Pandangan Baru dari Permukaan Titan

Tanggal 11 Oktober lalu, NASA merilis apa yang mereka sebut sebagai pandangan terbaik dari lautan dan danau hidrokarbon di bulan Saturnus, Titan. Citra radar terbaru yang diambil oleh wahana antariksa Cassini dalam tujuh kali perlintasan selama satu setengah tahun terakhir menunjukkan bagian kutub utara Titan yang dipenuhi lautan dan danau raksasa, yang paling tidak salah satu diantaranya berukuran lebih besar dari Lake Superior di AS, danau air tawar terbesar di dunia.

Sekitar 60% dari daerah kutub utara Titan, diatas garis lintang 60°, telah dipetakan oleh instrumen radar Cassini. Sekitar 14% dari daerah yang terpetakan dipenuhi dengan apa yang diinterpretasikan oleh para ilmuwan sebagai danau cairan hidrokarbon. Menurut Rosaly Lopes, saintis radar Cassini, apa yang mereka lakukan, “Seperti memetakan daerah Alaska, bagian utara Canada, Greenland, Skandinavia, dan Rusia untuk pertama kalinya.”

Lautan dan danau sangat umum ditemui pada garis lintang tinggi di belahan utara Titan, yang saat ini sedang mengalami musim dingin. Para ilmuwan memperkirakan bahwa cairan ini berasal dari hujan etana dan metana yang kemudian terkumpul dalam bentuk lautan dan danau. Lautan dan danau ini juga membentuk saluran dan sungai yang berkelok-kelok di permukaan bulan Saturnus tersebut.

pia10008_l.jpg
Citra radar dari kutub utara Titan (Gambar: ESA)

Cassini sekarang tengah bergerak menuju suatu daerah tak dikenal di kutub selatan Titan. “Kami ingin melihat sekiranya ada lebih banyak danau disana. Permukaan Titan memang terdiri dari daratan yang dipenuhi lautan dan danau, tetapi kita ingin mengetahui jika ini juga berlaku untuk kutub selatan,” demikian Lopes. “Kita mengetahui ada sedikitnya satu danau yang besar dekat kutub selatan, tetapi akan menarik apabila kita melihat adanya perbedaan besar antara daerah kutub utara dan selatan”

Saat ini adalah musim panas di kutub selatan Titan, namun musim dingin akan menerpa daerah ini pada tahun 2017 mendatang. Satu musim di Titan berlangsung selama 7,5 tahun, atau setara dengan satu seperempat tahun Saturnus yang lamanya sekitar 29,5 tahun Bumi. Mengamati perubahan musim di Titan dapat membantu para ilmuwan untuk memahami proses yang berlangsung disana.

Para ilmuwan telah mencapai kemajuan dalam memahami bagaimana danau-danau terbentuk. Di Bumi, danau mengisi dataran rendah atau terbentuk ketika suatu topografi lokal bertemu dengan suatu kantong air bawah tanah. Lopes dan koleganya memperkirakan bahwa dataran rendah yang kemudian menjadi danau di Titan terbentuk dari aktivitas vulkanis atau sejenis erosi (disebut sebagai karstic) di permukaan, yang meninggalkan dataran rendah dimana cairan dapat mengumpul. Jenis danau semacam ini juga biasa ditemui di Bumi.
Seperti dijelaskan Alex Hayes, mahasiswa pascasarjana yang mempelajari data radar Cassini di California Institute of Technology, Amerika Serikat, danau-danau yang teramati di Titan sangat bervariasi dalam volume cairan didalamnya. Hal ini menunjukkan keterlibatan dari sistem hidrologi yang kompleks yang sejenis dengan siklus air di Bumi. Hal ini membuat Titan unik diantara objek ekstrateresterial di tata surya kita.

“Danau-danau yang kami lihat sejauh ini terdiri dari beragam ukuran, mulai dari yang terkecil yang dapat diamati, seluas 1 km persegi, hingga lebih besar dari 100.000 km persegi,” demikian Hayes. (www.esa.int)


About this entry