<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Astronomi &#187; nebula</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/tag/nebula/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 00:58:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ledakan Bintang Biner di dalam Nebula</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/11/23/ledakan-bintang-biner-di-dalam-nebula/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/11/23/ledakan-bintang-biner-di-dalam-nebula/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 16:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[nebula]]></category>
		<category><![CDATA[nova]]></category>
		<category><![CDATA[star]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Ledakan dari bintang biner (berpasangan) didalam sebuat nebula planeter telah teramati oleh suatu tim yang dipimpin oleh periset dari University College London (UCL). Peristiwa ini belum pernah disaksikan hingga lebih dari 100 tahun belakangan. Studi ini memprediksi bahwa massa gabungan dari kedua bintang dalam sistem tersebut akan cukup besar untuk membuat keduanya saling berpilin satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ledakan dari bintang biner (berpasangan) didalam sebuat nebula planeter telah teramati oleh suatu tim yang dipimpin oleh periset dari <em>University College London</em> (UCL). Peristiwa ini belum pernah disaksikan hingga lebih dari 100 tahun belakangan. Studi ini memprediksi bahwa massa gabungan dari kedua bintang dalam sistem tersebut akan cukup besar untuk membuat keduanya saling berpilin satu sama lain hingga memicu ledakan supernova yang lebih besar.</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Roger Wesson, fisikawan dan astronom UCL, pada akhir hidupnya sebagian bintang akan mengalami ledakan nova, yang disebabkan oleh reaksi nuklir pada permukaannya. Pada agustus 2007, ledakan bintang semacam ini telah ditemukan di suatu bagian langit yang secara kebetulan sedang diamati hanya beberapa minggu sebelumnya. Citra pra-ledakan menunjukkan bahwa bintang tersebut diselubungi oleh nebula planeter.</p>
<p>Walaupun beberapa nova telah ditemukan setiap tahun di galaksi kita, ini hanyalah kali kedua dimana suatu nova terlihat berada dalam nebula planeter – yang pertama teramati pada 100 tahun lalu. Kini berkas cahaya dari ledakan tersebut telah melewati dan menerangi nebula yang melingkupinya. Keberadaan objek ini merupakan tantangan serius terhadap teori saat ini mengenai bagaimana bintang berevolusi dan dapat berlaku sebagai “Batu Rosetta” dalam memahami sebagian aspek dari kehidupan bintang-bintang.</p>
<p>Citra pra-ledakan diambil sebagai bagian dari proyek <em>Isaac Newton Telescope Photometric HAlpha Survey</em> (IPHAS), survey digital pertama dari Bima Sakti dalam cahaya tampak, dan yang paling komprehensif dalam cahaya yang diemisikan oleh hidrogen (elemen yang paling berlimpah di alam semesta). </p>
<p>Bintang yang meledak tersebut merupakan sebuah nova, suatu peristiwa yang dipicu oleh perpindahan materi dari satu bintang dalam sistem bintang ganda dekat (<em>close binary star</em>) kepada bintang pasangannya. Nebula yang melingkupi nova ini adalah nebula planeter, yang semestinya telah terbentuk pada fase awal keberadaan bintang ganda, saat lapisan terluar dari salah satu bintang mengalami pelepasan. Hanya ada satu nova yang sebelumnya telah teramati yang terjadi didalam nebula planeter, yakni Nova Persei pada 1901. Kesempatan untuk menyaksikan secara detail saat letupan nova berinteraksi dengan nebula adalah yang pertama kalinya dalam sejarah astronomi.</p>
<p>Nova baru ini, dikenal sebagai V458 Vulpeculae (V458 Vul), menyediakan pengujian penting terhadap permodelan mengenai bagaimana bintang berevolusi. Analisis juga menunjukkan bahwa kombinasi massa dari kedua bintang yang menghasilkan ledakan dapat cukup besar hingga sewaktu-waktu kedua bintang dapat saling berpilin sehingga menghasilkan ledakan supernova yang jauh lebih besar. Aturan bahwa nova di masa depan potensial menjadi supernova masih sangat sulit untuk dianalisis secara detail, dan dengan demikian V458 Vul menyediakan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari lebih dalam mengenai aspek ini dalam evolusi bintang.</p>
<p>Studi ini dipublikasikan melalui <em>Astrophysical Journal Letters</em> pada 20 November 2008. Citra nebula di sekeliling V458 Vul beserta animasi yang menunjukkan perubahan setelah ledakan dapat dilihat di <a href="http://www.star.ucl.ac.uk/~rwesson/novavul">http://www.star.ucl.ac.uk/~rwesson/novavul</a> (<em>www.ucl.ac.uk</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/11/23/ledakan-bintang-biner-di-dalam-nebula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nebula Helix di Mata Spitzer</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/08/29/nebula-helix-di-mata-spitzer/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/08/29/nebula-helix-di-mata-spitzer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 14:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[nebula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/2007/08/29/nebula-helix-di-mata-spitzer/</guid>
		<description><![CDATA[Memperingati ulang tahun keempat diluncurkannya Teleskop Antariksa Spitzer, NASA merilis citra terbaru dari nebula Helix. Objek yang spektakuler ini, sebuah bintang yang tengah sekarat yang melepaskan sebagian materialnya, adalah salah satu favorit dari para astronom, baik profesional maupun amatir. Nebula Helix, yang tersusun atas selubung gas dan cakram yang terlontar dari sebuah bintang mati sekelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memperingati ulang tahun keempat diluncurkannya Teleskop Antariksa Spitzer, NASA merilis citra terbaru dari nebula Helix. Objek yang spektakuler ini, sebuah bintang yang tengah sekarat yang melepaskan sebagian materialnya, adalah salah satu favorit dari para astronom, baik profesional maupun amatir. </p>
<p>Nebula Helix, yang tersusun atas selubung gas dan cakram yang terlontar dari sebuah bintang mati sekelas matahari, menunjukkan sebuah struktur yang kompleks dalam skala terkecil yang dapat diamati. Citra terbaru dari Spitzer ini diambil dalam rentang gelombang inframerah, dengan panjang gelombang 3.2, 4.5, dan 8 mikron, yang masing-masing ditampilkan dalam warna biru, hijau, dan merah. </p>
<p><center><img src='http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2007/08/sig07-016_small.jpg' alt='sig07-016_small.jpg' /><br />
<i>Gambar: NASA/JPL-Caltech/ J. Hora (Harvard-Smithsonian CfA)</i></center></p>
<p>Citra ini memperlihatkan apa yang disebut sebagai &#8220;simpul komet&#8221; (<i>cometary knots</i>), dalam warna biru-hijau yang terbentuk akibat materi molekuler yang tereksitasi oleh gelombang kejut atau radiasi. Bagian ekor dari simpul terlihat lebih merah karena diselubungi oleh radiasi ultraviolet dari bintang di pusat.</p>
<p>Spitzer telah memetakan struktur terluar dari nebula selebar 6 tahun cahaya ini, dan menyelidiki bagian dalamnya, di daerah sekitar bintang mati di pusatnya, untuk menyingkap sesuatu yang terlihat seperti sebuah sistem planeter yang telah bertahan dari kematian bintang induknya yang chaotik. Teleskop ruang angkasa Spitzer diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada 25 Agustus 2003. Selama 4 tahun beroperasi, Spitzer telah memperlihatkan pandangan melalui gelombang inframerah dari berbagai objek, mulai dari asteroid di tata surya kita hungga galaksi di batas alam semesta yang teramati. (<i>www.spitzer.caltech.edu</i>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/08/29/nebula-helix-di-mata-spitzer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Red Square&#8221; yang Menakjubkan</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2007/04/24/red-square-yang-menakjubkan/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2007/04/24/red-square-yang-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 17:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[nebula]]></category>
		<category><![CDATA[star]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah objek eksotis jenis baru telah ditemukan. Citra objek tersebut &#8212; yang oleh pimpinan kelompok yang menemukannya, Peter Tuthill dari University of Sydney, dinamai &#8220;Red Square&#8221; &#8212; didapat melalui kompilasi data dari teleskop Hale berdiameter 200 inci di Observatorium Palomar yang dioperasikan oleh California Institute of Technology, dan teleskop Keck-2 di Mauna Kea, Hawaii. Penemuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah objek eksotis jenis baru telah ditemukan. Citra objek tersebut &#8212; yang oleh pimpinan kelompok yang menemukannya, Peter Tuthill dari <em>University of Sydney</em>, dinamai &#8220;<em>Red Square</em>&#8221; &#8212;  didapat melalui kompilasi data dari teleskop Hale berdiameter 200 inci di Observatorium Palomar yang dioperasikan oleh <em>California Institute of Technology</em>, dan teleskop Keck-2 di Mauna Kea, Hawaii.</p>
<p>Penemuan ini dipublikasikan melalui jurnal Science terbitan 13 April 2007 dalam artikel berjudul &#8220;<em>A symmetric bipolar nebula around MWC 922</em>&#8220;, yang ditulis oleh Tuthill beserta koleganya, James Lloyd dari <em>Cornell University</em>.</p>
<p>&#8220;Kunci dari penemuan ini adalah teknologi pencitraan baru yang revolusioner dari optik adaptif (<em>adaptive optics</em>) yang bekerja seperti pengobatan rabun jauh untuk teleskop,&#8221; jelas Lloyd. Teknik ini memungkinkan para astronom memperoleh citra yang lebih tajam tanpa kekaburan (<em>blur</em>). </p>
<p>Kedua astronom ini mempelajari sebuah bintang panas yang disebut MWC 922 yang terletak sejauh 5000 tahun cahaya di konstelasi Serpens. Citra yang ditampilkan disini merupakan kombinasi dari citra <em>near-infrared</em> (1,6 mikron) dan menunjukkan daerah seluas 30,8 detik busur di sekitar MWC 922. Karena batas terluar dari nebula ini sangat redup dibanding bagian intinya, citra tersebut harus diproses dan dipertajam untuk dapat menampilkan detil dan strukturnya secara penuh.</p>
<p><center><img src='http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2007/04/red_square_nn_0407_500.jpg' alt='red_square_nn_0407_500.jpg' /><br />
<em>Citra dari MWC 922 (Gambar: Peter Tuthill/University of Sydney)</em></center></p>
<p>Citra ini memperlihatkan simetri dalam tingkatan yang menakjubkan dan bentuk linear yang rumit dari nebula di sekelilig MWC 922, yang membuatnya menjadi objek yang paling simetris diantara kompleksitas lain di kosmos yang pernah dicitrakan sebelumnya. Objek ini dibentuk dari dua buah rongga kerucut (yang dikenal sebagai nebula bipolar), dimana kedua kerucut memperlihatkan gradasi cahaya yang berjenjang mulai dari bagian pinggir hingga ke pusatnya.</p>
<p>Salah satu fitur menakjubkan yang terlihat pada citra ini adalah sederetan jejari radial yang menjulur. Hal ini sangat jarang terlihat pada sebuah nebula, dan tingkat keteraturan yang tinggi pada objek ini mungkin merujuk pada sebuah kemungkinan bahwa pita cahaya itu merupakan riak periodik atau gelombang dari permukaan cakram bagian dalam yang lebih dekat ke bintang di pusat sistem tersebut.</p>
<p>Citra MWC 922 ini mengingatkan para ilmuwan dengan citra yang pernah diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble dari SN1987A &#8212; sisa dari satu-satunya supernova yang terlihat dengan mata telanjang setelah penemuan teleskop. Citra tersebut menunjukkan sebuah sistem cincin di sekeliling SN1987A. Ada kemungkinan bahwa bintang MWC 922 di pusat nebula suatu saat juga akan meledak sebagai sebuah supernova, namun hal ini masih belum dapat dipastikan.</p>
<p>Apapun nasib yang akan menimpa MWC 922 nantinya, objek ini akan menjadi laboratorium astrofisika terbaik yang pernah ditemukan untuk mempelajari aspek fisika pembentukan sistem cincin polar sebagaimana yang melingkupi SN1987A. Gambar dan animasi MWC 922 dan SN1987A dapat dilihat di URL <a href=http://www.physics.usyd.edu.au/~gekko/redsquare.html> http://www.physics.usyd.edu.au/~gekko/redsquare.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2007/04/24/red-square-yang-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
