Planet, Ataukah Kerdil Coklat?
Sebuah objek yang baru diketemukan, yang dikenal sebagai XO-3b, saat ini menimbulkan kebingungan dikalangan para astronom. Sebagian berpendapat bahwa objek ini semestinya adalah sebuah planet, karena mengorbit dalam jarak yang cukup dekat dengan bintang induknya. Sebagian lagi berpendapat bahwa objek semasif itu harus digolongkan sebagai kerdil coklat — bintang yang gagal terbentuk. Dalam kasus ini, XO-3b dan bintang induknya mungkin membentuk semacam sistem bintang ganda.
Objek tersebut sekitar 12 kali lebih masif daripada Jupiter, planet terbesar di tata surya kita. Ia mengorbit bintang induknya dengan periode 3,2 hari dengan orbit memanjang dan sempit. Sejauh ini, para astronom telah menemukan sejumlah planet “hot Jupiter” (planet sekelas Jupiter yang mengorbit bintang induknya dalam jarak dekat), namun XO-3b sejauh ini adalah yang paling masif.
Objek ini ditemukan oleh XO-Project, sebuah kolaborasi dari para astronom profesional dan amatir yang disponsori oleh NASA dengan memanfaatkan kamera bidang lebar (wide field) untuk memonitor kecerlangan sejumlah besar bintang dan mengamati perubahan kecerlangan yang disebabkan oleh adanya planet yang sewaktu-waktu melintas didepannya.
Anggota tim, Christopher Johns-Krull dari Rice University yang mempresentasikan temuan ini minggu lalu pada pertemuan American Astronomical Society di Hawaii mencatat bahwa XO-3b berada pada di tepi garis batas antara planet dengan kerdil coklat. Seperti kita ketahui, kerdil coklat adalah calon bintang (protostar) yang gagal membentuk bintang karena massanya masih terlalu kecil untuk memicu fusi nuklir pada intinya. Sebaliknya, suatu planet sama sekali tidak menjalankan reaksi fusi dalam bentuk apapun.
Namun XO-3b kelihatannya terbentuk dari cakram debu yang melingkupi bintang induknya, sebagaimana terbentuknya sebuah planet. Di sisi lain, kerdil coklat biasanya merupakan sebuah objek yang berdiri sendiri, dan dipercaya terbentuk sebagaimana halnya bintang-bintang lain, dari keruntuhan gravitasional dari kabut gas antar bintang. Apapun juga klasifikasi yang nantinya diberikan untuk XO-3b, objek ini tetap merupakan suatu penyimpangan.
Sebagian astronom meyakini bahwa sejarah pembentukan sebuah objek harus dipakai sebagai dasar untuk membedakan antara planet dan kerdil coklat. Hal ini dapat mengatasi kebingungan apabila suatu objek berada pada rentang massa yang sama antara planet dan kerdil coklat. Masalahnya adalah sejarah pembentukan sebuah objek mungkin tidak akan pernah diketahui. (skyandtelescope.com)