Autumnal Equinox, 22 September 2008
Matahari akan mencapai titik autumnal equinox pada 22 September 2008 pukul 15:43 UTC (22:43 WIB). Peristiwa ini menandai awal musim gugur di Belahan Bumi bagian Utara dan musim semi di Belahan Bumi bagian selatan. Bagi kita di Indonesia, peristiwa ini juga menandai peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Equinox adalah peristiwa astronomis yang terjadi dua hari dalam setahun dimana matahari bergerak melintasi katulistiwa. Pada saat itu, Matahari tepat berada di perpotongan ekliptika dan ekuator, dan jam Matahari (yang kita pakai sehari-hari) akan sama dengan jam Sideris (jam bintang).
Peristiwa ini juga berhubungan dengan fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai harvest moon. Pada hampir sepanjang tahun, bulan terbit tiap hari pada sekitar 50 menit setelah terbenamnya matahari. Namun, berdekatan dengan terjadinya autumnal equinox, waktu terbit bulan setelah matahari terbenam berkurang hingga 25-40 menit, atau bahkan mencapai 10-15 menit pada wilayah lintang tinggi di Belahan Utara. Pada saat itu, bulan purnama pada saat terbit akan terlihat lebih besar daripada biasanya, namun hal ini sebenarnya hanyalah akibat ilusi optik semata.
Purnama harvest moon terjadi sewaktu-waktu antara tanggal 8 September hingga 7 Oktober tiap tahun. Dahulu, fenomena harvest moon dimanfaatkan oleh para petani anggur di Eropa untuk menyelenggarakan panen. Hal ini dikarenakan bulan yang terbit lebih awal akan menyediakan penerangan untuk para petani yang bekerja hingga malam hari. Namun seiring dengan meluasnya penggunaan penerangan listrik, maka kebiasaan panen pada saat harvest moon tidak lagi umum dilakukan.