<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Astronomi &#187; Moon</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/tag/moon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 00:58:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bukti Keberadaan Air di Permukaan Bulan</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2009/10/03/bukti-keberadaan-air-di-permukaan-bulan/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2009/10/03/bukti-keberadaan-air-di-permukaan-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 18:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Moon]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Data baru dari wahana Deep Impact dan Moon Mineralogy Mapper (M3), instrumen yang dibawa oleh wahana milik India yang baru saja menghakhiri misinya di Bulan, Chandrayaan-1, untuk pertama kalinya menyajikan bukti yang jelas bahwa air ternyata eksis di permukaan Bulan. “Observasi oleh wahana Deep Impat terhadap permukaan bulan tidak hanya tegas-tegas mengkonfirmasi keberadaan OH/H2O di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Data baru dari wahana Deep Impact dan <em>Moon Mineralogy Mapper</em> (M3), instrumen yang dibawa oleh wahana milik India yang baru saja menghakhiri misinya di Bulan, Chandrayaan-1, untuk pertama kalinya menyajikan bukti yang jelas bahwa air ternyata eksis di permukaan Bulan.</p>
<p>“Observasi oleh wahana Deep Impat terhadap permukaan bulan tidak hanya tegas-tegas mengkonfirmasi keberadaan OH/H2O di permukaan bulan, melainkan juga mengungkap bahwa keseluruhan permukaan bulan terbasahi setidaknya pada sebagian sisi permukaan bulan yang mengalami siang hari,” demikian tulis Jessica Sunshine, astronom dari <em>University of Maryland</em> yang juga penulis utama dari paper mengenai data dari wahana Deep Impact yang diterbitkan pada jurnal <em>Science</em> pada 24 September lalu.</p>
<p>Sejumlah kecil air menghasilkan kegembiraan besar. “Menemukan air di bulan di siang hari adalah kejutan besar, bahkan apabila hanya sedikit air dan hanya dalam bentuk molekul yang menempel di tanah,” jelas Sunshine. Pandangan ilmiah selama ini menyatakan bahwa kemungkinan <a href="/2006/10/20/tidak-ada-bukti-deposit-es-di-bulan/">tidak ada air di permukaan Bulan</a>, dan sekalipun ada, hanya dapat ditemui di kawah yang berbayang dan dingin secara permanen di kutub bulan.</p>
<p>&#8220;Dalam data dari Deep Impact, kita pada dasarnya menyaksikan molekul air membentuk dan kemudian menghilang tepat di depan mata kita,&#8221; kata Sunshine, yang mengatakan reaksi pertamanya terhadap data M3 adalah skeptis.</p>
<p>&#8220;Kami tidak yakin bagaimana hal ini terjadi,&#8221; katanya, &#8220;tapi temuan kami menunjukkan sebuah siklus yang didorong oleh matahari dimana lapisan air yang hanya setebal beberapa molekul membentuk, menghilang dan kembali membentuk setiap hari di permukaan bulan. Kami berpendapat bahwa ion hidrogen dari matahari yang dibawa oleh angin matahari ke Bulan telah berinteraksi dengan mineral yang kaya oksigen dalam tanah bulan untuk menghasilkan molekul air [H2O] dan hidroksil [OH] yang ditunjukkan secara meyakinkan melalui analisa spektral. Dalam sebuah siklus yang terjadi seluruhnya di siang hari, air ini terbentuk di pagi hari, secara substansial hilang pada tengah hari, dan kembali terbentuk saat permukaan bulan mendingin menjelang malam hari.</p>
<p>&#8220;Jika hal ini benar, maka hidrasi melalui angin surya diperkirakan akan terjadi di seluruh Tata Surya bagian dalam pada semua objek hampa udara dengan mineral yang mengikat oksigen pada permukaannya,&#8221; kata Sunshine.</p>
<p>&#8220;Dalam konteks sains Bulan, ini adalah penemuan besar,&#8221; tegas Paul G. Lucey, seorang ilmuwan planet dari University of Hawaii dalam sebuah artikel yang dimuat di  harian Los Angeles Times.</p>
<p>“Tidak ada bukti yang dapat diterima bahwa terdapat air di permukaan bulan, [tapi] kini telah ditunjukkan bahwa hal itu dengan mudah dapat dideteksi melalui metode yang sangat sensitif. Sebagai ilmuwan yang mempelajari bulan, saat saya membaca tentang ini, saya merasa sangat senang,” jelas Lucey, yang tidak terlibat dalam riset tersebut.</p>
<p>Walaupun instrumen M3 dan tim sainsnya telah membuat penemua awal mengenai keberadaan air di sejumlah area di permukaan Bulan, Sunshine dan para <em>co-author</em> dari paper Deep Impact menyatakan bahwa bukti konklusif dari penemuan air, pemahaman bahwa itu adalah fenomena yang terjadi di seluruh permukaan, dan pengetahuan bahwa itu adalah proses yang bergantung pada suhu hanya dimungkinkan berkat data yang dikumpulkan oleh wahana Deep Impat dalam misi lanjutannya saat ini (dengan nama <em>Extrasolar Planet Observation and Deep Impact Extended Investigation</em>, <a href="/2007/07/21/tugas-baru-untuk-wahana-veteran/">EPOXI</a>).</p>
<p>Deep Impact tidak didesain untuk mempelajari Bulan, namun untuk misi yang terkenal pada 2005, dimana wahana ini berhasil melubangi permukaan komet Tempel 1 untuk mencari tahu apa yang ada didalamnya. Data mengenai air di permukaan bulan diambil sebagai bagian dari kesempatan melakukan kalibrasi pada perlintasan dengan Bumi dan Bulan yang terjadi pada Juni 2009 dan Desember 2007 guna mendapatkan dorongan gravitasi untuk mencapai komet kedua dalam misinya, Hartley 2, yang akan dicapainya pada November 2010 mendatang.</p>
<p>“Tanpa rentang spektral dari instrumen Deep Impact, penemuan air di permukaan oleh M3 tidak akan sampai sedemikian definitif, dan karena wahana Deep Impact melakukan observasi pada waktu-waktu yang berbeda dari siang hari di Bulan, efek dari temperatur menjadi lebih jelas terlihat,” jelas Sunshine.</p>
<p>Astronom dari <em>University of Maryland</em>, Michael A’Hearn, pimpinan tim sains Deep Impact dan EPOXI, dan salah satu dari empat <em>co-author</em> Sunshine menyatakan, “Saya pikir, adalah sangat hebat bahwa wahana Deep Impact, yang pernah menjadi yang pertama mendeteksi es pada inti sebuah komet, kini mendemonstrasikan eksistensi keberadaan air di Bulan.”</p>
<p>“Wahana dan instrumen yang hebat ini terus membuat penemuan yang penting dan tak terduga, lama setelah misi utamanya selesai,” lanjutnya. (<em>newsdesk.umd.edu</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2009/10/03/bukti-keberadaan-air-di-permukaan-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Bukti Deposit Es di Bulan</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/10/20/tidak-ada-bukti-deposit-es-di-bulan/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/10/20/tidak-ada-bukti-deposit-es-di-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2006 16:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Moon]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Berakhir sudah spekulasi tentang keberadaan es di permukaan bulan. Para ilmuwan di Cornel University dan Smithsonian Institution, 18 Oktober lalu mengumumkan bahwa lapisan es sangat sulit untuk terbentuk di tempat semacam permukaan bulan. Para peneliti yang dipimpin oleh Donald Campbell, profesor astronomi di Cornell, memanfaatkan pemetaan berbasis radar beresolusi tinggi untuk mendeteksi adanya deposit es [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berakhir sudah spekulasi tentang keberadaan es di permukaan bulan. Para ilmuwan di <em>Cornel University</em> dan <em>Smithsonian Institution</em>, 18 Oktober lalu mengumumkan bahwa lapisan es sangat sulit untuk terbentuk di tempat semacam permukaan bulan.</p>
<p>Para peneliti yang dipimpin oleh Donald Campbell, profesor astronomi di Cornell, memanfaatkan pemetaan berbasis radar beresolusi tinggi untuk mendeteksi adanya deposit es di kutub selatan bulan. Gelombang radar dipancarkan ke permukaan bulan dari Observatorium Aracibo, di Puerto Rico, dan pantulannya diterima 2.5 detik kemudian di <em>Robert C. Byrd Green Bank Telescope</em>, di Virginia Barat. Dengan resolusi 20-meter, dan panjang gelombang radar 13-centimeter, mereka mengamati area di sekitar kutub selatan bulan dimana serangkaian citra resolusi rendah yang sebelumnya diterima menunjukkan tingkatan <em>circular polarization ratio</em> (CPR) yang tinggi&#8211;yang diyakini merupakan indikasi keberadaan es air bersuhu rendah.</p>
<p>Mereka telah memperoleh nilai CPR yang sama tinggi, namun juga menemukan bahwa nilai itu tidak hanya diapati pada area yang cukup dingin untuk menyimpan kandungan es, melainkan juga di daerah yang mendapat sinar matahari dengan temperatur yang dapat mencapai 117 derajat Celcius, dimana es dapat menguap seketika. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya tingkatan CPR di lokasi tersebut bukan bersumber dari es, melainkan kemungkinan berasal dari bebatuan yang menyebar yang berasal dari kawah muda bekas benturan meteorit di sana.</p>
<p>Keberadaan es merupakan sumber daya yang berharga bagi keberadaan manusia dalam jangka panjang di permukaan bulan. Namun es hanya mungkin tersimpan secara permanen pada dasar kawah yang dalam dan berbayang, dimana temperatur tidak dapat naik melampaui -173 derajat Celcius.</p>
<p>Data-data sebelumnya yang memicu pencarian terhadap keberadaan es di permukaan bulan termasuk data radar tahun 1992 yang mengindikasikan adanya es di dasar kawah di kutub Merkurius. Sementara itu, pada 1996, data radio dari bulan yang diambil oleh pengorbit Clementine dan Lunar Prospector menunjukkan adanya peninggian kandungan hidrogen di kutub bulan.</p>
<p>Namun peninggian kandungan hidrogen tersebut bisa jadi berasal dari sumber lainnya&#8211;kemungkinan dari angin matahari&#8211;menyusul kegagalan data radar berikutnya untuk menunjukkan bukti adanya deposit es di sana.</p>
<p>&#8220;Selalu ada kemungkinan adanya konsentrasi deposit (es) pada sejumlah kecil lokasi berbayang-bayang yang tidak terjangkau oleh radar di Bumi,&#8221; kata Campbell. Namun ia menambahkan bahwa &#8220;Setiap rencana pengiriman wahana pendarat maupun basis di kutub bulan tidak dapat bergantung pada hal itu.&#8221;</p>
<p>Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Nature terbitan 19 Oktober 2006. (<em>www.news.cornell.edu</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/10/20/tidak-ada-bukti-deposit-es-di-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir Misi SMART-1</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/09/04/akhir-misi-smart-1/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/09/04/akhir-misi-smart-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2006 15:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Moon]]></category>
		<category><![CDATA[probe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Wahana penyelidik bulan pertama milik Eropa, SMART-1, mengakhiri misi tiga-tahunnya pada Minggu 3 September kemarin, setelah para pengendali mengarahkan wahana tersebut jatuh menumbuk permukaan bulan. SMART-1 jatuh pada sebuah dataran vulkanis yang dikenal sebagai Lake of Excellence dengan kecepatan 1¼ mil per detik. Dengan mengamati debu dan material yang membubung akibat tumbukan itu, para ilmuwan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahana penyelidik bulan pertama milik Eropa, <a href="http://www.esa.int/SPECIALS/SMART-1">SMART-1</a>, mengakhiri misi tiga-tahunnya pada Minggu 3 September kemarin, setelah para pengendali mengarahkan wahana tersebut jatuh menumbuk permukaan bulan. SMART-1 jatuh pada sebuah dataran vulkanis yang dikenal sebagai <em>Lake of Excellence</em> dengan kecepatan 1¼ mil per detik.</p>
<p>Dengan mengamati debu dan material yang membubung akibat tumbukan itu, para ilmuwan berharap dapat memperoleh petunjuk mengenai komposisi geologis dataran tersebut. Satu menit setelah tumbukan, layar monitor di ruang kendali menunjukkan kilatan cahaya terang dari lokasi peristiwa. Sementara itu, <em>Canada France Hawaii Telescope</em> di Mauna Kea, Hawaii, mengambil citra inframerah dari sana.</p>
<p>Selama beroperasi, wahana SMART-1 telah memindai (<em>scan</em>) permukaan bulan dari orbitnya dan mengambil citra-citra beresolusi tinggi. Namun misi utama wahana tersebut sebenarnya adalah untuk melakukan pengetesan terhadap sistem propulsi ion yang baru yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam misi antar planet di masa mendatang, termasuk pada misi BepiColombo ke planet Merkurius yang direncanakan pada 2013.</p>
<p>SMART-1 diluncurkan pada September 2003 dengan roket Ariane-5 dari Kourou, Guyana Prancis. Wahana ini menggunakan mesin ion untuk menaikkan ketinggian orbitnya secara perlahan-lahan selama 14 bulan sebelum tertangkap oleh gravitasi bulan. Mesin tersebut memanfaatkan listrik yang dibangkitkan oleh panel matahari untuk menghasilkan aliran partikel bermuatan yang disebut ion. Walaupun daya dorong yang dihasilkan sangat sedikit, namun mesin tersebut hanya memerlukan 176 pound bahan bakar xenon. <a href="http://news.yahoo.com/s/ap/20060903/ap_on_sc/europe_moon_mission"><strong>Berita selengkapnya</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/09/04/akhir-misi-smart-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerhana Bulan Sebagian</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/09/04/gerhana-bulan-sebagian/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/09/04/gerhana-bulan-sebagian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2006 13:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[Moon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa gerhana bulan sebagian akan terjadi pada 7 September 2006 mendatang. Fase penumbral dimulai pada 16:42 UT (22:42 WIB), namun gerhana baru bisa teramati pada sekitar pukul 17:30 UT (8 September 00:30 WIB). Fase-fase gerhana adalah sebagai berikut: Awal fase penumbral: 16:42:23 UT Awal fase gerhana: 18:05:03 UT Puncak fase gerhana: 18:51:21 UT Akhir fase [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa gerhana bulan sebagian akan terjadi pada 7 September 2006 mendatang. Fase penumbral dimulai pada 16:42 UT (22:42 WIB), namun gerhana baru bisa teramati pada sekitar pukul 17:30 UT (8 September 00:30 WIB). Fase-fase gerhana adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Awal fase penumbral:   16:42:23 UT</li>
<li>Awal fase gerhana:     18:05:03 UT</li>
<li>Puncak fase gerhana:           18:51:21 UT</li>
<li>Akhir fase gerhana: 19:37:41 UT</li>
<li>Akhir fase penumbral: 21:00:20 UT</li>
</ul>
<p>Gerhana dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/09/04/gerhana-bulan-sebagian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra dari Mare Humorum</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/07/09/citra-dari-mare-humorum/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/07/09/citra-dari-mare-humorum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2006 08:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Moon]]></category>
		<category><![CDATA[probe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 7 Juli lalu, Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) mempublikasikan mosaik dari tiga citra yang diambil oleh perangkat Advanced Moon Imaging Experiment yang dibawa oleh wahana SMART-1. Gambar-gambar tersebut menunjukkan fitur dari daerah Mare Humorum di permukaan Bulan. Citra pertama diambil pada 1 Januari 2006 dari ketinggian 1807 km dari permukaan Bulan, dengan resolusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 7 Juli lalu, Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) mempublikasikan mosaik dari tiga citra yang diambil oleh perangkat <em>Advanced Moon Imaging Experiment</em> yang dibawa oleh wahana SMART-1. Gambar-gambar tersebut menunjukkan fitur dari daerah Mare Humorum di permukaan Bulan. Citra pertama diambil pada 1 Januari 2006 dari ketinggian 1807 km dari permukaan Bulan, dengan resolusi 98 meter per piksel. Sementara dua gambar lainnya diambil pada 13 Januari 2006 dari jarak 1069 dan 1050 km dengan resolusi 97 dan 95 meter per piksel.</p>
<p>Mare Humorum, atau <em>Sea of Moisture</em>, adalah sebuah dataran (mare) berbentuk sirkular yang membentang sepanjang 825 km di permukaan Bulan. Dataran ini dikelilingi oleh pegunungan yang menandai batas dari kawah tua bekas benturan meteorit yang dipenuhi oleh lava yang telah membeku itu. Di beberapa tempat, lava yang pernah melingkupi daerah itu juga meluas hingga melewati pinggiran kawah.</p>
<p>Hingga kini, belum ada sampel material dari Mare Humorum yang dibawa pulang ke Bumi sehingga usia persisnya belum bisa diketahui. Namun demikian, pemetaan geologis mengindikasikan usianya sekitar 3,9 miliar tahun (dengan tingkat ketidakpastian 500 juta tahun). Daerah ini terisi oleh lapisan tebal batuan basal, diperkirakan hingga sedalam 3 km hingga kedasar kawah. Di bagian utara dari Mare Humorum adalah kawah besar Gassendi, yang merupakan tempat mendaratnya misi Apollo 17.</p>
<p>Mare Humorum adalah area yang secara ilmiah menarik, karena memungkinkan para ilmuwan mempelajari hubungan antara kandungan daerah dataran (mare) di permukaan Bulan, sifat tektonik kawah di mare, dan evolusi termal dari sebagian besar <em>mascon maria</em> (daerah di permukaan bulan dengan permukan yang mengandung banyak material yang lebih padat dari rata-rata material disana). <a href="http://www.esa.int/SPECIALS/SMART-1/SEMVMAA6CPE_0.html"><strong>Berita  selengkapnya</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/07/09/citra-dari-mare-humorum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
