Jejak Air di Permukaan Mars

Citra NASA telah mengungkap adanya deposit baru yang terlihat pada dua saluran di permukaan Mars, yang menunjukkan adanya endapan yang ditinggalkan oleh aliran air suatu waktu dalam 7 tahun terakhir. “Observasi tersebut memberikan bukti paling kuat saat ini bahwa air masih mengalir sewaktu-waktu di permukaan Mars,” jelas Michael Meyer, saintis pada program eksplorasi Mars NASA di Washington.

Air dalam bentuk cair, berlawanan dengan dalam bentuk es dan uap air diketahui eksis di permukaan Mars, diyakini penting bagi keberadaan organisme hidup. Temuan baru ini kembali membangkitkan keingin-tahuan mengenai potensi keberadaan organisme mikrobial di permukaan planet itu. Kamera pada pengorbit Mars Global Surveyor milik NASA menunjukkan bukti baru keberadaan deposit tersebut melalui citra yang diambil pada 2004 dan 2005.

“Bentuk dari deposit itu adalah sesuatu yang bisa Anda lihat pada material yang terbawa oleh aliran air,” tegas Michael Malin dari Malin Space Science Systems, di San Diego. Deposit itu, “memiliki percabangan di dasar cekungan dan dengan mudah berubah arah di sekeliling rintangan kecil.” Malin pimpinan peneliti pada kamera dan penulis utama laporan penemuan tersebut di jurnal Science.

163987main_pia09028-330.jpg
Deposit baru pada kawah di kawasan Centauri Montes (gambar: NASA)

Atmosfir Mars sedemikian tipis dan temperaturnya begitu dingin sehingga air dalam bentuk cair tidak dapat bertahan di permukaannya. Air akan segera menguap atau membeku. Para peneliti menduga bahwa air dapat bertahan dalam bentuk cair cukup lama setelah muncul dari sumber di bawah tanah, untuk membawa material ke tempat yang lebih rendah sebelum akhirnya membeku. Dua deposit baru itu masing-masing panjangnya mencapai beberapa ratus meter.

Warna terang dari deposit itu mungkin berasal dari bekuan di permukaan yang bercampur dengan es dalam badan deposit. Kemungkinan lainnya adalah kerak yang mungkin merupakan tanda keberadaan air dengan kandugan garam. Apabila deposit tersebut dihasilkan oleh debu kering yang jatuh ke dasar lereng, maka warnanya akan lebih gelap, seperti warna gelap pada debu dari jejak rover Mars serta pada kawah baru di permukaan planet itu.

Mars Global Surveyor telah menemukan belasan ribu saluran pada lereng didalam kawah dan dataran rendah di Mars. Kebanyakan saluran berada pada garis lintang 30 derajat atau lebih. Malin dan timnya pertama kali melaporkan penemuan saluran pada tahun 2000. Untuk menemukan adanya perubahan yang mungkin merupakan indikasi aliran air, tim kamera Malin telah berulang-kali mengambil citra dari ribuan lokasi. Salah satu pasangan dari citra tersebut menunjukkan suatu saluran yang terlihat pada pertengahan tahun 2002. Lokasi dimana gambar tersebut diambil adalah suatu bukit pasir, dan saluran tersebut semula diinterpretasikan sebagai aliran dari pasir kering.

Pengumuman ini adalah yang pertama kali mengungkap adanya deposit material baru yang kelihatannya dibawa oleh cairan setelah pengambilan citra terakhir dari saluran yang sama. Kedua lokasi tersebut berada didalam kawah di daerah Terra Sernum dan Centauri Montes di belahan selatan Mars.

163995main_pia09027-330.jpg
Deposit baru pada kawah di Terra Sirenum (Gambar: NASA)

“Deposit-deposit baru ini menunjukkan bahwa pada beberapa tempat dan waktu di Mars saat ini, air dalam bentuk cair muncul dari bawah tanah dan dalam waktu singkat mengalir menuruni lereng. Kemungkinan ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana air tetap bertahan dalam bentuk cair dibawah tanah, seberapa jauh ia dapat mengalir, dan apakah dibawah tanah (di Mars) terdapat habitat yang basah dimana terdapat bentuk kehidupan. Misi-misi yang akan datang mungkin akan memberi jawaban,” jelas Malin.

Selain mencari adanya perubahan pada saluran, tim operator kamera pengorbit menaksir waktu rata-rata dimana kawah benturan meteorit baru terbentuk. Kamera telah mengambil gambar dari sekitar 98% permukaan Mars pada 1999 dan 30% dari permukaan telah diambil gambarnya kembali pada 2006. Citra terbaru menunjukkan 20 kawah benturan baru, dengan diameter berkisar dari 2 meter hingga 148 meter yang tidak ditemui pada 7 tahun lampau. Hasil ini memiliki implikasi penting untuk menentukan usia fitur-fitur pada permukaan Mars. Hasil ini juga cocok dengan prediksi bahwa permukaan Mars hanya memiliki sedikit kawah yang usianya betul-betul muda.

Wahana Mars Global Surveyor mengorbit mars sejak 1997. Wahana ini berperan dalam banyak penemuan penting. Sejak awal november ini, NASA tidak berhasil memperoleh sinyal dari wahana ini. Usaha untuk menghubungnya masih berlanjut hingga saat ini. (www.nasa.gov/mars)


About this entry