<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Galaksi yang Didominasi Materi Gelap</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Mar 2010 17:34:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-7328</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 20:11:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-7328</guid>
		<description>Gelombang elektro magnet terjadi saat dipole belum mengalami keseimbangan prima, kutub utara dan kutub selatan masih berosilasi. Suatu materi yang belum sepenuhnya mengalami keseimbangan prima namun telah seimbang goyah  akan memancarkan gelombang elektro magnit sehingga mungkin terdeteksi akibat memancarkan radiasi., contohnya bintang dan materi aktip (radioaktip). Pada saat telah seluruh bagiannya mengalami keseimbangan prima maka materi tak akan memancarkan gelombang elektro magnet, sehingga tak mungkin terdeteksi karena tak memancarkan cahaya. Contohnya: planit, blackhole dan dark materi. 
Setiap materi yang bermassa akan memancarkan elementer clear wave (gelombang massa elementer). Semakin besar massanya semakin besar pancaran ecwnya, semakin padat massanya semakin jauh pancaran ecw nya. Ecw dari dua sistem jika  bertemu akan membentuk graviton (versi minimalis). Graviton akan segera pecah menjadi pra clear energy dan pra clear wave yang  tak bermasa (karena E#0) hingga menimbulkan &quot;kekosongan ruang&quot; (versi fisika). Kekosongan ruang akan menimbulkan tekanan negatip (menyedot) diantara dua benda hingga menimbulkan gaya saling tarik menarik yang dalam fisika disebut gaya gravitasi.
TM menyatakan:
1. Photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima (dari yang tak mermassa menjadi bermassa)
2. Graviton adalah media transisi keluar dari kesimbangan prima, dari yang bermassa menjadi tak bermassa. Sistim yang belum seluruhnya mengalami keseimbangan prima akan memancarkan gelombang elektro magnet (diantaranya cahaya), hingga dapat terdeteksi oleh mata telanjang atau menggunakan instrumen, baik intrumen optik, radio dll alat fisika.
4. Sistem yang telah mengalami keseimbangan prima tak akan memancarkan gelombang electro magnet melainkan memancarkan elementer clear wave yang menyebabkan gaya gravitasi. Gravitasi tak dapat terdeteksi tetapi akibatnya yang terdeteksi.
5. Terbentuknya massa yang membutuhkan ruangan menyebabkan alam semesta mengembang. Hilangnya massa menjadi tak bermassa akan menyebabkan alam semesta menyusut.
6.  Fenomena gravitasi dan fenomena cahaya membuktikan bahwa Alam Semesta terisi oleh energi semu (yang belum memiliki massa) dan energi nyata yang memiliki massa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang elektro magnet terjadi saat dipole belum mengalami keseimbangan prima, kutub utara dan kutub selatan masih berosilasi. Suatu materi yang belum sepenuhnya mengalami keseimbangan prima namun telah seimbang goyah  akan memancarkan gelombang elektro magnit sehingga mungkin terdeteksi akibat memancarkan radiasi., contohnya bintang dan materi aktip (radioaktip). Pada saat telah seluruh bagiannya mengalami keseimbangan prima maka materi tak akan memancarkan gelombang elektro magnet, sehingga tak mungkin terdeteksi karena tak memancarkan cahaya. Contohnya: planit, blackhole dan dark materi.<br />
Setiap materi yang bermassa akan memancarkan elementer clear wave (gelombang massa elementer). Semakin besar massanya semakin besar pancaran ecwnya, semakin padat massanya semakin jauh pancaran ecw nya. Ecw dari dua sistem jika  bertemu akan membentuk graviton (versi minimalis). Graviton akan segera pecah menjadi pra clear energy dan pra clear wave yang  tak bermasa (karena E#0) hingga menimbulkan &#8220;kekosongan ruang&#8221; (versi fisika). Kekosongan ruang akan menimbulkan tekanan negatip (menyedot) diantara dua benda hingga menimbulkan gaya saling tarik menarik yang dalam fisika disebut gaya gravitasi.<br />
TM menyatakan:<br />
1. Photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima (dari yang tak mermassa menjadi bermassa)<br />
2. Graviton adalah media transisi keluar dari kesimbangan prima, dari yang bermassa menjadi tak bermassa. Sistim yang belum seluruhnya mengalami keseimbangan prima akan memancarkan gelombang elektro magnet (diantaranya cahaya), hingga dapat terdeteksi oleh mata telanjang atau menggunakan instrumen, baik intrumen optik, radio dll alat fisika.<br />
4. Sistem yang telah mengalami keseimbangan prima tak akan memancarkan gelombang electro magnet melainkan memancarkan elementer clear wave yang menyebabkan gaya gravitasi. Gravitasi tak dapat terdeteksi tetapi akibatnya yang terdeteksi.<br />
5. Terbentuknya massa yang membutuhkan ruangan menyebabkan alam semesta mengembang. Hilangnya massa menjadi tak bermassa akan menyebabkan alam semesta menyusut.<br />
6.  Fenomena gravitasi dan fenomena cahaya membuktikan bahwa Alam Semesta terisi oleh energi semu (yang belum memiliki massa) dan energi nyata yang memiliki massa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-7327</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 19:31:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-7327</guid>
		<description>Menurut Teori Minimalis Alam Semesta merupakan sistem terteutup yang jumlah energinya tetap yang berubah hanyalah ujudnya.
Energi akan membentuk body, dan mengalami proses transisi yang menimbulkan gelombang electro magnet.
Pada awalnya alam semesta hanya terisi oleh kutub utara monopole weber yang disebut energi terang (bright energi) dan kutub selatan weber weber yang disebut energi gelap (dark Energi). Kedua energi ini tak bermassa sehingga tak memerlukan ruang nyata.
Menurut TM waktu adalah urutan peristiwa dan dimulai sejak Tuhan YME memisahkan antara alam semesta dengan alam abadi. (Jadi jauh lebih awal dari dipisahkannya bumi dari langit).
Alam abadi tak berdimensi sedang alam semesta dikuasai oleh mula-mula ganya dimensi waktu.
TM menggunakan Formula Supernatural Modern untuk menginformasikan evolusi dan revolusi yang dialami oleh alam semesta. 
Formula itu adalah E= - x + y simana E adalah  keseimbangan  kutub selatan dan kutub utara atau atau jumlah  bright energy dan dark energy yang tertjadi saat kutub selatan berinteraksi dengan kutub utara membentuk suatu dipole.
x adalah variable yang menunjukkan besarnya bright energy, sedangkan y variable yang menunjukkan besarnya dark energy.
Secara matematik dinyatakan E = f(x.y) = - x + y
Jika x # y, maka E # 0 ,  pada saat E = 0, maka x = y = q
Q adalah quanta atau jumlah energi saat E = 0

Ada suatu teori yang menyatakan  sejak terjadinya (Big bang), hingga sekarang jumlah energi dalam alam semesta adalah nol. Atas dasar ini maka TM menginformasikan bahwa Big bang bukanlah awal terbentuknya alam semesta melainkan kelahiran Sub Alam Fisika, dimana terjadi materi bermassa yang jumlah energinya = 0 dari energi/body tak bermassa yang jumlah energinya # 0.Alam Semesta telah diciptakan Tuhan YME jauh sebelum Bigbang.
TM menyatakan dalam suatu sistem materi (partikel) yang memiliki massa haruslah E = 0 sehingga partikel membutuhkan energi luar utnuk dapat &quot;bergerak&quot; sedangkan 
non partikel (misalnya cahaya), yang masanya nol, dan E # 0 dapat bergerak karena memiliki E # 0.
Jika partikel (bermassa)  dipecah atau pecah maka akan menghasilkan partikel yang lebih sederhana dan energi fisika dan energi transien., disamping sinar alpa dan beta yang bermassa dan sinar gama yang berupa gelombang transien (gelombang electyro magnet. 
Contonya pada pemecahan inti atom oleh elektron yang bergerak dengan kecepatan tinggi (energi kinetiknya sangat besar hingga sanggup mengatasi gaya ikat inti atom.)
Tertarik? Cari lewat mesin pencari google: teori minimalis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Teori Minimalis Alam Semesta merupakan sistem terteutup yang jumlah energinya tetap yang berubah hanyalah ujudnya.<br />
Energi akan membentuk body, dan mengalami proses transisi yang menimbulkan gelombang electro magnet.<br />
Pada awalnya alam semesta hanya terisi oleh kutub utara monopole weber yang disebut energi terang (bright energi) dan kutub selatan weber weber yang disebut energi gelap (dark Energi). Kedua energi ini tak bermassa sehingga tak memerlukan ruang nyata.<br />
Menurut TM waktu adalah urutan peristiwa dan dimulai sejak Tuhan YME memisahkan antara alam semesta dengan alam abadi. (Jadi jauh lebih awal dari dipisahkannya bumi dari langit).<br />
Alam abadi tak berdimensi sedang alam semesta dikuasai oleh mula-mula ganya dimensi waktu.<br />
TM menggunakan Formula Supernatural Modern untuk menginformasikan evolusi dan revolusi yang dialami oleh alam semesta.<br />
Formula itu adalah E= &#8211; x + y simana E adalah  keseimbangan  kutub selatan dan kutub utara atau atau jumlah  bright energy dan dark energy yang tertjadi saat kutub selatan berinteraksi dengan kutub utara membentuk suatu dipole.<br />
x adalah variable yang menunjukkan besarnya bright energy, sedangkan y variable yang menunjukkan besarnya dark energy.<br />
Secara matematik dinyatakan E = f(x.y) = &#8211; x + y<br />
Jika x # y, maka E # 0 ,  pada saat E = 0, maka x = y = q<br />
Q adalah quanta atau jumlah energi saat E = 0</p>
<p>Ada suatu teori yang menyatakan  sejak terjadinya (Big bang), hingga sekarang jumlah energi dalam alam semesta adalah nol. Atas dasar ini maka TM menginformasikan bahwa Big bang bukanlah awal terbentuknya alam semesta melainkan kelahiran Sub Alam Fisika, dimana terjadi materi bermassa yang jumlah energinya = 0 dari energi/body tak bermassa yang jumlah energinya # 0.Alam Semesta telah diciptakan Tuhan YME jauh sebelum Bigbang.<br />
TM menyatakan dalam suatu sistem materi (partikel) yang memiliki massa haruslah E = 0 sehingga partikel membutuhkan energi luar utnuk dapat &#8220;bergerak&#8221; sedangkan<br />
non partikel (misalnya cahaya), yang masanya nol, dan E # 0 dapat bergerak karena memiliki E # 0.<br />
Jika partikel (bermassa)  dipecah atau pecah maka akan menghasilkan partikel yang lebih sederhana dan energi fisika dan energi transien., disamping sinar alpa dan beta yang bermassa dan sinar gama yang berupa gelombang transien (gelombang electyro magnet.<br />
Contonya pada pemecahan inti atom oleh elektron yang bergerak dengan kecepatan tinggi (energi kinetiknya sangat besar hingga sanggup mengatasi gaya ikat inti atom.)<br />
Tertarik? Cari lewat mesin pencari google: teori minimalis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: retty</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-7046</link>
		<dc:creator>retty</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 04:02:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-7046</guid>
		<description>every single particles in earth are from out there, and much more unknown. I believe, we can learn all about it. As Einstein said, we still look out from small window, there are so many things that waiting us to be revealed.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>every single particles in earth are from out there, and much more unknown. I believe, we can learn all about it. As Einstein said, we still look out from small window, there are so many things that waiting us to be revealed.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: e2</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-6957</link>
		<dc:creator>e2</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 08:51:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-6957</guid>
		<description>makacihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..........................Zaaaaaaaaaaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makacihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Zaaaaaaaaaaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-6926</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:14:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-6926</guid>
		<description>@krisnanda: Sampai sekarang kita masih belum tahu apa2 saja yang menyusun dark matter. Dark matter tidak memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat diamati. Keberadaannya hanya bisa dikenali melalui efek dari pengaruh gravitasinya saja. Mungkin nanti apabila eksperimen dg Large Hadron Collider mulai dijalankan, kita baru bisa memperoleh petunjuk mengenai apa sebenarnya dark matter itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@krisnanda: Sampai sekarang kita masih belum tahu apa2 saja yang menyusun dark matter. Dark matter tidak memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat diamati. Keberadaannya hanya bisa dikenali melalui efek dari pengaruh gravitasinya saja. Mungkin nanti apabila eksperimen dg Large Hadron Collider mulai dijalankan, kita baru bisa memperoleh petunjuk mengenai apa sebenarnya dark matter itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: krisnanda</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-6925</link>
		<dc:creator>krisnanda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 04:39:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-6925</guid>
		<description>isi dari dark matter apa sich?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>isi dari dark matter apa sich?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-6924</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 12:14:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-6924</guid>
		<description>@Zuhri: Pengaruhnya adalah membentuk alam semesta pada keadaan seperti yang kita lihat sekarang :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Zuhri: Pengaruhnya adalah membentuk alam semesta pada keadaan seperti yang kita lihat sekarang <img src='http://ias.dhani.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zuhri</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/09/21/galaksi-yang-didominasi-materi-gelap/comment-page-1/#comment-6922</link>
		<dc:creator>Zuhri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 04:41:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=316#comment-6922</guid>
		<description>Klo volume dark matter jauh lebih banyak dari ordinary matter, pengaruh nya bagi alam semesta apa dong...? Selain gravitasi? Apa dark matter juga mempengaruhi pembentukan ordinary matter juga di awal pembentukan alam semesta?

Peace.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Klo volume dark matter jauh lebih banyak dari ordinary matter, pengaruh nya bagi alam semesta apa dong&#8230;? Selain gravitasi? Apa dark matter juga mempengaruhi pembentukan ordinary matter juga di awal pembentukan alam semesta?</p>
<p>Peace.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
