Nebula Helix di Mata Spitzer
Memperingati ulang tahun keempat diluncurkannya Teleskop Antariksa Spitzer, NASA merilis citra terbaru dari nebula Helix. Objek yang spektakuler ini, sebuah bintang yang tengah sekarat yang melepaskan sebagian materialnya, adalah salah satu favorit dari para astronom, baik profesional maupun amatir.
Nebula Helix, yang tersusun atas selubung gas dan cakram yang terlontar dari sebuah bintang mati sekelas matahari, menunjukkan sebuah struktur yang kompleks dalam skala terkecil yang dapat diamati. Citra terbaru dari Spitzer ini diambil dalam rentang gelombang inframerah, dengan panjang gelombang 3.2, 4.5, dan 8 mikron, yang masing-masing ditampilkan dalam warna biru, hijau, dan merah.

Gambar: NASA/JPL-Caltech/ J. Hora (Harvard-Smithsonian CfA)
Citra ini memperlihatkan apa yang disebut sebagai “simpul komet” (cometary knots), dalam warna biru-hijau yang terbentuk akibat materi molekuler yang tereksitasi oleh gelombang kejut atau radiasi. Bagian ekor dari simpul terlihat lebih merah karena diselubungi oleh radiasi ultraviolet dari bintang di pusat.
Spitzer telah memetakan struktur terluar dari nebula selebar 6 tahun cahaya ini, dan menyelidiki bagian dalamnya, di daerah sekitar bintang mati di pusatnya, untuk menyingkap sesuatu yang terlihat seperti sebuah sistem planeter yang telah bertahan dari kematian bintang induknya yang chaotik. Teleskop ruang angkasa Spitzer diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada 25 Agustus 2003. Selama 4 tahun beroperasi, Spitzer telah memperlihatkan pandangan melalui gelombang inframerah dari berbagai objek, mulai dari asteroid di tata surya kita hungga galaksi di batas alam semesta yang teramati. (www.spitzer.caltech.edu)
