Silika, Indikasi Air di Mars Purba

Sejumput tanah Mars yang dianalisis oleh rover Spirit milik NASA didapati kaya akan unsur silika. Ini merupakan salah satu bukti terkuat bahwa di masa lalunya, planet tersebut menyimpan lebih banyak air daripada yang didapati saat ini. Proses yang dapat menghasilkan konsentrasi deposit silika sebanyak itu memerlukan keberadaan air.

Analisis kimia oleh perangkat Alpha particle X-ray spectrometer yang terpasang pada ujung lengan robotik wahana Spirit menentukan komposisi sekitar 90 persen silika murni pada tanah tersebut. Selama menjelajahi dataran rendah dari lembah didasar kawah raksasa Gusev yang seukuran negara bagian Connecticut di Amerika serikat, rover Spirit sebelumnya telah menemukan indikasi keberadaan air di masa lampau di daerah tersebut, termasuk jejak aliran air pada tanah yang kaya akan sulfur, adanya alternasi mineral, dan bukti adanya aktivitas vulkanik yang eksplosif.

Salah satu kemungkinan mengenai asal-usul silika adalah karena adanya interaksi antara tanah dengan uap asam yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanis yang turut dipengaruhi keberadaan air. Kemungkinan lainnya, silika tersebut merupakan produk dari lingkungan mata air panas. Penemuan terakhir ini memberikan bukti baru bahwa kondisi Mars di masa lampau sangat mungkin mendukung keberadaan organisme hidup.

rover_spirit_0507_500.jpg
Lapisan tanah berwarna terang yang kaya silika yang disingkap oleh rover Spirit
(Gambar: NASA/JPL/Cornell)

Rover Spirit, bersama dengan rover kembarannya, Opportunity, telah menyelesaikan tiga bulan misi utamanya di permukaan Mars pada April 2004. Keduanya masih beroperasi hingga kini, walaupun telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Salah satu dari enam roda pada Spirit tidak lagi mampu berputar, sehingga meninggalkan jejak yang dalam pada tanah Mars. Kondisi inilah yang menyingkap keberadaan lapisan tanah yang berwarna terang, yang kemudian justeru mengarahkan para ilmuwan pada beberapa penemuan penting, termasuk penemuan kali ini.

Lapisan tanah yang baru ditemukan itu secara tidak resmi diberi nama “Gertrude Weise”, diambil dari nama seorang atlet pada Liga Baseball Profesional Wanita di Amerika Serikat. Di Bumi, silika biasanya terbentuk dari mineral kristal quartz, yang merupakan bahan baku utama untuk kaca. Silika Mars pada lapisan Gertrude Weise bersifat non-kristal, dan tidak ditemui keberadaan mineral quartz disana.

Sementara itu, di sisi lain dari planet yang sama, rover Opportunity telah menjelajahi kawah Victoria selama delapan bulan terakhir. Rover ini telah menyelesaikan survey permulaan pada pinggiran kawah, dan kini mengarah ke daerah yang dinamai Duck Bay, yang mungkin menyediakan jalur yang aman untuk turun ke dasar kawah. (marsrovers.jpl.nasa.gov)


About this entry