Bulan Kecil Baru di Saturnus
Kamera beresolusi tinggi pada wahana NASA, Cassini, berhasil mendeteksi keberadaan bulan kecil yang sebelumnya tidak dikenal yang mengorbit Saturnus. Objek selebar sekitar 2 km tersebut mengorbit dalam jarak 197.700 km dari Saturnus. Sementara menunggu nama resmi yang ditetapkan oleh IAU, bulan baru Saturnus tersebut kini disebut sebagai S/2007 S4, dan tercatat sebagai bulan Saturnus yang ke-60.
Bulan tersebut pertama kali tertangkap oleh citra Cassini yang diambil pada 30 Mei 2007. S/2007 S4 mengorbit Saturnus diantara lintasan dua bulan kecil lainnya, Methone dan Pallene. Kedua bulan dengan diameter sekitar 4 km itu telah terlebih dahulu ditemukan melalui citra Cassini tahun 2004. Ketiga bulan kecil tersebut mengorbit diantara dua bulan yang lebih besar, Mimas dan Enceladus.
Bulan yang mengelilingi planet raksasa biasanya tidak ada pada saat planet tersebut terbentuk, karena gaya pasang surut (tidal forces) dari planet dapat mengakibatkan penyimpangan (drift) pada orbit bulan. Pada saat mengalami penyimpangan, ia dapat terlontar oleh “resonansi” – lokasi dimana bulan lain mengganggu orbitnya – dan mengalami perubahan orbit yang kacau. Bulan yang baru ditemukan ini, seperti halnya Methone, mengalami resonansi semacam itu dari Mimas, dan kelihatannya sedang mengalami tahapan evolusi tersebut.

Citra penemuan S/2007 S4. (Gambar: NASA/JPL/Space Science Institute)
“Faktanya adalah, bahwa baik Methone dan S/2007 S4 terkunci secara dinamik dengan Mimas, memberikan bagi kita petunjuk tentang sejarah orbitalnya,” jelas Carl Murray, profesor pada Quen Mary, University of London, dan anggota tim pencitraan (imaging) Cassini. “Ada banyak contoh dari mekanisme resonan antara bulan-bulan dan sistem Saturnus, dan hal ini mungkin terjadi akibat gaya pasang-surut. Dalam kasus kedua bulan kecil ini, resonansi dipastikan tidak akan menimpa Mimas, setidaknya dalam jangka pendek.”
Karena orbit dari ketiga bulan kecil ini saling berdekatan, para peneliti memperkirakan bahwa mereka mungkin merupakan sisa-sisa dari populasi yang lebih besar.
“Ketiga objek ini mungkin merupakan sisa-sisa dari sebuah tabrakan atau mungkin mereka termasuk yang beruntung dapat bertahan diantara sejumlah besar material yang gagal membentuk sebuah bulan,” lanjut Murray. “Kelihatannya ketiga bulan tersebut masih berasal dari keluarga yang sama. Apabila kita bisa memperoleh data permukaan memanfaatkan Cassini, kita mungkin dapat mengungkap sebagian misteri itu.”
Para ilmuwan saat ini sedang mencari kesempatan untuk mengamati lebih dekat bulan tersebut, mempelajari orbitnya, dan mencari bulan-bulan lainnya. Caroly Porco, pimpinan tim pencitraan Cassini menyatakan bahwa mereka telah dapat menentukan saat yang tepat untuk mengambil serangkaian citra dan melakukan pengamatan yang lebih dekat terhadap objek tersebut.
Apabila misinya diperpanjang melampaui musim panas 2008, Cassini akan mendekati bulan yang baru ditemukan itu pada jarak 11.700 km pada akhir Desember 2009. Citra yang didapat dalam kesempatan itu dapat sangat bermanfaat untuk memahami bentuk, komposi, dan sejarah pembentukannya. (saturn.jpl.nasa.gov)
