usianya telah mencapai 4,5 miliar tahun.
Objek tersebut ditemukan oleh perangkat Advanced Camera for Surveys pada Teleskop Hubble saat melakukan survey terhadap objek kerdil coklat yang berdiri sendiri. Para astronom telah menemukan ratusan objek kerdil coklat di galaksi kita sejak objek tersebut pertama kali diteliti sekitar satu dekade lampau. Sebagian besar diantaranya merupakan objek tunggal yang berdiri sendiri (tidak mengorbit sebuah bintang).
Teleskop Antariksa Spitzer milik NASA telah mendeteksi keberadaan cakram gas dan debu di sekeliling beberapa objek kerdil coklat yang berdiri sendiri. Tapi letak CHRX 73 B yang terlalu dekat dari bintang induknya menyulitkan Spitzer untuk mengenali keberadaan cakram tersebut. Para astronom harus menunggu hingga Teleskop Antariksa James Webb, dengan kemampuan yang lebih baik, mulai beroperasi pada 2013 untuk bisa memastikan keberadaannya.
Tim internasional yang dipimpin oleh Kevin Luhman dari Penn State University, AS, yang menemukan objek ini, berencana untuk menerbitkan hasil penelitian mereka pada Astrophysical Journal edisi 20 September mendatang. Berita selengkapnya
