Jejaring Kosmik yang Baru Terungkap

Komposisi yang membentuk alam semesta masih merupakan teka-teki bagi para astronom. Lebih dari 90 persen diantaranya tersusun atas materi yang tak dikenal. Hanya 4 persen yang merupakan materi normal yang dapat disintesis – disebut sebagai materi baryonik. Bahkan bagian sekecil ini masih belum sepenuhnya dipahami.

Sekelompok astrofisikawan dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics (MPE) dan European Southern Observatory (ESO), bekerjasama dengan dua institusi dari Belanda telah menemukan bukti keberadaan materi baryon yang hilang tersebut pada sebuah filamen berbentuk seperti jembatan yang menghubungkan dua kluster galaksi.

Alam semesta dibangun seperti sarang laba-laba berukuran besar. Semua materi yang terlihat diatur sepanjang struktur filamen yang terdiri dari materi gelap (dark matter). Pada benang dan simpulnya, jaring ini menahan gumpalan besar dari materi baryonik, yang terbuat dari quark dan lepton.

Para astronom sejak lama mengetahui bahwa keping puzzle kosmologis ini semestinya tersembunyi di suatu tempat. Menelusuri dan merekam komponen yang dapat diamati di alam semesta dapat membantu kita mempelajari lebih jauh mengenai materi gelap ini.


“Jembatan” dari gas panas yang menghubungkan dua kluster galaksi (Gambar: ESA/XMM-Newton/ EPIC/ ESO [J. Dietrich]/ SRON [N. Werner]/ MPE [A. Finoguenov])

Bagian yang hilang dari materi baryonik diperkirakan berbentuk kabut gas panas yang teramat tipis dengan kerapatan yang sangat rendah diantara struktur yang lebih besar. Karena suhunya yang tinggi, gas ini semestinya memancarkan radiasi dalam panjang gelombang far-ultraviolet dan sinar-X.

Para ilmuwan dari SORN Netherlands Institute for Space Research telah mengamati kluster galaksi Abell 222 dan Abell 223, dimana kedua galaksi ini terhubung melalui sebuah filamen. Pengamatan dilakukan melalui observatorium sinar-X XMM-Newton. Struktur ini dipilih karena bentuk geometrinya yang menguntungkan, dimana para astronom dapat melihat secara langsung kedalam “jembatan” tanpa perlu melihat dari salah satu sisinya.

Ini adalah untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil menyaksikan jembatan gas yang menghubungkan dua kluster galaksi. Gas-gas yang mereka temukan disana kemungkinan merupakan bagian terpanas dan terpadat dari gas terdifusi yang mengandung setengah dari baryon yang hilang di alam semesta. Mereka mendapati bahwa sifat-sifat gas tersebut – kerapatan dan suhunya – konsisten dengan hasil simulasi.

“Sejauh ini, kami hanya bisa melihat klusternya, simpul berkerapatan tinggi yang menghubungkan jaring yang ada. Kini kami mulai melihat benang-benang yang menghubungkan jaring laba-laba kosmik ini,” demikian komentar astrofisikawan MPE, Aurora Simionescu. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics Letters pada bulan Mei 2008. (www.mpe.mpg.de)


About this entry