<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Astronomi &#187; Pluto</title>
	<atom:link href="http://ias.dhani.org/tag/pluto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ias.dhani.org</link>
	<description>Berita dan Peristiwa Seputar Antariksa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 00:58:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Menyingkap Rahasia Atmosfer Pluto</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 16:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pluto, yang yang berukuran sekitar seperlima ukuran Bumi, sebagian besarnya tersusun atas batuan dan es. Terletak sejauh 40 kali rata-rata jarak Bumi ke Matahari, Pluto adalah dunia yang sangat dingin dengan suhu permukaan mencapai -220 derajat Celcius. Sejak dekade 1980-an telah diketahui bahwa Pluto memiliki atmosfer yang tipis yang didominasi oleh nitrogen dengan jejak metana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pluto, yang yang berukuran sekitar seperlima ukuran Bumi, sebagian besarnya tersusun atas batuan dan es. Terletak sejauh 40 kali rata-rata jarak Bumi ke Matahari, Pluto adalah dunia yang sangat dingin dengan suhu permukaan mencapai -220 derajat Celcius.</p>
<p>Sejak dekade 1980-an telah diketahui bahwa Pluto memiliki atmosfer yang tipis yang didominasi oleh nitrogen dengan jejak metana dan kemungkinan karbon dioksida. Tekanan atmosfernya hanya sekitar seperseratus ribu tekanan atmosfer Bumi, atau sekitar 0.015 milibar.</p>
<p>Sampai baru-baru ini, hanya lapisan atas dari Atmosfer Pluto yang dapat dipelajari. Dengan mengamati okultasi bintang (ESO 21/22), fenomena yang terjadi apabila suatu anggota tata surya menghalangi cahaya sebuah bintang di latar belakang, para astronom berhasil menunjukkan bahwa lapisan atas dari atmosfer dari Pluto adalah berkisar -170 derajat Celcius, atau sekitar 50 derajat lebih hangat daripada suhu di permukaannya. Observasi ini dapat memberikan petunjuk mengenai temperatur dan tekanan atmosferik di dekat permukaan Pluto. </p>
<p>Namun uniknya, observasi terkini menggunakan perangkat <em>CRyogenic InfraRed Echelle Spectrograph</em> (CRIRES) yang terpasang pada <em>Very Large Telescope</em> milik <em>European Space Observatory</em> (ESO) kini telah mengungkapkan bahwa atmosfer Pluto secara keseluruhan, bukan hanya di lapisan atasnya, memiliki suhu rata-rata sekitar -180 derajat Celcius, dan dengan demikian “jauh lebih panas” daripada suhu permukaannya.</p>
<p>Berkebalikan dengan atmosfer Bumi, di Pluto temperatur justeru meningkat seiring bertambahnya ketinggian. Perubahan suhunya berkisar 3 hingga 15 derajat per kilometer. Di Bumi, dalam kondisi normal, temperatur berkurang sekitar 6 derajat setiap kilometer ketinggian. </p>
<p>Alasan mengapa permukaan Pluto sedemikian dingin berhubungan dengan eksistensi atmosfer Pluto, yakni karena terjadinya sublimasi es di permukaan; analog dengan keringat yang mendinginkan tubuh saat menguap dari permukaan kulit kita, sublimasi ini memiliki efek pendinginan pada permukaan Pluto. Dari segi ini, Pluto memiliki sifat yang sama dengan komet, dimana bagian coma dan ekornya juga terbentuk dari es yang menyublim saat komet mendekati Matahari.</p>
<p>Observasi menggunakan CRIRES juga mengindikasikan bahwa metana adalah gas paling berlimpah nomor dua di atmosfer Pluto, merepresentasikan setengah persen dari molekul-molekul yang ada. “Kami berhasil menunjukkan bahwa jumlah sebesar itu memainkan peranan penting dalam proses pemanasan di atmosfer dan dapat menjelaskan peningkatan suhu atmosferik,” jelas Emmanuel Lellouch, penulis utama makalah yang melaporkan penemuan ini.</p>
<p>“Menarik untuk dipikirkan bahwa dengan CRIRES kami dapat mengukur secara presisi jejak suatu gas dalam atmosfer 100.000 kali lebih tipis daripada di Bumi, pada objek yang lima kali lebih kecil dari planet kita dan terletak di tepi tata surya,” ungkap <em>co-author</em>, Hans-Ulrich Käufl. “Kombinasi CRIRES dan VLT adalah seperti memiliki satelit penelitian atmosfer yang mengorbit Pluto.”</p>
<p>Dua model yang berbeda dapat menjelaskan properti atmosfer Pluto. Dalam model pertama, para astronom mengasumsikan bahwa permukaan Pluto dilingkupi oleh lapisan tipis metana, yang menempati sublimasi bekuan nitrogen. Skenario kedua melibatkan keberadaan metana murni di permukaan Pluto. 	</p>
<p>Menentukan mana yang paling tepat diantara keduanya akan membutuhkan studi yang lebih intensif saat Pluto bergerak menjauh dari Matahari. “Dan tentu saja, wahana antariksa New Horizon milik NASA akan menyediakan lebih banyak petunjuk saat mencapai planet kerdil itu pada 2015 nanti,” tukas Lellouch.</p>
<p>Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal <em>Astronomy and Astrophysics</em> pada Februari lalu dalam makalah berjudul <em>Pluto&#8217;s lower atmosphere structure and methane abundance from high-resolution spectroscopy and stellar occultations</em> oleh E. Lellouch et al. (<em>www.eso.org</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2009/03/03/menyingkap-rahasia-atmosfer-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katagori Baru: Plutoid</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dua tahun berlalu semenjak memperkenalkan katagori planet kerdil (dwarf planets), Uni Astronomi Internasional (International Astronomical Union, IAU) kini telah memutuskan penggunaan sebutan “plutoid” untuk objek-objek transneptunian yang serupa dengan Pluto. Sebutan ini ditetapkan pada pertemuan komite eksekutif IAU di Oslo, Norwegia, baru-baru ini. Plutoid didefinisikan sebagai benda angkasa yang mengorbit Matahari pada jarak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir dua tahun berlalu semenjak memperkenalkan katagori planet kerdil (<em>dwarf planets</em>), Uni Astronomi Internasional (<em>International Astronomical Union</em>, IAU) kini telah memutuskan penggunaan sebutan “<em>plutoid</em>” untuk objek-objek transneptunian yang serupa dengan Pluto. Sebutan ini ditetapkan pada pertemuan komite eksekutif IAU di Oslo, Norwegia, baru-baru ini.</p>
<p><em>Plutoid</em> didefinisikan sebagai benda angkasa yang mengorbit Matahari pada jarak yang lebih jauh dari Neptunus dan memiliki massa yang cukup agar gravitasinya sendiri dapat mengatasi gaya dari suatu benda tegar sehingga diasumsikan memiliki bentuk keseimbangan ekuilibrium (mendekati bentuk bundar), serta berbagi lintasan orbitnya dengan objek sejenis.<span id="more-209"></span> Dua planet kerdil yang telah dikenal, Pluto dan Eris, kini telah dimasukkan dalam keluarga <em>plutoid</em>. Seiring kemajuan dalam penemuan sains, maka diperkirakan akan lebih banyak lagi <em>plutoid</em> yang akan dikenali di masa mendatang</p>
<p>Ceres, yang bersama dengan Pluto dan Eris digolongkan sebagai planet kerdil, tidak dapat dikatagorikan sebagai <em>plutoid</em> dikarenakan orbitnya yang masih berada di dalam orbit Neptunus. Seperti diketahui, Ceres mengorbit Matahari di sabuk Asteroid, di antara orbit planet Mars dan Jupiter. Hingga kini Ceres masih merupakan satu-satunya objek di kelasnya sehingga belum diperlukan adanya katagori khusus untuk objek serupa Ceres.</p>
<p>Pertemuan di Oslo juga membahas penamaan plutoid baru. Diputuskan bahwa objek Tata Surya yang memiliki sumbu semimayor lebih besar dari Neptunus dan magnitudo absolut lebih besar dari H = +1 magnitud otomatis akan dianggap sebagai <em>plutoid</em> dan akan diberi nama oleh <em>Committee on Small Body Nomenclature</em> (CSBN) serta <em>Working Group for Planetary System Nomenclature</em> (WGPSN). Keduanya adalah komite dan kelompok kerja dibawah payung IAU. Nama yang diajukan tim penemu akan diberikan sebagai nama kehormatan. Namun jika dalan penelitian lanjutan objek tersebut tidak cukup masif dan tidak memenuhi kualifikasi plutoid, maka objek itu bisa tetap memakai namanya namun katagorinya akan dirubah. (<em>iau.org</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2008/06/14/katagori-baru-plutoid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama untuk 2003 UB313, Nomor untuk Pluto</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2006 16:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[2003 UB313, objek yang sempat disebut-sebut sebagai calon planet kesepuluh di tata surya sebelum akhirnya digolongkan sebagai planet kerdil (dwarfs planet) oleh IAU, kini telah memperoleh nama resmi: Eris (136199 Eris). Nama ini diambil dari nama Dewi Kekacauan dan Perselisihan bangsa Yunani Kuno. Pemberian nama ini diumumkan oleh IAU pada Rabu 13 September lalu. Sebelumnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2003 UB313, objek yang sempat disebut-sebut sebagai calon planet kesepuluh di tata surya sebelum akhirnya digolongkan sebagai planet kerdil (<em>dwarfs planet</em>) oleh <a href="http://www.iau.org/">IAU</a>, kini telah memperoleh nama resmi: Eris (136199 Eris).</p>
<p>Nama ini diambil dari nama Dewi Kekacauan dan Perselisihan bangsa Yunani Kuno. Pemberian nama ini diumumkan oleh IAU pada Rabu 13 September lalu. Sebelumnya, 2003 UB313 secara tidak resmi sempat dinamai sebagai Xena, diambil dari nama tokoh dalam sebuah serial televisi.</p>
<p>Pemberian nama ini disambut baik oleh penemunya, Michael Brown, dari <em>California Institute of Technology</em>. Pilihan nama Eris untuk 2003 UB313 dianggap sangat relevan. Dalam mitologi, Eris adalah penyebab perselisihan diantara para Dewi sehingga memicu terjadinya perang Troya. Di sisi lain, penemuan Eris telah mendorong para astronom untuk menetapkan definisi planet, yang berujung kepada hilangnya status keplanetan Pluto&#8211;sebuah keputusan yang belakangan menyulut kontroversi.</p>
<p>IAU juga telah menetapkan nama resmi untuk satelit (bulan) Eris, yakni Dysnomia, diambil dari nama anak perempuan Eris yang dikenal sebagai penguasa dari keadaan tanpa-aturan (<em>lawlessness</em>). Nama ini sekaligus mengobati kekecewaan penggemar serial Xena, mengingat secara kebetulan serial tersebut diperankan oleh Lucy Lawless.</p>
<p>Sementara itu, memindak-lanjuti keputusan IAU yang menggolongkan Pluto sebagai planet kerdil, <a href="http://cfa-www.harvard.edu/iau/mpc.html">Minor Planet Center</a> (MPC) telah memberi nomor 134340 untuk Pluto. Penomoran ini untuk mengikuti aturan baku mengenai penamaan objek kecil di tata surya yang orbitnya telah dikenali secara akurat. Dengan demikian, objek yang sempat menjadi planet kesembilan di tata surya itu kini dikenal sebagai 134340 Pluto.</p>
<p>Satelit-satelit yang mengelilingi Pluto, yakni Charon, Nix, dan Hydra dianggap sebagai satu sistem sehingga tidak diberikan penomoran berbeda. Ketiganya hanya akan disebut sebagai 134340 I, II, dan III.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/09/15/nama-untuk-2003-ub313-nomor-untuk-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pluto Dicoret dari Jajaran Planet</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2006 08:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[dwarf planet]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Konferensi IAU yang berakhir 24 Agustus kemarin akhirnya memutuskan untuk mencoret Pluto dari jajaran planet di tata surya. Dengan demikian, jumlah planet anggota tata surya kini berkurang menjadi hanya 8 planet. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang diikuti lebih dari 2.500 astronom dari 75 negara pada konferensi yang berlangsung di Praha, Republik Ceko tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konferensi IAU yang berakhir 24 Agustus kemarin akhirnya memutuskan untuk mencoret Pluto dari jajaran planet di tata surya. Dengan demikian, jumlah planet anggota tata surya kini berkurang menjadi hanya 8 planet. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang diikuti lebih dari 2.500 astronom dari 75 negara pada konferensi yang berlangsung di Praha, Republik Ceko tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, IAU menetapkan kriteria baru bagi &#8220;planet&#8221;, yakni benda antariksa yang (a) mengorbit matahari, (b) memiliki massa yang cukup besar hingga gravitasinya cukup kuat untuk mengikatnya menjadi objek yang berbentuk bundar, dan (c) di sekitar garis orbitnya tidak didapati objek sejenis. Adalah point (c) dari kriteria baru ini yang membuat Pluto kehilangan status keplanetannya. Seperti kita ketahui, garis orbit Pluto menyilang orbit Neptunus.*</p>
<p>Selanjutnya, Pluto diklasifikasi ulang sebagai anggota dari <em>Dwarf Planet</em> (planet kerdil), yang antara lain beranggotakan 2003 UB313, Charon, Ceres, dan beberapa objek sejenis yang semula disebut-sebut merupakan kandidat planet. Disamping itu, IAU juga menetapkan klasifikasi <em>Small Solar System Bodies</em> yang mencakup anggota tata surya semacam asteroid, komet, satelit, maupun objek-objek kecil lainnya. Kedua klasifikasi ini melengkapi 8 planet &#8220;klasik&#8221; di tata surya: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. <a href="http://www.cnn.com/2006/TECH/space/08/24/pluto.ap/index.html"><strong>Berita selengkapnya</strong></a></p>
<p>___<br />
<small>*) Point (c) pada kriteria tersebut diterjemahkan dari pernyataan aslinya dalam bahasa Inggris &#8220;<em>has cleared the neighbourhood around its orbit</em>&#8220;. Kalimat ini belakangan disebut-sebut memiliki makna yang ambigu. Situs-situs berita yang kredibel seperti <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/5282440.stm">BBC</a> dan <a href="http://cnn.com/2006/TECH/space/08/24/pluto.ap/index.html">CNN</a> menyebutkan bahwa Pluto kehilangan status keplanetannya sehubungan dengan point ini karena garis edarnya menyilang orbit Neptunus. Namun di sisi lain, statement ini juga diartikan bahwa sebuah planet harus bisa membersihkan lintasan orbitnya dari objek-objek serupa. Dengan demikian, faktor yang mengeliminasi pluto dari keluarga planet adalah karena di sekitar orbitnya juga ditemui objek-objek lain (Objek Sabuk Kuiper atau Trans Neptunian Object, TNO). Hal ini juga yang menyebabkan Ceres gagal dimasukkan ke keluarga planet, yaitu karena ada banyak asteroid lain yang berada di sekitar orbitnya. <a href="http://www.iau2006.org/mirror/www.iau.org/iau0603/index.html">Rilis dari IAU</a> sendiri tidak menyebutkan secara spesifik mengenai pengertian kalimat tersebut. Pengertian dari &#8220;<em>clearing the neighbourhood</em>&#8221; dibahas dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clear_the_neighborhood">sebuah entri di Wikipedia</a>.</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/08/25/pluto-dicoret-dari-jajaran-planet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggota Tata Surya Mungkin Bertambah Hingga 12</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/08/17/anggota-tata-surya-mungkin-bertambah-hingga-12/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/08/17/anggota-tata-surya-mungkin-bertambah-hingga-12/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2006 14:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Para astronom seluruh dunia dibawah payung International Astronomical Union (IAU) telah menghabiskan waktu dua tahun untuk menggodok suatu kriteria yang membedakan antara &#8220;planet&#8221; dengan &#8220;anggota tata surya&#8221; yang berukuran lebih kecil semisal komet dan asteroid. Apabila draft kriteria ini disetujui dalam konferensi IAU yang diadakan pada 14-25 Agustus 2006 di Praha, Republik Ceko, maka jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para astronom seluruh dunia dibawah payung <em>International Astronomical Union</em> (IAU) telah menghabiskan waktu dua tahun untuk menggodok suatu kriteria yang membedakan antara &#8220;planet&#8221; dengan &#8220;anggota tata surya&#8221; yang berukuran lebih kecil semisal komet dan asteroid. Apabila draft kriteria ini disetujui dalam konferensi IAU yang diadakan pada 14-25 Agustus 2006 di Praha, Republik Ceko, maka jumlah planet anggota tata surya akan bertambah dari 9 menjadi 12 planet.</p>
<p>Ketiga planet &#8220;baru&#8221; tersebut adalah Ceres (yang tadinya dikenal sebagai asteroid terbesar), Charon (satelit Pluto), dan 2003 UB313, melengkapi kedelapan planet &#8220;klasik&#8221; lainnya. Dengan demikian, susunan anggota tata surya yang baru, mulai dari yang jaraknya paling dekat dengan matahari, masing-masing adalah: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, Charon, dan 2003 UB313.</p>
<p>Berdasarkan draft kriteria tersebut, sebuah objek setidaknya harus memenuhi dua kondisi agar layak menyandang sebutan &#8220;planet&#8221;. Pertama, objek tersebut harus mengorbit mengelilingi sebuah bintang, dan bukan berupa sebuah bintang. Kedua, objek tersebut harus berukuran cukup besar (atau lebih tepatnya, harus cukup masif) sehingga gravitasinya cukup kuat untuk membentuknya menjadi objek yang sferis (bundar). Dalam hal ini, massa objek harus diatas 5 x 10<sup>20</sup> kg dengan diameter lebih besar dari 800 km.</p>
<p>Satu hal yang menarik adalah dinaikannya status Charon dari semula hanya satelit Pluto menjadi sebuah planet. Ini terkait dengan salah satu kriteria yang menyebutkan bahwa jika dua buah objek saling mengorbit, tetapi pusat massanya berada di angkasa lepas, yakni tidak berada di dalam permukaan salah satu objek, maka objek yang kedua itu juga layak disebut sebagai planet.</p>
<p>Selain itu, akan ditetapkan pula kelompok planet pluton, yakni planet-planet yang memiliki sifat fisik yang mirip dengan Pluto. Katagori ini melengkapi dua lainnya yang sudah lebih dahulu dikenal: planet terestrial, yakni planet yang tersusun atas batuan (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres), dan planet jovian, yang terdiri dari gas (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus).</p>
<p>Draft ini akan didiskusikan dan diperbaiki selama konferensi dan akan ditetapkan melalui pemungutan suara (voting) yang akan berlangsung pada sesi kedua koferensi pada 24 Agustus 2006 mendatang. </p>
<p>___<br />
<b>Update:</b> Pemungutan suara di akhir konferensi akhirnya memutuskan untuk mencabut status keplanetan Pluto. Dengan demikian, jumlah anggota tata surya malahan berkurang menjadi hanya 8 planet. Pluto kini digolongkan sebagai planet kerdil (<i>dwarf planet</i>) bersama dengan Charon dan Ceres.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/08/17/anggota-tata-surya-mungkin-bertambah-hingga-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Status Pluto Ditentukan Bulan Ini</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/08/15/status-pluto-ditentukan-bulan-ini/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/08/15/status-pluto-ditentukan-bulan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 16:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Nasib Pluto sebagai planet akan ditentukan dalam konferensi yang berlangsung selama 12 hari sejak Senin (14/8) lalu di Praha, Republik Ceko. Dalam pertemuan ini, International Astronomical Union mengajukan beberapa alternatif: mencoret Pluto dari jajaran planet anggota tata surya, atau menetapkan satu planet baru&#8211;serta kemungkinan selusin objek lain melengkapi kesembilan planet lain di tata surya. Apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasib Pluto sebagai planet akan ditentukan dalam konferensi yang berlangsung selama 12 hari sejak Senin (14/8) lalu di Praha, Republik Ceko. Dalam pertemuan ini, <em>International Astronomical Union</em> mengajukan beberapa alternatif: mencoret Pluto dari jajaran planet anggota tata surya, atau menetapkan satu planet baru&#8211;serta kemungkinan selusin objek lain melengkapi kesembilan planet lain di tata surya. Apapun alternatif yang dipilih, ini akan merubah pemahaman kita tentang tata surya, dan berbagai buku sains antariksa dipastikan harus ditulis ulang.</p>
<p>Debat tentang status keplanetan Pluto sebenarnya sudah muncul tidak lama setelah penemuannya pada 1930. Ini dikarenakan ukurannya yang terlampau kecil dan garis edarnya yang eksentrik apabila dibandingkan dengan planet-planet lain di tata surya. Debat ini semakin menghangat setelah penemuan objek Sabuk Kuiper tahun 1990-an. Adalah penemuan objek yang dikenal sebagai 2003 UB313 yang diketahui berukuran lebih besar dari Pluto yang kembali menyeret Pluto ke arah &#8220;krisis identitas&#8221;.</p>
<p>Keputusan apakah mengeluarkan Pluto dari jajaran planet ataukah memasukkan 2003 UB313 sebagai anggota baru tata surya tidak lepas dari kriteria planet yang juga akan ditentukan dalam konferensi ini. Kriteria yang bisa dipakai tentunya harus cukup masuk akal secara saintifik. Haruskah planet didefinisikan melalui posisi, ukuran, maupun penanda lainnya? Apabila planet ditentukan melalui ukurannya, apakah ukurannya harus lebih besar dari Pluto, atau menggunakan besaran tertentu yang disetujui bersama? Alternatif ini dapat menggelembungkan jumlah planet penghuni tata surya hingga 23, 39, atau bahkan 53 planet.</p>
<p>Di awal tahun ini, NASA sebenarnya telah meluncurkan wahana New Horizon menuju Pluto dan objek Sabuk Kuiper lainnya. Diharapkan wahana ini dapat memberikan informasi yang lebih lengkap kepada para ilmuwan mengenai kondisi Pluto. Namun demikian, wahana ini masih harus menempuh perjalanan selama 9 setengah tahun sebelum mencapai Pluto. </p>
<p>___<br />
<b>Update:</b> Pada akhir konferensi, IAU akhirnya memutuskan untuk mencabut status keplanetan Pluto. Pluto kini digolongkan sebagai planet kerdil (dwarf planet) bersama dengan Charon dan Ceres. Dengan demikian, jumlah anggota tata surya berkurang menjadi hanya 8 planet. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/08/15/status-pluto-ditentukan-bulan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Venetia: Nama Baru untuk Instrumen New Horizon</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/07/01/venetia-nama-baru-untuk-instrumen-new-horizon/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/07/01/venetia-nama-baru-untuk-instrumen-new-horizon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2006 16:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[probe]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah instrumen pada wahana antariksa New Horizon yang sedang dalam perjalanan menuju orbit Pluto kini dinamai ulang sebagai Venetia. Nama ini dipilih sebagai penghormatan terhadap Venetia Burney, seorang &#8220;gadis cilik&#8221; yang mengusulkan nama Pluto untuk planet kesembilan itu lebih dari 75 tahun lalu. Sepanjang sisa perjalanannya, instrumen tersebut akan dikenal sebagai Venetia Burney Student Dust [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="062906_venetia_tn" src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/04/062906_venetia_tn.jpg" alt="" hspace="10" vspace="5" width="135" height="177" align="left" />Sebuah instrumen pada wahana antariksa New Horizon yang sedang dalam perjalanan menuju orbit Pluto kini dinamai ulang sebagai <em>Venetia</em>. Nama ini dipilih sebagai penghormatan terhadap Venetia Burney, seorang &#8220;gadis cilik&#8221; yang mengusulkan nama <em>Pluto</em> untuk planet kesembilan itu lebih dari 75 tahun lalu. Sepanjang sisa perjalanannya, instrumen tersebut akan dikenal sebagai <em>Venetia Burney Student Dust Counter (VBSDC)</em>, atau &#8220;Venetia&#8221; saja.</p>
<p>Instrumen Venetia berupa sebuah detektor partikel debu yang didesain, dibuat, dan dioperasikan oleh selusin mahasiswa pilihan dari University of Colorado, Boulder dengan dibantu oleh para dosen mereka. Instrumen ini bertugas menghitung dan mengukur tumbukan partikel debu pada wahana New Horizon dalam perjalanannya ke Pluto. Di orbit Pluto kelak, instrumen ini akan dipakai untuk mencari partikel debu yang mungkin dihasilkan oleh hantaman benda angkasa kecil di permukaan Pluto maupun bulan-bulannya.</p>
<p><a href="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/04/062906_vbsdc_tn.jpg"><img title="062906_vbsdc_tn" src="http://ias.dhani.org/wp-content/uploads/2008/04/062906_vbsdc_tn.jpg" alt="" hspace="10" vspace="5" width="135" height="105" align="right" /></a>Perangkat Venetia terdiri dari dua elemen dasar: sebuah detektor yang terpasang di luar wahana, dan sebuah kotak elektronik didalamnya yang bertugas mengukur massa dan kecepatan partikel yang menumbuk wahana tersebut. Peralatan ini diharapkan bisa melakukan pengukuran yang akurat tentang besaran dan distribusi partikel debu di tata surya bagian luar. Perangkat ini mulai dioperasikan pada Juli mendatang setelah melewati serangkaian uji coba dan pengecekan pasca peluncuran.</p>
<p>Pemilihan nama Venetia untuk instrumen ini sangat relevan karena Venetia juga merupakan instrumen wahana antar-planet pertama yang dirancang, dibuat, dan dioperasikan oleh mahasiswa. Di sisi lain, saat mengajukan nama Pluto untuk planet kesembilan itu, Venetia masih seorang pelajar SD berusia 11 tahun. Kini Venetia telah berusia 87 tahun dan tinggal di Epsom, Inggris. <a href="http://pluto.jhuapl.edu/news_center/news/062906.html"><strong>Berita selengkapnya</strong></a></p>
<p><em>Keterangan gambar: Venetia Burney di usia 11 tahun (atas); instrumen &#8220;Venetia&#8221; (bawah)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/07/01/venetia-nama-baru-untuk-instrumen-new-horizon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nix dan Hydra: Nama Bulan Baru Pluto</title>
		<link>http://ias.dhani.org/2006/06/25/nix-dan-hydra-nama-bulan-baru-pluto/</link>
		<comments>http://ias.dhani.org/2006/06/25/nix-dan-hydra-nama-bulan-baru-pluto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2006 18:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[Pluto]]></category>
		<category><![CDATA[solar system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ias.dhani.org/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[International Astronomy Union (IAU) mengumumkan Nix dan Hidra sebagai nama satelit (bulan) Pluto. Kedua satelit yang ditemukan pada November 2005 tersebut sebelumnya dikenal sebagai S/2005 P 2 dan S/2005 P 1, melengkapi Charon yang ditemukan pada 1978. Nama Nix sebenarnya dilafalkan sebagai &#8220;Nyx&#8221;, nama Dewi Penguasa Kegelapan bangsa Yunani Kuno. Namun nama ini telah terpakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>International Astronomy Union (<a href="http://www.iau.org/">IAU</a>) mengumumkan Nix dan Hidra sebagai nama satelit (bulan) Pluto. Kedua satelit yang ditemukan pada November 2005 tersebut sebelumnya dikenal sebagai S/2005 P 2 dan S/2005 P 1, melengkapi Charon yang ditemukan pada 1978.</p>
<p>Nama Nix sebenarnya dilafalkan sebagai &#8220;Nyx&#8221;, nama Dewi Penguasa Kegelapan bangsa Yunani Kuno. Namun nama ini telah terpakai untuk sebuah objek lainnya, sehingga IAU memutuskan untuk mengubah penulisannya menjadi &#8220;Nix&#8221; untuk mencegah kerancuan. sementara itu, Hydra adalah nama seekor ular berkepala sembilan yang dalam mitologi Yunani kuno merupakan penjaga alam baka (<em>underworld</em>). Pluto sendiri merupakan Dewa penguasa alam baka  dalam mitologi Yunani kuno.</p>
<p>Pemilihan nama ini juga didasari atas huruf-huruf awal dari kedua bulan tersebut, N, dan H, yang merupakan inisial untuk wahana <em>New Horizon</em> yang diluncurkan awal tahun ini dalam misi 9 tahun untuk mengunjungi Pluto dan objek-objek Sabuk Kuiper.</p>
<p>Status Pluto saat ini masih diperdebatkan, apakah tetap digolongkan sebagai planet ataukah objek Sabuk Kuiper. Perdebatan yang sudah berlangsung lama ini kembali meruncing sejak penemuan objek yang sedikit lebih besar dari Pluto (dikenal sebagai 2003 UB313). IAU berencana untuk membahasnya dalam pertemuan musim panas ini. <a href="http://news.yahoo.com/s/ap/20060622/ap_on_sc/pluto_s_moons"><strong>Berita selengkapnya</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ias.dhani.org/2006/06/25/nix-dan-hydra-nama-bulan-baru-pluto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
