<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Astronomi &#187; dwarf planet</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/tag/dwarf-planet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 10:24:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menyingkap Rahasia Atmosfer Pluto</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 16:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pluto, yang yang berukuran sekitar seperlima ukuran Bumi, sebagian besarnya tersusun atas batuan dan es. Terletak sejauh 40 kali rata-rata jarak Bumi ke Matahari, Pluto adalah dunia yang sangat dingin dengan suhu permukaan mencapai -220 derajat Celcius. Sejak dekade 1980-an telah diketahui bahwa Pluto memiliki atmosfer yang tipis yang didominasi oleh nitrogen dengan jejak metana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pluto, yang yang berukuran sekitar seperlima ukuran Bumi, sebagian besarnya tersusun atas batuan dan es. Terletak sejauh 40 kali rata-rata jarak Bumi ke Matahari, Pluto adalah dunia yang sangat dingin dengan suhu permukaan mencapai -220 derajat Celcius.</p>
<p>Sejak dekade 1980-an telah diketahui bahwa Pluto memiliki atmosfer yang tipis yang didominasi oleh nitrogen dengan jejak metana dan kemungkinan karbon dioksida. Tekanan atmosfernya hanya sekitar seperseratus ribu tekanan atmosfer Bumi, atau sekitar 0.015 milibar.</p>
<p>Sampai baru-baru ini, hanya lapisan atas dari Atmosfer Pluto yang dapat dipelajari. Dengan mengamati okultasi bintang (ESO 21/22), fenomena yang terjadi apabila suatu anggota tata surya menghalangi cahaya sebuah bintang di latar belakang, para astronom berhasil menunjukkan bahwa lapisan atas dari atmosfer dari Pluto adalah berkisar -170 derajat Celcius, atau sekitar 50 derajat lebih hangat daripada suhu di permukaannya. Observasi ini dapat memberikan petunjuk mengenai temperatur dan tekanan atmosferik di dekat permukaan Pluto. </p>
<p>Namun uniknya, observasi terkini menggunakan perangkat <em>CRyogenic InfraRed Echelle Spectrograph</em> (CRIRES) yang terpasang pada <em>Very Large Telescope</em> milik <em>European Space Observatory</em> (ESO) kini telah mengungkapkan bahwa atmosfer Pluto secara keseluruhan, bukan hanya di lapisan atasnya, memiliki suhu rata-rata sekitar -180 derajat Celcius, dan dengan demikian “jauh lebih panas” daripada suhu permukaannya.</p>
<p>Berkebalikan dengan atmosfer Bumi, di Pluto temperatur justeru meningkat seiring bertambahnya ketinggian. Perubahan suhunya berkisar 3 hingga 15 derajat per kilometer. Di Bumi, dalam kondisi normal, temperatur berkurang sekitar 6 derajat setiap kilometer ketinggian. </p>
<p>Alasan mengapa permukaan Pluto sedemikian dingin berhubungan dengan eksistensi atmosfer Pluto, yakni karena terjadinya sublimasi es di permukaan; analog dengan keringat yang mendinginkan tubuh saat menguap dari permukaan kulit kita, sublimasi ini memiliki efek pendinginan pada permukaan Pluto. Dari segi ini, Pluto memiliki sifat yang sama dengan komet, dimana bagian coma dan ekornya juga terbentuk dari es yang menyublim saat komet mendekati Matahari.</p>
<p>Observasi menggunakan CRIRES juga mengindikasikan bahwa metana adalah gas paling berlimpah nomor dua di atmosfer Pluto, merepresentasikan setengah persen dari molekul-molekul yang ada. “Kami berhasil menunjukkan bahwa jumlah sebesar itu memainkan peranan penting dalam proses pemanasan di atmosfer dan dapat menjelaskan peningkatan suhu atmosferik,” jelas Emmanuel Lellouch, penulis utama makalah yang melaporkan penemuan ini.</p>
<p>“Menarik untuk dipikirkan bahwa dengan CRIRES kami dapat mengukur secara presisi jejak suatu gas dalam atmosfer 100.000 kali lebih tipis daripada di Bumi, pada objek yang lima kali lebih kecil dari planet kita dan terletak di tepi tata surya,” ungkap <em>co-author</em>, Hans-Ulrich Käufl. “Kombinasi CRIRES dan VLT adalah seperti memiliki satelit penelitian atmosfer yang mengorbit Pluto.”</p>
<p>Dua model yang berbeda dapat menjelaskan properti atmosfer Pluto. Dalam model pertama, para astronom mengasumsikan bahwa permukaan Pluto dilingkupi oleh lapisan tipis metana, yang menempati sublimasi bekuan nitrogen. Skenario kedua melibatkan keberadaan metana murni di permukaan Pluto. 	</p>
<p>Menentukan mana yang paling tepat diantara keduanya akan membutuhkan studi yang lebih intensif saat Pluto bergerak menjauh dari Matahari. “Dan tentu saja, wahana antariksa New Horizon milik NASA akan menyediakan lebih banyak petunjuk saat mencapai planet kerdil itu pada 2015 nanti,” tukas Lellouch.</p>
<p>Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal <em>Astronomy and Astrophysics</em> pada Februari lalu dalam makalah berjudul <em>Pluto&#8217;s lower atmosphere structure and methane abundance from high-resolution spectroscopy and stellar occultations</em> oleh E. Lellouch et al. (<em>www.eso.org</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makemake, Anggota Terbaru Plutoid</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/07/17/makemake-anggota-terbaru-plutoid/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/07/17/makemake-anggota-terbaru-plutoid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 17:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Pada 11 Juli 2008, Uni Astronomi Internasional (International Astronomical Union, IAU), telah memasukkan objek sabuk kuiper yang dikenal sebagai Makemake (136472 Makemake) kedalam kelompok plutoid. Dengan demikian, objek tersebut kini resmi diklasifikasikan sekaligus sebagai planet kerdil dan plutoid, bersama dengan dua objek sejenisnya, Pluto dan Eris. Ditemukan pada 31 Maret 2005, beberapa hari sebelum perayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 11 Juli 2008, Uni Astronomi Internasional (<em>International Astronomical Union</em>, IAU), telah memasukkan objek sabuk kuiper yang dikenal sebagai Makemake (136472 Makemake) kedalam kelompok plutoid. Dengan demikian, objek tersebut kini resmi diklasifikasikan sekaligus sebagai planet kerdil dan plutoid, bersama dengan dua objek sejenisnya, Pluto dan Eris.</p>
<p>Ditemukan pada 31 Maret 2005, beberapa hari sebelum perayaan paskah, oleh tim astronom pimpinan Michael Brown, keberadaanya baru diumumkan pada 29 Juli 2005 bersamaan dengan pengumuman penemuan Eris. Setelah sebelumnya sempat disebut sebagai “Easterbuny” (kelinci paskah), objek ini kemudian diberi nama resmi sebagai “Makemake” (dilafalkan <em>ma-kay-ma-kay</em>), diambil dari nama dewa kemanusiaan dan dewa kesuburan dalam mitologi penduduk di  pulau Rapa Nui di Pasifik Selatan, yang lebih dikenal sebagai pulau Paskah <em>(Easter Island</em>). Nama ini sengaja dipilih untuk menjaga keterkaitannya dengan Paskah.</p>
<p>Dengan magnitudo tampak sebesar 16,7 Mag., Makemake saat ini adalah objek sabuk kuiper paling cemerlang setelah Pluto. Walapun besarnya masih belum dapat diukur secara akurat, namun berdasarkan pengamatan dalam panjang gelombang inframerah oleh teleskop antariksa Spitzer, ditambah adanya kesamaan spektrum dengan Pluto, maka diameternya diperkirakan sekitar 1.500 (+400/-200) km, menempatkannya sebagai objek Trans-Neptunian terbesar nomor tiga setelah Eris dan Pluto.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/07/17/makemake-anggota-terbaru-plutoid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katagori Baru: Plutoid</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dua tahun berlalu semenjak memperkenalkan katagori planet kerdil (dwarf planets), Uni Astronomi Internasional (International Astronomical Union, IAU) kini telah memutuskan penggunaan sebutan “plutoid” untuk objek-objek transneptunian yang serupa dengan Pluto. Sebutan ini ditetapkan pada pertemuan komite eksekutif IAU di Oslo, Norwegia, baru-baru ini. Plutoid didefinisikan sebagai benda angkasa yang mengorbit Matahari pada jarak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir dua tahun berlalu semenjak memperkenalkan katagori planet kerdil (<em>dwarf planets</em>), Uni Astronomi Internasional (<em>International Astronomical Union</em>, IAU) kini telah memutuskan penggunaan sebutan “<em>plutoid</em>” untuk objek-objek transneptunian yang serupa dengan Pluto. Sebutan ini ditetapkan pada pertemuan komite eksekutif IAU di Oslo, Norwegia, baru-baru ini.</p>
<p><em>Plutoid</em> didefinisikan sebagai benda angkasa yang mengorbit Matahari pada jarak yang lebih jauh dari Neptunus dan memiliki massa yang cukup agar gravitasinya sendiri dapat mengatasi gaya dari suatu benda tegar sehingga diasumsikan memiliki bentuk keseimbangan ekuilibrium (mendekati bentuk bundar), serta berbagi lintasan orbitnya dengan objek sejenis.<span id="more-209"></span> Dua planet kerdil yang telah dikenal, Pluto dan Eris, kini telah dimasukkan dalam keluarga <em>plutoid</em>. Seiring kemajuan dalam penemuan sains, maka diperkirakan akan lebih banyak lagi <em>plutoid</em> yang akan dikenali di masa mendatang</p>
<p>Ceres, yang bersama dengan Pluto dan Eris digolongkan sebagai planet kerdil, tidak dapat dikatagorikan sebagai <em>plutoid</em> dikarenakan orbitnya yang masih berada di dalam orbit Neptunus. Seperti diketahui, Ceres mengorbit Matahari di sabuk Asteroid, di antara orbit planet Mars dan Jupiter. Hingga kini Ceres masih merupakan satu-satunya objek di kelasnya sehingga belum diperlukan adanya katagori khusus untuk objek serupa Ceres.</p>
<p>Pertemuan di Oslo juga membahas penamaan plutoid baru. Diputuskan bahwa objek Tata Surya yang memiliki sumbu semimayor lebih besar dari Neptunus dan magnitudo absolut lebih besar dari H = +1 magnitud otomatis akan dianggap sebagai <em>plutoid</em> dan akan diberi nama oleh <em>Committee on Small Body Nomenclature</em> (CSBN) serta <em>Working Group for Planetary System Nomenclature</em> (WGPSN). Keduanya adalah komite dan kelompok kerja dibawah payung IAU. Nama yang diajukan tim penemu akan diberikan sebagai nama kehormatan. Namun jika dalan penelitian lanjutan objek tersebut tidak cukup masif dan tidak memenuhi kualifikasi plutoid, maka objek itu bisa tetap memakai namanya namun katagorinya akan dirubah. (<em>iau.org</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama untuk 2003 UB313, Nomor untuk Pluto</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2006 16:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[2003 UB313, objek yang sempat disebut-sebut sebagai calon planet kesepuluh di tata surya sebelum akhirnya digolongkan sebagai planet kerdil (dwarfs planet) oleh IAU, kini telah memperoleh nama resmi: Eris (136199 Eris). Nama ini diambil dari nama Dewi Kekacauan dan Perselisihan bangsa Yunani Kuno. Pemberian nama ini diumumkan oleh IAU pada Rabu 13 September lalu. Sebelumnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2003 UB313, objek yang sempat disebut-sebut sebagai calon planet kesepuluh di tata surya sebelum akhirnya digolongkan sebagai planet kerdil (<em>dwarfs planet</em>) oleh <a href="http://www.iau.org/">IAU</a>, kini telah memperoleh nama resmi: Eris (136199 Eris).</p>
<p>Nama ini diambil dari nama Dewi Kekacauan dan Perselisihan bangsa Yunani Kuno. Pemberian nama ini diumumkan oleh IAU pada Rabu 13 September lalu. Sebelumnya, 2003 UB313 secara tidak resmi sempat dinamai sebagai Xena, diambil dari nama tokoh dalam sebuah serial televisi.</p>
<p>Pemberian nama ini disambut baik oleh penemunya, Michael Brown, dari <em>California Institute of Technology</em>. Pilihan nama Eris untuk 2003 UB313 dianggap sangat relevan. Dalam mitologi, Eris adalah penyebab perselisihan diantara para Dewi sehingga memicu terjadinya perang Troya. Di sisi lain, penemuan Eris telah mendorong para astronom untuk menetapkan definisi planet, yang berujung kepada hilangnya status keplanetan Pluto&#8211;sebuah keputusan yang belakangan menyulut kontroversi.</p>
<p>IAU juga telah menetapkan nama resmi untuk satelit (bulan) Eris, yakni Dysnomia, diambil dari nama anak perempuan Eris yang dikenal sebagai penguasa dari keadaan tanpa-aturan (<em>lawlessness</em>). Nama ini sekaligus mengobati kekecewaan penggemar serial Xena, mengingat secara kebetulan serial tersebut diperankan oleh Lucy Lawless.</p>
<p>Sementara itu, memindak-lanjuti keputusan IAU yang menggolongkan Pluto sebagai planet kerdil, <a href="http://cfa-www.harvard.edu/iau/mpc.html">Minor Planet Center</a> (MPC) telah memberi nomor 134340 untuk Pluto. Penomoran ini untuk mengikuti aturan baku mengenai penamaan objek kecil di tata surya yang orbitnya telah dikenali secara akurat. Dengan demikian, objek yang sempat menjadi planet kesembilan di tata surya itu kini dikenal sebagai 134340 Pluto.</p>
<p>Satelit-satelit yang mengelilingi Pluto, yakni Charon, Nix, dan Hydra dianggap sebagai satu sistem sehingga tidak diberikan penomoran berbeda. Ketiganya hanya akan disebut sebagai 134340 I, II, dan III.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pluto Dicoret dari Jajaran Planet</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2006 08:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Konferensi IAU yang berakhir 24 Agustus kemarin akhirnya memutuskan untuk mencoret Pluto dari jajaran planet di tata surya. Dengan demikian, jumlah planet anggota tata surya kini berkurang menjadi hanya 8 planet. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang diikuti lebih dari 2.500 astronom dari 75 negara pada konferensi yang berlangsung di Praha, Republik Ceko tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konferensi IAU yang berakhir 24 Agustus kemarin akhirnya memutuskan untuk mencoret Pluto dari jajaran planet di tata surya. Dengan demikian, jumlah planet anggota tata surya kini berkurang menjadi hanya 8 planet. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang diikuti lebih dari 2.500 astronom dari 75 negara pada konferensi yang berlangsung di Praha, Republik Ceko tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, IAU menetapkan kriteria baru bagi &#8220;planet&#8221;, yakni benda antariksa yang (a) mengorbit matahari, (b) memiliki massa yang cukup besar hingga gravitasinya cukup kuat untuk mengikatnya menjadi objek yang berbentuk bundar, dan (c) di sekitar garis orbitnya tidak didapati objek sejenis. Adalah point (c) dari kriteria baru ini yang membuat Pluto kehilangan status keplanetannya. Seperti kita ketahui, garis orbit Pluto menyilang orbit Neptunus.*</p>
<p>Selanjutnya, Pluto diklasifikasi ulang sebagai anggota dari <em>Dwarf Planet</em> (planet kerdil), yang antara lain beranggotakan 2003 UB313, Charon, Ceres, dan beberapa objek sejenis yang semula disebut-sebut merupakan kandidat planet. Disamping itu, IAU juga menetapkan klasifikasi <em>Small Solar System Bodies</em> yang mencakup anggota tata surya semacam asteroid, komet, satelit, maupun objek-objek kecil lainnya. Kedua klasifikasi ini melengkapi 8 planet &#8220;klasik&#8221; di tata surya: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. <a href="http://www.cnn.com/2006/TECH/space/08/24/pluto.ap/index.html"><strong>Berita selengkapnya</strong></a></p>
<p>___<br />
<small>*) Point (c) pada kriteria tersebut diterjemahkan dari pernyataan aslinya dalam bahasa Inggris &#8220;<em>has cleared the neighbourhood around its orbit</em>&#8220;. Kalimat ini belakangan disebut-sebut memiliki makna yang ambigu. Situs-situs berita yang kredibel seperti <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/5282440.stm">BBC</a> dan <a href="http://cnn.com/2006/TECH/space/08/24/pluto.ap/index.html">CNN</a> menyebutkan bahwa Pluto kehilangan status keplanetannya sehubungan dengan point ini karena garis edarnya menyilang orbit Neptunus. Namun di sisi lain, statement ini juga diartikan bahwa sebuah planet harus bisa membersihkan lintasan orbitnya dari objek-objek serupa. Dengan demikian, faktor yang mengeliminasi pluto dari keluarga planet adalah karena di sekitar orbitnya juga ditemui objek-objek lain (Objek Sabuk Kuiper atau Trans Neptunian Object, TNO). Hal ini juga yang menyebabkan Ceres gagal dimasukkan ke keluarga planet, yaitu karena ada banyak asteroid lain yang berada di sekitar orbitnya. <a href="http://www.iau2006.org/mirror/www.iau.org/iau0603/index.html">Rilis dari IAU</a> sendiri tidak menyebutkan secara spesifik mengenai pengertian kalimat tersebut. Pengertian dari &#8220;<em>clearing the neighbourhood</em>&#8221; dibahas dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clear_the_neighborhood">sebuah entri di Wikipedia</a>.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

