<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Astronomi &#187; Mars</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/tag/mars/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 10:24:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Masa Lalu Mars yang Basah</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/07/28/masa-lalu-mars-yang-basah/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/07/28/masa-lalu-mars-yang-basah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 16:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Dua studi terpisah yang didasarkan atas data yang didapat dari wahana Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA telah mengungkapkan bahwa planet merah tersebut di suatu waktu pernah menyimpan danau-danau yang luas, sungai yang mengalir serta lingkungan berair lainnya yang potensial untuk mendukung bentuk kehidupan. Salah satu studi, diterbitkan di jurnal Nature pada 17 Juli lalu menunjukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua studi terpisah yang didasarkan atas data yang didapat dari wahana <em>Mars Reconnaissance Orbiter</em> milik NASA telah mengungkapkan bahwa planet merah tersebut di suatu waktu pernah menyimpan danau-danau yang luas, sungai yang mengalir serta lingkungan berair lainnya yang potensial untuk mendukung bentuk kehidupan.</p>
<p>Salah satu studi, diterbitkan di jurnal Nature pada 17 Juli lalu menunjukkan daerah yang luas dari dataran tinggi purba di Mars, yang meliputi sekitar setengah permukaan planet tersebut, mengandung mineral tanah liat, yang hanya bisa terbentuk apabila terdapat air. <span id="more-237"></span>Lava vulkanis terkubur dibawah daerah yang kaya akan tanah liat dalam periode yang lebih kering pada sejarah planet itu. Data ini diperoleh dari perangkat <em>Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars</em> (CRISM) dan sejumlah instrumen lainnya pada wahana tersebut.</p>
<p>Mineral yang mirip tanah liat, disebut <em>phyllosilicates</em>, tersebut menyimpan catatan interaksi air dengan batuan dari masa yang dikenal sebagai periode Noachian pada sejarah planet Mars, sekitar 4,6 miliar hingga 3,8 miliar tahun lalu. Periode ini berhubungan dengan masa-masa awal dari tata surya, dimana Bumi, Bulan, dan Mars secara konstan dibombardir oleh komet dan meteorit. Di bumi, batuan dari periode ini sebagian besar telah dihancurkan dalam lempeng tektonik. Sementara di bulan, batuan tersebut terawetkan dengan baik, namun tidak pernah berinteraksi dengan air cair. Batuan Mars yang mengandung <em>phyllosilicates</em> menyimpan catatan yang unik tentang lingkungan dengan air berbentuk cair yang mungkin sesuai untuk mendukung kehidupan pada masa awal tata surya.</p>
<p align=center><img src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/07/mars_wet_past_0708.jpg" alt="" title="mars_wet_past_0708" width="400" height="298" class="aligncenter size-full wp-image-238" /><br />
<em>Citra dari kawah Jazero, yang diperkirakan pernah menyimpan danau. Aliran sungai purba yang membawa mineral mirip tanah liat (ditunjukkan dalam warna hijau) ke dalam danau membentuk sebuah delta. Tanah liat kemudian mengendap di dasar danau dan dapat mengawetkan materi organik. (Gambar: NASA/JPL/JHUAPL/MSSS/Brown University)</em></p>
<p>Seperti dijelaskan oleh John Mustard, anggota tim CRISM dari <em>Brown University</em> dan penulis utama studi tersebut, mineral-mineral tersebut menunjukkan adanya keragaman pada lingkungan yang basah di Mars. “Pada kebanyakan lokasi, batuan sedikit terkikis oleh air cair, namun di sejumlah kecil lokasi, batuan tersebut telah sedemikian terkikis, seperti sejumlah besar air telah megalir diantara batuan dan tanah.”</p>
<p>Sementara itu, studi lain yang dipublikasikan pada jurnal <em>Nature Geosciences</em> edisi 2 Juni mengungkapkan bahwa lingkungan basah di Mars berlangsung selama periode yang cukup lama. Ribuan hingga jutaan tahun setelah tanah liat terbentuk, sebuah sistem aliran sungai mengerosi lapisan ini dari dataran tinggi dan mengumpulkannya di sebuah delta, dimana sugai bermuara pada sebuah danau kawah berdiameter sekitar 25 mil (40 km), atau sedikit lebih besar dari danau Tahoe di California.</p>
<p>“Penyebaran tanah liat di dasar danau purba tersebut menunjukkan bahwa  genangan air telah ada disana selama ribuan tahun,” jelas Bethany Ehlmann, anggota tim CRISM lainnya dari Brown University. Ehlmann adalah penulis utama dari makalah tentang danau purba pada kawah benturan meteorit, dinamai kawah Jazero, yang terletak di belahan utara Mars. “Tanah liat sangat baik dalam mengawetkan materi organik, hingga sekiranya kehidupan pernah ada di kawasan ini, ada kemungkinan bahwa unsur-unsur kimianya terawetkan di delta.”</p>
<p>Resolusi spasial dan spektral yang dimiliki perangkat CRISM lebih baik daripada spektrometer yang pernah dikirim ke Mars sebelumnya, dan mengungkap variasi dalam jenis dan komposisi mineral <em>phyllosilicate</em>. Dengan mengkombinasikan data dari CRISM dan perangkat <em>Context Imager and High Resolution Imaging Science Experiment</em> yang dibawa wahana yang sama, tim Ehlmann mengidentifikasi tiga golongan utama dari mineral yang berhubungan dengan air yang berasal dari awal periode Noachian. Variasi mineral itu menunjukkan perbedaan proses atau perbedaan tipe lingkungan basah yang telah membentuknya.</p>
<p>Para ilmuwan berniat memanfaatkan data penemuan ini untuk menentukan lokasi pendaratan wahana berikutnya yang akan mencari senyawa kimia organik serta mencari tahu apakah kehidupan pernah berkembang di Mars. (<em>mars.jpl.nasa.gov/mro</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/07/28/masa-lalu-mars-yang-basah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es di Permukaan Mars?</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/06/26/es-di-permukaan-mars/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/06/26/es-di-permukaan-mars/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 15:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun masih belum bisa dibuktikan secara langsung melalui pengukuran ilmiah, para ilmuwan meyakini bahwa mereka telah berhasil menemukan keberadaan es di permukaan Mars. Hal tersebut dapat dilihat dari material misterius berwarna putih yang terlihat di permukaan Mars beberapa hari terakhir. Citra yang dikirimkan wahana Phoenix Mars Lander memperlihatkan material yang berwarna lebih cerah daripada lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun masih belum bisa dibuktikan secara langsung melalui pengukuran ilmiah, para ilmuwan meyakini bahwa mereka telah berhasil menemukan keberadaan es di permukaan Mars. Hal tersebut dapat dilihat dari material misterius berwarna putih yang terlihat di permukaan Mars beberapa hari terakhir.</p>
<p>Citra yang dikirimkan wahana Phoenix Mars Lander memperlihatkan material yang berwarna lebih cerah daripada lingkungan sekitarnya di ujung lokasi pengerukan sampel. Hal ini sempat memancing keingin-tahuan para ilmuwan yang terlibat mengenai apakah apakah material tersebut benar-benar es seperti perkiraan selama ini ataukah onggokan garam.<span id="more-211"></span></p>
<p>Namun, pengamatan selama beberapa hari menunjukkan bahwa bagian yang berwarna putih tersebut berangsur-angsur menghilang. Dengan demikian, kemungkinan besar material tersebut memang es yang kemudian menguap setelah terpapar suhu yang lebih hangat di permukaan. Garam tak mungkin hilang karena tidak menguap. Demikian seperti dijelaskan oleh Peter Smith, salah satu peneliti utama misi Phoenix.</p>
<p align=center><img src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/06/190106p.jpg" alt="" title="190106p" width="298" height="225" class="aligncenter size-full wp-image-212" /><br />
<em>Citra permukaan Mars yang diambil tanggal 15 Juni (kiri) dan 19 Juni (kanan). Lapisan putih tipis di sebelah kiri terlihat menyusut, diperkirakan akibat penguapan. (Gambar: NASA)</em></p>
<p>Sekalipun demikian, bukti yang lebih akurat mengenai ada tidaknya es di Mars masih terus digali dengan mempelajari sampel tanah yang didapat. Saat berita ini diturunkan, Phoenix telah selesai melakukan pengambilan sampel dari lokasi dimana bercak putih tersebut ditemui. Sampel tersebut kini sedang dianalisis oleh laboratorium mini pada wahana Phoenix. </p>
<p>Phoenix mendarat di daerah yang dekat dengan kutub utara Mars. Para ilmuwan yakin di bawah permukaan tanah di lokasi pendaratannya terdapat es. Misi utama wahana pendarat milik badan antariksa AS ini membuktikan hal tersebut sekaligus mempelajari apakah lingkungan di planet merah tersebut mendukung keberadaan organisme hidup. (<em>mars.jpl.nasa.gov</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/06/26/es-di-permukaan-mars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phoenix Mendarat di Permukaan Mars</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/05/26/phoenix-mendarat-di-permukaan-mars/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/05/26/phoenix-mendarat-di-permukaan-mars/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 16:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[probe]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menempuh perjalanan panjang selama hampir 10 bulan, melintasi jarak 422 juta mil, wahana pendarat Phoenix yang dioperasikan NASA akhirnya berhasil mendarat di lingkaran kutub utara Mars. Phoenix mendarat pada Senin pagi, 26 Mei waktu Indonesia. Sinyal radio yang diterima pada 25 Mei pukul 16:53:44 Waktu Pasifik (26 Mei, 06:53:44 WIB) menunjukkan bahwa wahana tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menempuh perjalanan panjang selama hampir 10 bulan, melintasi jarak 422 juta mil, wahana pendarat Phoenix yang dioperasikan NASA akhirnya berhasil mendarat di lingkaran kutub utara Mars. Phoenix mendarat pada Senin pagi, 26 Mei waktu Indonesia.</p>
<p>Sinyal radio yang diterima pada 25 Mei pukul 16:53:44 Waktu Pasifik (26 Mei, 06:53:44 WIB) menunjukkan bahwa wahana tersebut berhasil bertahan dalam proses pendaratan yang sulit dan berbahaya, dan telah menyentuh permukaan Mars 15 menit sebelum sinyal diterima. <span id="more-204"></span>Selisih waktu tersebut adalah saat yang dibutuhkan sinyal dari wahana tersebut untuk melaju dengan kecepatan cahaya menuju Bumi. Konfirmasi ini disambut sorak sorai oleh para anggota tim di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, <em>Lockheed Martin Space Systems</em> di Denver, dan di <em>University of Arizona</em>.</p>
<p>Citra pertama yang diterima dari Phoenix setelah mendarat adalah gambar panel surya wahana tersebut. Citra ini digunakan para pengendali di Bumi untuk memastikan panel surya telah mengembang secara sempurna. Gambar permukaan yang diterima selanjutnya menunjukkan daerah yang relatif datar dengan hanya sedikit bebatuan dan tidak didapati adanya es.</p>
<p align="center"><img class="alignnone size-full wp-image-206" title="phx-landscape-226" src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/05/raw-solarpanel-226.jpg" alt="" /> <img class="alignnone size-full wp-image-206" title="phx-landscape-226" src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/05/phx-landscape-226.jpg" alt="" /><br />
<em>Citra panel surya Phoenix (kiri) dan pemandangan di lokasi pendaratan (kanan)<br />
(Gambar: NASA)</em></p>
<p>Dalam misi yang direncanakan berlangsung selama 3 bulan kedepan, Phoenix akan mempelajari lapisan es yang ada dibawah permukaan tanah di planet merah tersebut. Wahana ini membawa instrumen ilmiah khusus untuk menganalisis apakah lapisan es tersebut di suatu waktu pernah meleleh dan apakah terdapat bahan kimia organik pada lapisan tanah beku di Mars. Keduanya adalah pertanyaan kunci dalam mengevaluasi apakah lingkungan Mars pernah mendukung bentuk kehidupan mikrobial.</p>
<p>Phoenix dikembangkan berdasarkan wahana yang semula direncanakan untuk dikirim pada 2001, namun kemudian dibatalkan menyusul kegagalan pendaratan wahana serupa pada 1999. Para peneliti yang mengusulkan misi Phoenix pada 2002 melihat wahana yang tak terpakai itu sebagai suatu kesempatan ilmiah. Sebelumnya, di tahun yang sama, wahana Mars Odyssey menemukan sejumlah besar es air yang tersimpan dibawah permukaan pada darah lintang tinggi di Mars. NASA kemudian memilih proposal Phoenix diantara 24 proposal lain sebagai misi lanjutan ke Mars.</p>
<p>Phoenix juga akan mempelajari aspek lainnya dari tanah dan atmosfer Mars menggunakan kemampuan peralatan yang belum pernah digunakan sebelumnya, termasuk seperangkat stasiun cuaca yang dibuat di Canada. (<em>mars.jpl.nasa.gov</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/05/26/phoenix-mendarat-di-permukaan-mars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Hantaman Asteroid di Mars Berkurang</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/01/12/potensi-hantaman-asteroid-di-mars-berkurang/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/01/12/potensi-hantaman-asteroid-di-mars-berkurang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 07:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2008/01/12/potensi-hantaman-asteroid-di-mars-berkurang/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pertama kali diberitakan pada bulan lalu, hasil pengamatan dari empat observatorium terhadap asteroid 2007 WD5 menunjukkan bahwa kemungkinan bahwa asteroid tersebut akan menghantam Mars berkurang secara drastis. Perhitungan terakhir menunjukkan bahwa peluang tumbukan asteroid tersebut di Mars hanya berkisar 1 berbanding 10.000 kesempatan atau sekitar 0,01%. Perkiraan terbaik saat ini menyatakan bahwa asteroid tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pertama kali <a href=http://ias.dhani.org/2007/12/22/potensi-hantaman-asteroid-di-mars/>diberitakan</a> pada bulan lalu, hasil pengamatan dari empat observatorium terhadap asteroid 2007 WD5 menunjukkan bahwa kemungkinan bahwa asteroid tersebut akan menghantam Mars berkurang secara drastis. Perhitungan terakhir menunjukkan bahwa peluang tumbukan asteroid tersebut di Mars hanya berkisar 1 berbanding 10.000 kesempatan atau sekitar 0,01%.</p>
<p>Perkiraan terbaik saat ini menyatakan bahwa asteroid tersebut hanya akan melintas pada jarak 26.000 km dari pusat planet (sekitar 7 kali radius Mars dari permukaan) pada sekitar pukul 12:00 UTC (19:00 WIB). <span id="more-170"></span>Perhitungan dengan ketepatan 99,7% menunjukkan bahwa asteroid tersebut tidak akan berada pada jarak lebih dekat dari 4000 km dari permukaan Mars sehingga praktis tidak akan mencapai permukaan planet tersebut.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, asteroid 2007 WD5 saat ini sedang bergerak menuju orbit mars dengan kecepatan mencapai sekitar 27.900 mil/jam (44.900 km/jam). Karena orbit asteroid tersebut masih belum dapat dipastikan, maka para astronom sempat memperkirakan bahwa terdapat kemungkinan 1 banding 75 kesempatan bahwa 2007 WD5 akan menumbuk permukaan Mars. Namun observasi terkini menunjukkan bahwa perkiraan tersebut terus berubah secara cepat, dan berakhir pada kesimpulan ini. (<i>neo.jpl.nasa.gov</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/01/12/potensi-hantaman-asteroid-di-mars-berkurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Hantaman Asteroid di Mars</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/12/22/potensi-hantaman-asteroid-di-mars/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/12/22/potensi-hantaman-asteroid-di-mars/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 16:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/12/22/kemungkinan-hantaman-asteroid-di-mars/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah asteroid berdiameter sekitar 164 kaki (50 m) diperkirakan akan menyilang lintasan orbit planet Mars pada awal tahun depan. Hasil observasi oleh para astronom yang dianalisis oleh program Near Earth Object, NASA, mengindikasikan bahwa objek tersebut akan melintas dalam jarak sekitar 30.000 mil (48.280 km) dari Mars pada 30 Januari 2008 mendatang, sekitar pukul 10.55 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah asteroid berdiameter sekitar 164 kaki (50 m) diperkirakan akan menyilang lintasan orbit planet Mars pada awal tahun depan. Hasil observasi oleh para astronom yang dianalisis oleh program <i>Near Earth Object</i>, NASA, mengindikasikan bahwa objek tersebut akan melintas dalam jarak sekitar 30.000 mil (48.280 km) dari Mars pada 30 Januari 2008 mendatang, sekitar pukul 10.55 UT (05.55 WIB).</p>
<p>Asteroid tersebut, dinamai 2007 WD5, saat ini berada pada separuh jalan antara Bumi dan Mars dan melaju pada kecepatan 27.900 mil/jam (44.900 km/jam). <span id="more-163"></span>Karena orbit sesungguhnya dari asteroid ini masih belum dapat dipastikan, maka terdapat kemungkinan, walaupun kecil &#8212; sekitar 1 berbanding 75 kesempatan &#8212; bahwa 2007 WD5 akan menghantam permukaan Mars. Apabila hal ini benar-benar terjadi, maka asteroid tersebut akan jatuh di suatu tempat di belahan utara Mars. </p>
<p>Asteroid tersebut pertama kali ditemukan pada 20 November 2007 oleh <i>Catalina Sky Survey</i> yang dibiayai oleh NASA, dan kemudian dimasukkan kedalam &#8220;<i>watch list</i>&#8221; karena lintasannya yang cukup dekat dengan garis orbit Bumi. Pengamatan lebih jauh melalui observatorium Kitt Peak di Arizona dan observatorium Magdalena Ridge di New Mexico yang juga disponsori NASA memberikan cukup banyak data bagi para ilmuwan untuk memastikan bahwa asteroid tersebut tidak membahayakan Bumi, namun berpotensi untuk menghantam Mars. </p>
<p>Pada saat ini, 2007 WD5 masih berada pada posisi yang cukup sulit untuk diamati dari Bumi. Namun pada awal Januari mendatang, para astronom akan kembali dapat mengamati asteroid tersebut. Diharapkan pada saat itu pengukuran yang lebih akurat terhadap bidang orbitnya dapat dilakukan.</p>
<p>Apabila benar-benar terjadi, maka asteroid tersebut akan menumbuk permukaan Mars dengan kecepatan sekitar 8,4 mil/detik (13,5 km/detik), dengan melepaskan energi yang setara dengan ledakan 3 megaton TNT. Para ilmuwan percaya bahwa skala tumbukan ini setara dengan peristiwa serupa yang pernah terjadi di Bumi pada tahun 1908. Saat itu, sebuah objek (mungkin meteorit atau komet) jatuh di daerah Tunguska, Siberia. Peristiwa ini tidak meninggalkan bekas berupa kawah karena objek yang menjadi penyebab diperkirakan telah pecah oleh gesekan dengan atmosfer Bumi sebelum sempat mencapai permukaan. Namun sebuah ledakan dahsyat di udara telah menghancurkan area yang luas dari suatu wilayah hutan yang untungnya tidak berpenghuni. (<i>neo.jpl.nasa.gov</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/12/22/potensi-hantaman-asteroid-di-mars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mars Kembali Mendekat</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/12/07/mars-kembali-mendekat/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/12/07/mars-kembali-mendekat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 16:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/12/07/mars-kembali-mendekat/</guid>
		<description><![CDATA[Planet Mars akan kembali berada pada oposisi dengan Bumi pada 24 Desember 2007 mendatang. Enam hari sebelumnya, pada 18 Desember 2007, planet merah tersebut akan mencapai jarak terdekat dengan Bumi selama penampakannya (sekitar 88.42 juta km atau 0.58935 AU). Jarak ini sebenarnya tidak terlampau dekat mengingat Mars saat ini sedang mendekati titik aphelion (titik terjauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Planet Mars akan kembali berada pada oposisi dengan Bumi pada 24 Desember 2007 mendatang. Enam hari sebelumnya, pada 18 Desember 2007, planet merah tersebut akan mencapai jarak terdekat dengan Bumi selama penampakannya (sekitar 88.42 juta km atau 0.58935 AU). Jarak ini sebenarnya tidak terlampau dekat mengingat Mars saat ini sedang mendekati titik aphelion (titik terjauh dari Matahari) dalam orbitnya.</p>
<p>Dalam penampakan kali ini, Mars dapat diamati di arah utara, pada rasi Gemini. <span id="more-160"></span>Pada saat oposisi, pengamat di belahan bumi utara dapat menyaksikan planet ini pada posisi cukup tinggi di meridian langit. Sebaliknya, bagi pengamat di belahan selatan, termasuk juga Indonesia, Mars akan terlihat pada posisi cukup rendah. Pada jarak terdekatnya dengan Bumi, Mars hanya akan bersinar pada magnitudo -1.64 dengan diameter 15.88 detik busur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/12/07/mars-kembali-mendekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deposit Misterius di Permukaan Mars</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/11/14/deposit-misterius-di-permukaan-mars/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/11/14/deposit-misterius-di-permukaan-mars/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 12:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/11/14/deposit-misterius-di-permukaan-mars/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem radar dari wahana Mars Express milik badan ruang angkasa Eropa, ESA, telah menyingkap rincian terbaru mengenai suatu deposit paling misterius di permukaan Mars: Formasi Medusae Fossae. Ini adalah pengukuran langsung pertama mengenai kedalaman dan sifat kelistrikan dari material tersebut, menyediakan petunjuk baru mengenai asal-usulnya. Formasi Medusae Fossae (Medusae Fossae Formation, MFF) adalah deposit di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem radar dari wahana Mars Express milik badan ruang angkasa Eropa, ESA, telah menyingkap rincian terbaru mengenai suatu deposit paling misterius di permukaan Mars: Formasi Medusae Fossae. Ini adalah pengukuran langsung pertama mengenai kedalaman dan sifat kelistrikan dari material tersebut, menyediakan petunjuk baru mengenai asal-usulnya.</p>
<p>Formasi Medusae Fossae (<i>Medusae Fossae Formation</i>, MFF) adalah deposit di permukaan Mars yang menyimpan keunikan dan teka-teki tersendiri.<span id="more-156"></span> Ditemukan di dekat ekuator Mars, di sepanjang perbatasan antara dataran tinggi dan dataran rendah, formasi ini merepresentasikan salah satu dari deposit termuda di permukaan planet itu. Hal ini disimpulkan dari sedikitnya ditemukan kawah bekas benturan meteorit disana, tidak seperti yang banyak ditemui pada dataran yang lebih tua.</p>
<p>Mars Express telah mengumpulkan data dari kawasan tersebut menggunakan perangkat <i>Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionospheric Sounding</i> (MARSIS). Antara bulan Maret 2006 hingga April 2007, Mars Express telah berkali-kali mengorbit diatas kawasan tersebut, sambil mengirimkan gelombang radar ke permukaan.</p>
<p>Untuk pertama kalinya, pantulan gelombang radar menunjukkan kedalaman dari lapisan MFF, berdasarkan pengukuran waktu yang dibutuhkan oleh gelombang radar untuk menembus lapisan teratas dan memantul lewat lapisan batuan yang lebih dalam. &#8220;Kita belum mengetahui seberapa tipis deposit MFF itu sebenarnya,&#8221; jelas Thomas Watters dari <i>Center for Earth and Planetary Studies</i> pada <i>National Air and Space Museum, Smithsonian Institution</i>, Amerika Serikat. &#8220;Sebagian peneliti memperkirakan bahwa deposit tersebut hanyalah lapisan tipis yang menutupi topografi di dataran rendah. Data terbaru menunjukkan bawa MFF adalah suatu deposit masif yang di suatu lokasi tebalnya mencapai hingga 2,5 km,&#8221; tambah Watters.</p>
<p><center><img src=http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2007/11/marsis_composite_L.jpg><br />
<i>Pembagian topografi antara dataran tinggi dan dataran rendah di Mars. Deposit MFF ditemukan di dataran rendah sepanjang perbatasan. Bagian bawah dari citra ini menunjukkan gelombang radar yang dikirim oleh perangkat MARSIS dan dipantulkan oleh permukaan yang lebih keras di dasar deposit. (Gambar: ESA/ASI/NASA/Univ. of Rome/JPL/Smithsonian)</i></center></p>
<p>Deposit MFF memancing rasa ingin tahu para ilmuwan karena berhubungan dengan kawasan yang menyerap panjang gelombang tertentu dari gelombang radar berbasis di bumi. Kawasan dimana terdapat deposit ini dikenal sebagai daerah &#8220;siluman&#8221; (<i>stealth</i>) karena tidak memantulkan gelombang radar sama sekali. Panjang gelombang radar yang terpengaruh adalah antara 3,5 hingga 12,6 cm. MARSIS menggunakan panjang gelombang antara 50 hingga lebih dari 100 meter. Dengan panjang gelombang sebesar itu, sebagian besar gelombang radar akan menembus deposit MFF dan memantul pada material padat di bawah permukaan. </p>
<p>Berbagai skenario telah diusulkan sebagai jawaban terhadap asal-usul serta komposisi dari deposit ini. Pertama, deposit ini mungkin adalah abu vulkanis dari suatu kepundan yang telah terkubur, atau gunung api yang berada di dekatnya. Kedua, deposit ini mungkin merupakan material yang tererosi dari bebatuan Mars lainnya dan kemudian yang terbawa oleh angin. Ketiga, MFF mungkin adalah deposit yang kaya akan es, yang karena sesuatu hal memiliki kesamaan dengan lapisan deposit es yang melingkupi kawasan kutub pada planet tersebut, namun terbentuk saat sumbu rotasi Mars belum berubah dimana suhu di daerah ekuator masih lebih dingin.</p>
<p>Menentukan salah satu diantara skenario diatas tidaklah mudah, bahkan dengan data terbaru ini. Data dari MARSIS menyingkap sifat kelistrikan lapisan terebut. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan tersebut mungkin merupakan material yang ringan atau berdebu. Namun demikian, sangat sulit untuk memahami bagaimana matarial  semacam ini dapat mencapai ketebalan hingga berkilo-kilometer, dan tidak memadat oleh berat material diatasnya. </p>
<p>Di sisi lain, walaupun sifat kelistrikannya konsisten dengan lapisan es air, masih belum ada bukti kuat lainnya mengenai keberadaan es pada saat ini di daerah ekuator Mars. </p>
<p>&#8220;Apabila terdapat es air pada ekuator Mars, itu seharusnya terkubur setidaknya beberapa meter dibawah permukaan,&#8221; jelas Jeffrey Plaut, peneliti untuk MARSIS dari the Jet Propulsion Laboratory, AS. Hal ini dikarenakan tekanan uap air di Mars sedemikian rendahnya hingga es di dekat permukaan akan menguap dengan cepat. &#8220;Kita harus lebih cerdas dalam analisis dan interpretasi data, atau kita harus mengetahuinya dengan cara pergi ke sana dengan peralatan bor dan menyaksikannya sendiri,&#8221; demikian tambahnya.</p>
<p>MARSIS tidak hanya memberikan keluaran ilmiah (<i>scientific results</i>) yang luar biasa. Tim peneliti juga telah mengembangkan teknik pemrosesan data yang lebih akurat untuk mengevaluasi karakteristik dari lapisan bawah permukaan dan material yang dikandungnya. Demikian seperti diungkapkan oleh Giovani Picardi dari <i>University of Rome</i> di La Sapienza, peneliti utama dari eksperimen ini. (<i>www.esa.int/marsexpress</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/11/14/deposit-misterius-di-permukaan-mars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misi Rover Mars Kembali Diperpanjang</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/10/20/misi-rover-mars-kembali-diperpanjang/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/10/20/misi-rover-mars-kembali-diperpanjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 05:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[probe]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/10/14/misi-rover-mars-kembali-diperpanjang/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kelima kalinya, NASA memperpanjang aktivitas rover eksplorasi Mars, Spirit dan Opportunity. Keputusan ini memungkinkan kedua rover yang kini berada pada dua sisi berlawanan di permukaan Mars ini untuk tetap bekerja, kemungkinan hingga tahun 2009. Perpanjangan misi ini, bersama aktivitas penelitian terkait bergantung pada kelangsungan produktivitas dan operasionalitas kedua rover tersebut. Kedua rover kembar itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kelima kalinya, NASA memperpanjang aktivitas rover eksplorasi Mars, Spirit dan Opportunity. Keputusan ini memungkinkan kedua rover yang kini berada pada dua sisi berlawanan di permukaan Mars ini untuk tetap bekerja, kemungkinan hingga tahun 2009. Perpanjangan misi ini, bersama aktivitas penelitian terkait bergantung pada kelangsungan produktivitas dan operasionalitas kedua rover tersebut.</p>
<p>Kedua rover kembar itu mendarat di permukaan Mars pada 45 bulan lalu, dalam misi yang semula direncanakan hanya berlangsung selama 90 hari.<span id="more-152"></span> Pada bulan September lalu, Opportunity mulai menuruni kawah Victoria di daerah Meridiani Planum. Kawah selebar setengah mil dengan kedalaman 230 kaki ini adalah kawah terbesar yang pernah didatangi rover tersebut. Sementara itu, Spirit tengah mendaki pada sebuah dataran vulkanis di sebuah lembah pada jarak horison dari lokasi pendaratan.</p>
<p>&#8220;Setelah lebih dari tiga setengah tahun beroperasi, Spirit dan Opportunity mulain menunjukkan tanda-tanda penuaan, namun keduanya masih dalam kondisi yang baik dan mampu melakukan tugas-tugas  ilmiah,&#8221; demikian menurut John Callas, manajer proyek rover di <i>Jet Propulsion Laboratory</i> NASA di Pasadena, California. </p>
<p>Masing-masing rover diperlengkapi dengan instrumen canggih untuk mempelajari geologi Mars dalam rangka menemukan informasi mengenai kondisi lingkungan disana pada masa lampau. Opportunity telah mengirimkan bukti yang dramatis bahwa area tempatnya selama ini bekerja, pada masa lalu pernah menjadi tempat yang cukup basah dan mungkin dapat mendukung bentuk kehidupan mikrobial. Di sisi lain, Spirit telah menemukan bukti pada daerah yang diekpslorasi bahwa air dalam bentuk tertentu telah mempengaruhi komposisi mineral pada sebagian tanah dan batuan disana. </p>
<p>Hingga kini, Spirit telah bergerak sejauh 4,51 mil dan telah mengirimkan lebih dari 102.000 citra permukaan mars. Sementara itu, Opportunity telah bergerak sejauh 7,19 mil dan mengirimkan lebih dari 94.000 citra (<i>mars.jpl.nasa.gov</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/10/20/misi-rover-mars-kembali-diperpanjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silika, Indikasi Air di Mars Purba</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/05/25/silika-indikasi-air-di-mars-purba/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/05/25/silika-indikasi-air-di-mars-purba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 16:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/05/25/silika-indikasi-adanya-air-di-mars-purba/</guid>
		<description><![CDATA[Sejumput tanah Mars yang dianalisis oleh rover Spirit milik NASA didapati kaya akan unsur silika. Ini merupakan salah satu bukti terkuat bahwa di masa lalunya, planet tersebut menyimpan lebih banyak air daripada yang didapati saat ini. Proses yang dapat menghasilkan konsentrasi deposit silika sebanyak itu memerlukan keberadaan air. Analisis kimia oleh perangkat Alpha particle X-ray [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumput tanah Mars yang dianalisis oleh rover Spirit milik NASA didapati kaya akan unsur silika. Ini merupakan salah satu bukti terkuat bahwa di masa lalunya, planet tersebut menyimpan lebih banyak air daripada yang didapati saat ini. Proses yang dapat menghasilkan konsentrasi deposit silika sebanyak itu memerlukan keberadaan air. </p>
<p>Analisis kimia oleh perangkat <em>Alpha particle X-ray spectrometer</em> yang terpasang pada ujung lengan robotik wahana Spirit menentukan komposisi sekitar 90 persen silika murni pada tanah tersebut. Selama menjelajahi dataran rendah dari lembah didasar kawah raksasa Gusev yang seukuran negara bagian Connecticut di Amerika serikat, rover Spirit sebelumnya telah menemukan indikasi keberadaan air di masa lampau di daerah tersebut, termasuk jejak aliran air pada tanah yang kaya akan sulfur, adanya alternasi mineral, dan bukti adanya aktivitas vulkanik yang eksplosif.</p>
<p>Salah satu kemungkinan mengenai asal-usul silika adalah karena adanya interaksi antara tanah dengan uap asam yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanis yang turut dipengaruhi keberadaan air. Kemungkinan lainnya, silika tersebut merupakan produk dari lingkungan mata air panas. Penemuan terakhir ini memberikan bukti baru bahwa kondisi Mars di masa lampau sangat mungkin mendukung keberadaan organisme hidup.</p>
<p><center><img src='http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2007/05/rover_spirit_0507_500.jpg' alt='rover_spirit_0507_500.jpg' /><br />
<i>Lapisan tanah berwarna terang yang kaya silika yang disingkap oleh rover Spirit<br />
(Gambar: NASA/JPL/Cornell)</i></center></p>
<p>Rover Spirit, bersama dengan rover kembarannya, Opportunity, telah menyelesaikan tiga bulan misi utamanya di permukaan Mars pada April 2004. Keduanya masih beroperasi hingga kini, walaupun telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Salah satu dari enam roda pada Spirit tidak lagi mampu berputar, sehingga meninggalkan jejak yang dalam pada tanah Mars. Kondisi inilah yang menyingkap keberadaan lapisan tanah yang berwarna terang, yang kemudian justeru mengarahkan para ilmuwan pada beberapa penemuan penting, termasuk penemuan kali ini.</p>
<p>Lapisan tanah yang baru ditemukan itu secara tidak resmi diberi nama &#8220;Gertrude Weise&#8221;, diambil dari nama seorang atlet pada Liga <i>Baseball</i> Profesional Wanita di Amerika Serikat. Di Bumi, silika biasanya terbentuk dari mineral kristal quartz, yang merupakan bahan baku utama untuk kaca. Silika Mars pada lapisan Gertrude Weise bersifat non-kristal, dan tidak ditemui keberadaan mineral quartz disana. </p>
<p>Sementara itu, di sisi lain dari planet yang sama, rover Opportunity telah menjelajahi kawah Victoria selama delapan bulan terakhir. Rover ini telah menyelesaikan survey permulaan pada pinggiran kawah, dan kini mengarah ke daerah yang dinamai <i>Duck Bay</i>, yang mungkin menyediakan jalur yang aman untuk turun ke dasar kawah. (<i>marsrovers.jpl.nasa.gov</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/05/25/silika-indikasi-air-di-mars-purba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Beku di Kutub Mars</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/03/18/air-beku-di-kutub-mars/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/03/18/air-beku-di-kutub-mars/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2007 07:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Mars]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Hasil pengukuran terkini atas daerah kutub selatan mars mengindikasikan kandungan air beku dalam jumlah yang cukup besar. Daerah kutub di mars menyimpan air beku dalam jumlah yang cukup untuk menggenangi seluruh planet hingga setinggi 36 kaki (hampir 11 meter). Data ini didapat dari istrumen pada pengorbit Mars Express milik badan ruang angkasa Eropa, ESA. Perkiraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil pengukuran terkini atas daerah kutub selatan mars mengindikasikan kandungan air beku dalam jumlah yang cukup besar. Daerah kutub di mars menyimpan air beku dalam jumlah yang cukup untuk menggenangi seluruh planet hingga setinggi 36 kaki (hampir 11 meter). Data ini didapat dari istrumen pada pengorbit Mars Express milik badan ruang angkasa Eropa, ESA.</p>
<p>Perkiraan terbaru ini didasarkan atas pemetaan ketebalan es. Instrumen radar yang dinamai <i>Mars Advanced Radar for Subsurface and Ionospheric Sounding</i> (MARSIS) pada orbiter Mars Express telah mengambil lebih dari 300 potongan gambar dari lapisan es yang melingkupi kutub mars untuk kemudian memetakannya. Citra radar menunjukkan bahwa lapisan es yang terletak di bawah permukaan itu mencapai kedalaman hingga 2,3 mil (3,7 km) dibawah permukaan. Instrumen tersebut juga memetakan ketebalan lapisan serupa di kutub utara Mars.</p>
<p>&#8220;Lapisan deposit (es) di kutub selatan menutupi area yang lebih luas dari negara bagian Texas. Jumlah air yang terkandung telah diperkirakan sebelumnya, namun belum pernah dengan tingkat kepercayaan yang telah dimungkinkan oleh radar ini.&#8221; Demikian menurut Jeffrey Plaut dari laboratorum propulsi jet NASA. Plaut adalah pembantu peneliti utama untuk radar dan penulis utama laporan mengenai penemuan ini yang dimuat pada edisi online jurnal Science edisi 15 Maret lalu.</p>
<p>Deposit yang menutupi bagian kutub menyimpan sebagian besar air yang ada di Mars saat ini. Di masa lalu, Mars adalah tempat yang lebih basah. Memahami sejarah dan keberadaan air di planet merah tersebut merupakan kunci untuk mengetahui apakah mars pernah mendukung suatu bentuk kehidupan, mengingat setiap organisme hidup sangat bergantung pada keberadaan air dalam bentuk cair.</p>
<p>Deposit tersebut terbentang sepanjang dan dibawah selubung kutub berwarna putih cemerlang yang terdiri dari karbon dioksida beku dan air di kutub selatan. Debu telah mempergelap banyak bagian dari lapisan tersebut. Namun demikian, kekuatan pantulan gelombang radar yang diterima dari permukaan berbatu dibawah lapisan menunjukkan bahwa komposisi yang menyusun deposit itu setidaknya 90% terdiri atas air. Salah satu daerah yang dalam pantulan radar terlihat sangat terang menimbulkan teka-teki bagi para peneliti. Hal itu menunjukkan sesuatu yang serupa dengan pantulan gelombang radar oleh air cair, namun kondisi disana demikian dingin sehingga keberadaan air dalam bentuk cair tidak dimungkinkan.</p>
<p>Penentuan bentuk dari permukaan didasar deposit akan memberikan informasi mengenai struktur yang lebih dalam di permukaan Mars. &#8220;Kita belum benar-benar mengetahui dimana letak dasar deposit itu,&#8221; demikian Plaut. &#8220;Sekarang kita dapat melihat bahwa lapisan kerak Mars belum tertekan oleh berat es seperti halnya pada Bumi. Lapisan Kerak dan mantel atas pada Mars jauh lebih keras daripada Bumi, kemungkinan karena interior Mars yang teramat dingin.&#8221;</p>
<p>Instrumen MARSIS pada wahana Mars Expres dikembangkan secara bersama oleh Badan Ruang Angkasa Italia dengan NASA, dibahwah penyeliaan ilmiah dari the <i>University of Rome &#8220;La Sapienza,&#8221;</i> bekerjasama dengan laboratorium propulsi jet NASA dan <i>University of Iowa</i>. (<i>mars.jpl.nasa.gov</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/03/18/air-beku-di-kutub-mars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

