Nama untuk 2003 UB313, Nomor untuk Pluto

2003 UB313, objek yang sempat disebut-sebut sebagai calon planet kesepuluh di tata surya sebelum akhirnya digolongkan sebagai planet kerdil (dwarfs planet) oleh IAU, kini telah memperoleh nama resmi: Eris (136199 Eris).

Nama ini diambil dari nama Dewi Kekacauan dan Perselisihan bangsa Yunani Kuno. Pemberian nama ini diumumkan oleh IAU pada Rabu 13 September lalu. Sebelumnya, 2003 UB313 secara tidak resmi sempat dinamai sebagai Xena, diambil dari nama tokoh dalam sebuah serial televisi.

Pemberian nama ini disambut baik oleh penemunya, Michael Brown, dari California Institute of Technology. Pilihan nama Eris untuk 2003 UB313 dianggap sangat relevan. Dalam mitologi, Eris adalah penyebab perselisihan diantara para Dewi sehingga memicu terjadinya perang Troya. Di sisi lain, penemuan Eris telah mendorong para astronom untuk menetapkan definisi planet, yang berujung kepada hilangnya status keplanetan Pluto–sebuah keputusan yang belakangan menyulut kontroversi.

IAU juga telah menetapkan nama resmi untuk satelit (bulan) Eris, yakni Dysnomia, diambil dari nama anak perempuan Eris yang dikenal sebagai penguasa dari keadaan tanpa-aturan (lawlessness). Nama ini sekaligus mengobati kekecewaan penggemar serial Xena, mengingat secara kebetulan serial tersebut diperankan oleh Lucy Lawless.

Sementara itu, memindak-lanjuti keputusan IAU yang menggolongkan Pluto sebagai planet kerdil, Minor Planet Center (MPC) telah memberi nomor 134340 untuk Pluto. Penomoran ini untuk mengikuti aturan baku mengenai penamaan objek kecil di tata surya yang orbitnya telah dikenali secara akurat. Dengan demikian, objek yang sempat menjadi planet kesembilan di tata surya itu kini dikenal sebagai 134340 Pluto.

Satelit-satelit yang mengelilingi Pluto, yakni Charon, Nix, dan Hydra dianggap sebagai satu sistem sehingga tidak diberikan penomoran berbeda. Ketiganya hanya akan disebut sebagai 134340 I, II, dan III.


About this entry