Ditemukan, Planet Ekstrasolar Terbesar

Sebuah planet yang diklaim sebagai planet ekstrasolar terbesar yang diketahui telah ditemukan oleh para astronom dari Trans-atlantic Exoplanet Survey (TrES). Planet yang diberi nama TrES-4 tersebut dideteksi melalui metode transit, saat planet tersebut melintas didepan bintang induknya. Penemuan ini dicapai dengan memanfaatkan jaringan teleskop otomatis berukuran kecil yang tersebar di Arizona, California, dan kepulauan Canary.

Georgi Mendushev, astronom dari observatorium Lowell menegaskan bahwa TrES-4 adalah planet ekstrasolar terbesar yang pernah ditemukan. Dengan ukuran sekitar 70 persen lebih besar daripada Jupiter, planet terbesar di tata surya, namun dengan massa yang lebih kecil, menjadikan planet ini memiliki kerapatan (densitas) yang sangat kecil, yakni sekitar 0,2 gram per centimeter kubik, atau setara dengan kerapatan kayu balsa (kayu paling ringan di dunia, -red). Dengan massa yang sedemikian kecil, gravitasinya tidak akan cukup untuk menahan lapisan terluar atmosfirnya, sehingga diperkirakan sebagian atmosfir planet ini akan terlepas ke angkasa dalam bentuk “ekor” yang serupa dengan ekor komet.

Planet ini pertama kali ditemukan dengan perangkat Planet Search Survey Telescope di observatorium Lowell. Perangkat ini dipasang dan dioperasikan oleh Mandushev dan Edward Dunham, ahli instrumentasi pada observatorium Lowell. Sementara itu, teleskop Sleuth di observatorium Mount Palomar mengamati transit TrES-4 sekaligus mengkonfirmasi keberadaannya. Planet tersebut berjarak 1.400 tahun cahaya dan mengorbit bintang induknya setiap tiga setengah hari. Dengan jarak sekitar 4,5 juta mil (sekitar 7,24 juta kilometer) dari bintang induknya, planet ini memiliki temperatur yang sangat tinggi, sekitar 1.600 derajat kelvin.

“TrES-4 kelihatannya akan menjadi sebuah problem teoritis,” jelas Dunham. “Ukurannya lebih besar relatif terhadap massanya daripada model planet raksasa superpanas yang dipahami saat ini”. Namun, menurut Francis O’Donovan, mahasiswa pasca sarjana California Institute of Technology (CALTECH) yang mengoperasikan salah satu teleskop TrES, apabila kita dapat memperoleh penjelasan tentang ukuran planet yang sedemikian besar dalam lingkungan yang kurang mendukung, ini akan membantu kita memahami planet-planet di tata surya kita berikut proses pembentukannya.

Tidak hanya planet TrES-4 yang mengandung sejumlah tanda tanya. Bintang induknya, yang dikatalogkan sebagai GSC 02620-00648 juga tidak kalah misteriusnya. Menurut Mandushev, “Bintang induk dari TrES-4 kelihatannya seusia dengan Matahari kita, namun karena bintang tersebut lebih masif, ia berevolusi lebih cepat.” Bintang tersebut kini berada pada fasa sub-raksasa (subgiant), yakni bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakar hidrogen pada intinya, dan sedang menuju tahapan berikutnya sebagai bintang “raksasa merah”, bintang besar dan dingin berwarna kemerahan sebagaimana halnya Arcturus atau Aldebaran.

Untuk meyakinkan bahwa objek yang ditemukan ini benar-benar adalah sebuah planet, G. Bakos dari Hungarian Automated Telescope Network (HATNet) dan Guillermo Torres dari Harvard University beralih dari teleskop 10 cm TrES ke salah satu dari teleskop kembar berdiameter 10 meter milik observatorium W.M. Keck di puncak gunung Mauna Kea, Hawaii. Dengan teleskop raksasa ini, mereka berhasil mengkonfirmasi bahwa tim TrES memang telah menemukan sebuah planet. Selanjutnya, untuik mengetahui secara akurat ukuran dan parameter fisik lainnya, para astronom menggunakan teleskop-teleskop berukuran besar di observatorium Lowell dan observatorium Fred L. Whipple di Arizona. (www.astronomy.com)


About this entry