Mars Global Surveyor Kehilangan Kontak

mgs.jpgWahana Mars Global Surveyor (MGS) milik NASA telah gagal berhubungan dengan pengendali di bumi selama lima hari berturut-turut sejak kehilangan kontak saat penyesuaian rutin terhadap panel surya. Apabila hingga Sabtu mendatang usaha untuk menghubungi MGS belum juga berhasil, NASA mungkin akan memanfaatkan wahana lain yang sedang mengorbit Mars untuk mengambil gambar MGS guna mengetahui kondisinya.

Bermula pada 2 November lalu, ketika pengendali MGS mengirimkan perintah kepada wahana tersebut untuk melakukan penyesuaian terhadap posisi salah satu panel surya agar dapat menjejak matahari di arah yang lebih tepat. Data yang dikirim balik dari MGS menunjukkan adanya masalah pada motor yang menggerakan panel surya sehingga diputuskan untuk menghidupkan motor cadangan.

Tidak ada sinyal yang diterima pada 3 dan 4 November, namun suatu sinyal lemah telah diterima pada 5 November, mengindikasikan bahwa wahana tersebut berada pada kondisi save mode dan sedang menunggu instruksi selanjutnya dari pengendali di Bumi. Sinyal tersebut kemudian terputus begitu saja, dan sejak saat itu tidak ada sinyal sama sekali yang diterima dari MGS.

Teknisi NASA memperkirakan bahwa wahana tersebut mungkin telah melakukan manuver terprogram yang akan menggerakkan penel suryanya ke arah matahari untuk menjaga perangkat catudaya (power supply) agar tetap hidup. Proses ini juga menggerakkan seluruh wahana ke arah yang sama, sehingga mengurangi efektifitas komunikasi dengan Bumi.

“Wahana ini memiliki banyak sistem yang redudan (berlebih -red) yang bisa membantu kita untuk mengembalikannya bekerja seperti semula, namun terlebih dahulu kita perlu memperbaiki komunikasi (dengan wahana tersebut),” demikian Tom Thrope, manajer proyek MGS di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena.

Ditambahkannya pula bahwa juga ada kemungkinan MGS telah dihantam oleh mikrometeorit yang mengakibatkan bergesernya antena wahana itu dari posisi semula.

NASA masih berusaha mengontak MGS karena kemampuannya untuk menerima perintah diduga tidak terpengaruh. Namun, apabila tidak ada sinyal apapun yang diterima hingga Sabtu mendatang, maka NASA akan meminta tim Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) untuk mulai bersiap-siap untuk mengambil citra MGS pada akhir minggu depan guna mengetahui arah dan posisi wahana itu. Kedua wahana tersebut berpapasan dalam jarak sekitar 100 km beberapa kali dalam seminggu. Hal ini akan membantu tim MGS untuk mengetahui kondisi wahana dan menentukan perintah yang harus digunakan.

Wahana MGS diluncurkan 10 tahun lalu, tepatnya pada 7 November 1996, dan menandai keberhasilan NASA yang pertama dalam dua dekade untuk mengirim wahana ke Mars. Semula MGS bertugas untuk mempelajari permukaan Mars selama setahun Mars penuh (sekitar dua tahun Bumi). Operasionalnya direncanakan berakhir pada awal 2001, namun wahana itu masih dapat bekerja dengan sempurna sehingga misinya berkali-kali diperpanjang–terakhir kali pada 1 Oktober lampau.

Sejak pertama kali memulai misinya pada 1999, MGS telah mengirimkan beragam data tentang planet merah tersebut. Wahana itu telah mengamati evolusi dari suatu badai debu, mengumpulkan informasi permukaan Mars, memperlihatkan saluran-saluran yang diduga terbentuk akibat aliran air, dan membuktikan bahwa apa yang disebut sebagai wajah di permukaan Mars (face on Mars) yang sebelumnya dipotret oleh pengorbit Viking 1 pada 1976 sebagai lansekap alami belaka. MGS juga telah mengambil belasan ribu citra beresolusi tinggi dari permukaan Mars, dan mengirimkan pemetaan tiga-dimensi yang pertama pada kutub utara planet tersebut. (space.com)


About this entry