Pandangan Pertama dari Blazar

Untuk pertama kalinya, para astronom berhasil mengamati sebuat blazar yang sedang aktif. Dua orang astronom dari University of Michigan berkontribusi dalam riset tentang blazar, dibawah arahan oleh Alan Marsher dari Astrophysical Research di Boston University. Paper yang memuat hasil penelitian mereka telah dipublikasikan pada jurnal Nature edisi 24 April lalu.

Blazar adalah salah satu dari objek paling berenergi di jagat raya. Objek ini berhubungan dengan lubang hitam supermasif yang terdapat pada inti galaksi raksasa – biasanya dari tipe eliptik. Secara periodik, blazar melepaskan semburan plasma berenergi tinggi dengan kecepatan mendekati cahaya. Beberapa teori saat ini sedang bersaing untuk menjelaskan bagaimana fenomena ini terjadi.

Salah satu model memprediksi bahwa semburan tersebut dipicu oleh medan magnet yang terpilin oleh gravitasi lubang hitam dan material yang terhisap kedalamnya. Skenario inilah yang berhasil dideteksi oleh para astronom.

“Apa yang kami amati adalah mekanisme dimana akselerasi dari partikel-partikel relativistik yang terpancar saat terjadi semburan. Memahami mekanisme itu akan meningkatkan pemahaman kita terhadap gejala fisika yang terjadi saat proses akselerasi.” Jelas Hugh Aller, profesor pada Departemen Astronomi University of Michigan.

Partikel relativistik adalah partikel yang melaju dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
“Seringkali, kami melakukan pengamatan terhadap blazar, namun tidak mendapati aktifitas disana. Sangat sulit untuk menangkap peristiwa semburan itu saat sedang terjadi,” tambahnya lagi.

Para ilmuwan dari seluruh dunia telah mengarahkan aneka jenis teleskop pada blazar BL Lacertae, sekitar 950 juta tahun cahaya dari Bumi. Teleskop optik, sinar-X, maupun teleskop radio telah memonitor galaksi tersebut pada panjang gelombang elektromagnetik yang berbeda-beda secara periodik selama beberapa tahun. Tim dari University of Michigan pada akhirnya berhasil merekam kurva gelombang radio pada Observatorium Astronomi Radio di Peach Mountain, Dexter.

“Ini adalah bukti pengamatan pertama yang betul-betul sesuai dengan gambaran teoritis yang kita miliki,” tegas Margo Aller, ilmuwan riset dan pengajar di Departemen Astronomi University of Michigan. Bukti ini didapatkan berkat sampling yang sangat teliti dari sejumlah instrumen, termasuk teleskop radio Michigan.

Para ilmuwan berharap untuk mendapatkan pandangan yang lebih dekat terhadap semburan blazar kelak, setelah NASA meluncurkan wahana Gamma-ray Large Area Space Telescope (GLAST) pada Mei mendatang. (astronomy.com)


About this entry