Tak Ada Bukti Deposit Es di Bulan

Berakhir sudah spekulasi tentang keberadaan es di permukaan bulan. Para ilmuwan di Cornel University dan Smithsonian Institution, 18 Oktober lalu mengumumkan bahwa lapisan es sangat sulit untuk terbentuk di tempat semacam permukaan bulan.

Para peneliti yang dipimpin oleh Donald Campbell, profesor astronomi di Cornell, memanfaatkan pemetaan berbasis radar beresolusi tinggi untuk mendeteksi adanya deposit es di kutub selatan bulan. Gelombang radar dipancarkan ke permukaan bulan dari Observatorium Aracibo, di Puerto Rico, dan pantulannya diterima 2.5 detik kemudian di Robert C. Byrd Green Bank Telescope, di Virginia Barat. Dengan resolusi 20-meter, dan panjang gelombang radar 13-centimeter, mereka mengamati area di sekitar kutub selatan bulan dimana serangkaian citra resolusi rendah yang sebelumnya diterima menunjukkan tingkatan circular polarization ratio (CPR) yang tinggi–yang diyakini merupakan indikasi keberadaan es air bersuhu rendah.

Mereka telah memperoleh nilai CPR yang sama tinggi, namun juga menemukan bahwa nilai itu tidak hanya diapati pada area yang cukup dingin untuk menyimpan kandungan es, melainkan juga di daerah yang mendapat sinar matahari dengan temperatur yang dapat mencapai 117 derajat Celcius, dimana es dapat menguap seketika. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya tingkatan CPR di lokasi tersebut bukan bersumber dari es, melainkan kemungkinan berasal dari bebatuan yang menyebar yang berasal dari kawah muda bekas benturan meteorit di sana.

Keberadaan es merupakan sumber daya yang berharga bagi keberadaan manusia dalam jangka panjang di permukaan bulan. Namun es hanya mungkin tersimpan secara permanen pada dasar kawah yang dalam dan berbayang, dimana temperatur tidak dapat naik melampaui -173 derajat Celcius.

Data-data sebelumnya yang memicu pencarian terhadap keberadaan es di permukaan bulan termasuk data radar tahun 1992 yang mengindikasikan adanya es di dasar kawah di kutub Merkurius. Sementara itu, pada 1996, data radio dari bulan yang diambil oleh pengorbit Clementine dan Lunar Prospector menunjukkan adanya peninggian kandungan hidrogen di kutub bulan.

Namun peninggian kandungan hidrogen tersebut bisa jadi berasal dari sumber lainnya–kemungkinan dari angin matahari–menyusul kegagalan data radar berikutnya untuk menunjukkan bukti adanya deposit es di sana.

“Selalu ada kemungkinan adanya konsentrasi deposit (es) pada sejumlah kecil lokasi berbayang-bayang yang tidak terjangkau oleh radar di Bumi,” kata Campbell. Namun ia menambahkan bahwa “Setiap rencana pengiriman wahana pendarat maupun basis di kutub bulan tidak dapat bergantung pada hal itu.”

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Nature terbitan 19 Oktober 2006. (www.news.cornell.edu)


About this entry