Jejak Cairan Bawah Tanah di Mars
Cairan atau gas telah mengalir melalui retakan, kemudian memasuki bebatuan bawah tanah di permukaan Mars. Demikian menurut laporan yang didasarkan pada salah satu observasi pertama dari wahana Mars Reconnaise Orbiter (MRO) milik NASA. Keberadaan cairan tersebut dapat menghasilkan kondisi yang cocok sebagai habitat dari bentuk kehidupan mikrobial.
Pola kuno ini tersingkap saat kamera teleskopik terkuat yang pernah dikirim ke Mars mulai mempelajari planet merah tersebut tahun lalu. Kamera tersebut dapat menunjukkan fitur seukuran 3 kaki (1 meter) di permukaan Mars. Mineralisasi mengambil tempat jauh dibawah tanah di sepanjang patahan dan rekahan. Deposit mineral tersebut lantas muncul ke permukaan setelah lapisan yang menutupinya tererosi selama jutaan tahun.
Chris Okubo, ahli geologi dari University of Arizona, Tucson, menemukan pola ini dalam sebuah citra dari lapisan yang tersingkap di sebuah ngarai di Mars yang dinamai Candor Chasma. Perangkat kamera High Resolution Imaging Science Experiment yang dibawa orbiter MRO mengambil gambar ini pada September 2006.
“Apa yang terlihat oleh saya adalah pengelantangan (bleaching) atau pengurangan dari material gelap sepanjang patahan. Ini adalah tanda dari pergantian mineral oleh cairan yang bergerak di sepanjang patahan itu,” jelas Okubo. “Hal itu mengingatkan saya akan sesuatu yang telah saya lihat saat studi lapangan di Utah, dimana terdapat daerah yang berwarna terang, atau “halo”, pada salah satu sisi retakan yang melalui batuan pasir yang warnanya lebih gelap,” lanjutnya.
“Hasil ini menunjukkan bagaimana observasi dari orbit dapat mengenali fitur yang menarik, terutama untuk eksplorasi di masa depan di permukaan atau di bawah permukaan atau untuk mengirimkan sampel (ke Bumi). Pergantian sepanjang patahan terkonsentrasi oleh cairan di bawah tanah, menandai lokasi dimana kita bisa berharap untuk mendapatkan informasi kunci tentang proses kimia, atau mungkin biologis di lingkungan bawah permukaan yang mungkin di masa lampau pernah dihuni oleh organisme hidup,” demikian menurut Alfred McEweb, peneliti utama untuk kamera dari University of Arizona, Tucson.
Halo yang terlihat sepanjang patahan pada citra dari Candor Chasma terlihat sedikit menonjol relatif terhadap batuan yang lebih gelap di sekelilingnya. Ini adalah bukti bahwa cairan yang bersirkulasi mempertegas garis-garis pada patahan, seraya terjadinya proses pengelantangan. Material yang lebih keras tidak akan tererosi secepat material yang lebih lunak yang letaknya lebih jauh dari patahan.
“Penjelasan yang paling masuk akal dari fitur tersebut adalah mineral yang terlarut dalam air yang kemudian terlepas dari larutan dan menjadi bagian dari material batuan yang membentuk garis-garis pada patahan. Kemungkinan lainnya adalah cairan yang bersirkulasi tersebut berasal dari gas, yang mungkin mengandung atau tidak mengandung uap air dalam komposisinya,” Okubo menambahkan.
Bentuk halo yang sama pada pinggiran suatu patahan juga ditunjukkan oleh citra yang diambil oleh kamera beresolusi tinggi di lokasi lain di Mars setelah gambar pertama dari Candor Chasma. “Kami merasa gembira dapat melihat fitur geologis yang sebelumnya terlalu kecil untuk dapat dilihat,” lanjut Okubo.
“Publikasi ini akan menjadi yang pertama diantara banyak lagi yang akan datang,” sambut Richard Zurek, saintis proyek untuk MRO di laboratorium Propulsi Jet NASA. Data ini, “Memerlukan studi bertahun-tahun agar bisa sepenuhnya bernilai, dan untuk seterusnya akan meningkatkan pemahaman kita mengenai Mars dan sejarah perubahan iklimnya.”
Okubo dan McEwen melaporkan penemuan mereka pada jurnal Science terbitan 16 Februari 2007. Citra yang menunjukkan fitur-fitur tersebut dapat diakses melalui URL http://www.nasa.gov/mission_pages/MRO/news/20070215.html. (NASA Press Release)
