Galaksi Masif dari Masa Muda Kosmos

Salah satu dari galaksi masif pertama di alam semesta terbentuk saat kabut gas raksasa mengalami keruntuhan sevara cepat. Penemuan ini, yang didasarkan kepada citra Teleskop Antariksa Hubble menantang teori yang dianut selama ini yang menyatakan bahwa semua galaksi masif generasi awal terbentuk dari gabungan galaksi-galaksi yang lebih kecil.

Teori konvensional mengenak pembentukan galaksi memprediksi bahwa kebanyakan galaksi di alam semesta membutuhkan waktu yang lama untuk bertumbung, mengumpulkan massanya dari penggabungan galaksi yang lebih kecil dalam sebuah proses yang berkelanjutan hingga relatif belum lama ini. Untuk menguji teori tersebut, Elisabeth McGrath dari University of California di Santa Cruz, beserta para kolaboratornya mencari galaksi-galaksi yang paling tua dan paling masif yang dapat mereka temukan dan kemudian menggunakan petunjuk-petunjuk dari bentuk dan strukturnya untuk menentukan bagaimana galaksi-galaksi itu membentuk.

Citra beresolusi tinggi dari Hubble menyingkap keberadaan galaksi yang lebih masif daripada galaksi Bima Sakti kita, yang telah eksis saat alam semesta masih berusia sangat muda, yakni hanya seperlima dari usianya sekarang. Diyakini bahwa galaksi itu merupakan nenek moyang jauh dari kebanyakan galaksi yang ada di alam semesta saat ini.

disk_color5.jpg
Citra Galaksi spiral masif ini diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble. Terletak lebih dari 9 miliar tahun cahaya, usianya menunjukkan bahwa galaksi ini terbentuk saat alam semesta masih berusia sangat muda. (Gambar: NASA/Hubble)

“Kami memperkirakan bahwa galaksi-galaksi tersebut akan terlihat serupa dengan galaksi eliptik yang kami lihat pada pusat kumpulan galaksi yang padat pada saat ini, dimana penggabungan antar galaksi seringkali terjadi. Namun kami cukup terkejut ketika menemukan bahwa banyak diantaranya yang terlihat sebagai cakram yang pipih dan berputar, dan terdiri dari materi yang teratur,” jelas McGrath.

Cakram galaksi biasanya berbentuk bulat pipih, dan bintang-bintangnya bergerak mengitari pusat galaksi, mirip seperti planet-planet di tata surya kita yang beredar mengelilingi Matahari. Galaksi dari jenis ini lebih mungkin terbentuk dari suatu kabut masif tunggal yang runtuh oleh gravitasinya sendiri menjadi suatu cakram pipih daripada melalui peristiwa tabrakan hebat dari galaksi yang telah terbentuk sebelumnya.

Simulasi komputer terhadap skenario terakhir memprediksi bahwa tabrakan semacam itu akan menghancurkan cakram dan mengirimkan bintang-bintang dari setiap galaksi yang bergabung kedalam orbit tiga dimesi yang lebih chaotik (kacau), menghasilkan sebuah galaksi elips. Galaksi yang paling masif di alam semesta saat ini kesemuanya berbentuk elips, dan karenanya dapat dijelaskan secara alamiah melalui hipotesis merger. Namun demikian, eksistensi dari galaksi berbentuk cakram yang masif di alam semesta awal telah menantang perspektif ini.

Secara keseluruhan, McGrath dan para kolaboratornya telah mengamati tujuh dari apa yang kelihatannya merupakan galaksi masif yang pertama kali terbentuk di alam semesta. Empat galaksi diantaranya didominasi oleh profil berbentuk cakram. Dengan memperkirakan usia galaksi berdasarkan kondisi bintang-bintangnya, tim McGrath menemukan bahwa struktur cakram tersebut telah berada pada keadaan semacam itu selama lebih dari semiliar tahun. Meskipun demikian, diyakini bahwa sewaktu-waktu galaksi-galaksi tersebut dapat bergabung satu sama lain dan akan membentuk galaksi masif yang berbentuk lebih eliptik, tipikal galaksi tua yang cukup familiar bagi kita di alam semesta dekat. (astronomy.com)


About this entry