Pulsar Ganda Buktikan Teori Einstein

Gerhana pada suatu sistem langka yang terdiri dari dua bintang mati, dikenal sebagai pulsar, telah menunjukkan bahwa salah satu anggota pasangan tersebut tengah berosilasi. Efek yang disebut presesi (precession) ini sesuai dengan yang diprediksi oleh Albert Einstein, dan dengan demikian mengkonfirmasi kebenaran teorinya.

Penemuan yang dicapai oleh para peneliti di University of Manchester’s Jodrell Bank Centre for Astrophysics sebagai bagian dari tim astronom antarbangsa tersebut telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah “Science” pada 4 Juli lalu.

Sistem bintang yang terdiri atas dua pulsar terbentuk apabila sepasang bintang masif meledak dan intinya runtuh hingga menciptakan objek yang massanya lebih besar dari massa Matahari, namun terpadatkan dalam ukuran sepadan dengan sebuah kota kecil di Bumi. Sebuah pulsar berotasi dengan selang waktu teratur seraya memancarkan gelombang radio yang sangat kuat. Gelombang radio yang dipancarkannya akan tertangkap oleh teleskop radio di Bumi sebagai semacam “mercu suar kosmis” yang memancarkan denyut energi secara teratur.

Sepasang pulsar, dikenal sebagai PSR J0737-3039A/B, adalah satu-satunya sistem yang diketahui di galaksi kita dimana dua pulsar terkunci pada orbit yang sedemikian dekat satu sama lainnya. Menurut Prof. Michael Kramer dari University of Manchester, pulsar ganda tersebut ditemukan pada 2003 menggunakan Teleskop Radio Parkes di Australia. Denyut yang dipancarkannya telah diamati menggunakan beberapa teleskop, diantaranya adalah teleskop Lovell di Jodrel Bank, dan teleskop Green Bank di Amerika Serikat.

Pulsar ganda tersebut telah menciptakan kondisi ideal untuk menguji prediksi teori gravitasi Einstein, relativitas umum, dalam medan gravitasional yang kuat. Demikian seperti dijelaskan René Breton dari McGill University. Hal ini disebabkan makin besar dan makin dekat dua objek masif, makin besar pula efek relativistik disana. Einstein telah memprediksi bahwa dalam medan sedemikian, sumbu rotasi objek tersebut akan mengalami presesi – berubah arah secara perlahan saat pulsar tersebut mengorbit pasangannya.

Karena ukurannya yang kecil dan jaraknya yang terlampau jauh, maka gerak osilasi tersebut tidak dapat diamati secara langsung. Namun demikian, ketika pulsar ganda tersebut saling mengorbit setiap 145 menit, masing-masing pulsar akan melintas didepan pasangannya. Para astronom menyadari bahwa mereka dapat mengukur arah sumbu putaran pulsar tersebut ketika daerah yang sangat termagnetisasi yang melingkupi salah satu pulsar akan menghalangi gelombang radio yang dipancarkan pulsar lainnya. Setelah dengan tekun mengumpulkan data denyut yang diterima selama empat tahun terakhir, mereka akhirnya menemukan bahwa gerak presesi sumbu rotasinya ternyata sesuai dengan yang diprediksi oleh Einstein.

Walaupun gerak presesi sumbu rotasi telah teramati pada tata surya, perbedaan antara relativitas umum dan teori alternatif dalam gravitasi hanya mungkin dapat teramati dalam medan gravitasi yang teramat-sangat kuat seperti yang didapati pada sistem pulsar ganda.

Sejauh ini, teori Einstein telah lolos dari segala jenis pengujian, termasuk pengujian kali ini. “Apabila seseorang ingin mengajukan teori alternatif tentang gravitasi, maka teori itu harus sesuai dengan hasil yang telah kami dapatkan disini,” demikian Breton. (nsf.gov)


About this entry