“Red Square” yang Menakjubkan

Sebuah objek eksotis jenis baru telah ditemukan. Citra objek tersebut — yang oleh pimpinan kelompok yang menemukannya, Peter Tuthill dari University of Sydney, dinamai “Red Square” — didapat melalui kompilasi data dari teleskop Hale berdiameter 200 inci di Observatorium Palomar yang dioperasikan oleh California Institute of Technology, dan teleskop Keck-2 di Mauna Kea, Hawaii.

Penemuan ini dipublikasikan melalui jurnal Science terbitan 13 April 2007 dalam artikel berjudul “A symmetric bipolar nebula around MWC 922“, yang ditulis oleh Tuthill beserta koleganya, James Lloyd dari Cornell University.

“Kunci dari penemuan ini adalah teknologi pencitraan baru yang revolusioner dari optik adaptif (adaptive optics) yang bekerja seperti pengobatan rabun jauh untuk teleskop,” jelas Lloyd. Teknik ini memungkinkan para astronom memperoleh citra yang lebih tajam tanpa kekaburan (blur).

Kedua astronom ini mempelajari sebuah bintang panas yang disebut MWC 922 yang terletak sejauh 5000 tahun cahaya di konstelasi Serpens. Citra yang ditampilkan disini merupakan kombinasi dari citra near-infrared (1,6 mikron) dan menunjukkan daerah seluas 30,8 detik busur di sekitar MWC 922. Karena batas terluar dari nebula ini sangat redup dibanding bagian intinya, citra tersebut harus diproses dan dipertajam untuk dapat menampilkan detil dan strukturnya secara penuh.

red_square_nn_0407_500.jpg
Citra dari MWC 922 (Gambar: Peter Tuthill/University of Sydney)

Citra ini memperlihatkan simetri dalam tingkatan yang menakjubkan dan bentuk linear yang rumit dari nebula di sekelilig MWC 922, yang membuatnya menjadi objek yang paling simetris diantara kompleksitas lain di kosmos yang pernah dicitrakan sebelumnya. Objek ini dibentuk dari dua buah rongga kerucut (yang dikenal sebagai nebula bipolar), dimana kedua kerucut memperlihatkan gradasi cahaya yang berjenjang mulai dari bagian pinggir hingga ke pusatnya.

Salah satu fitur menakjubkan yang terlihat pada citra ini adalah sederetan jejari radial yang menjulur. Hal ini sangat jarang terlihat pada sebuah nebula, dan tingkat keteraturan yang tinggi pada objek ini mungkin merujuk pada sebuah kemungkinan bahwa pita cahaya itu merupakan riak periodik atau gelombang dari permukaan cakram bagian dalam yang lebih dekat ke bintang di pusat sistem tersebut.

Citra MWC 922 ini mengingatkan para ilmuwan dengan citra yang pernah diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble dari SN1987A — sisa dari satu-satunya supernova yang terlihat dengan mata telanjang setelah penemuan teleskop. Citra tersebut menunjukkan sebuah sistem cincin di sekeliling SN1987A. Ada kemungkinan bahwa bintang MWC 922 di pusat nebula suatu saat juga akan meledak sebagai sebuah supernova, namun hal ini masih belum dapat dipastikan.

Apapun nasib yang akan menimpa MWC 922 nantinya, objek ini akan menjadi laboratorium astrofisika terbaik yang pernah ditemukan untuk mempelajari aspek fisika pembentukan sistem cincin polar sebagaimana yang melingkupi SN1987A. Gambar dan animasi MWC 922 dan SN1987A dapat dilihat di URL http://www.physics.usyd.edu.au/~gekko/redsquare.html


About this entry